-
Keduanya kini berdiri di depan stand kepiting keju yang sepi.
Wajar, harga kepiting keju termasuk cukup mahal untuk hitungan jajanan pinggir jalan jadi tidak begitu banyak orang yang tertarik membeli.
"Kita beli dua-"
"Nggak, beli satu aja, nanti kita bagi," potong Dongpyo, "Biasanya makanan itu terasa lebih enak kalau berbagi." Dongpyo mengarahkan senyum manisnya pada Eunsang.
Mendengar sahutan kekasihnya, Eunsang menurut, "Baiklah, satu saja."
"Dongpyo?"
Merasa terpanggil, Dongpyo menoleh ke arah si penjual kepiting keju.
"Yohan hyung!" seru Dongpyo sedikit terkejut karena bertemu dengan kakak kelasnya yang sudah lulus, "Hyung nggak kuliah hari ini?"
Keduanya saling mengenal?
Dia sunbae yang populer itu, bukan?
"Kuliah? Kamu lupa ya hari ini tanggal merah?" ujar Yohan bertanya balik, ia melengkungkan bibirnya senang karena bisa bertemu dengan adik kelas yang menurutnya paling imut dan menggemaskan itu.
"Oh!" Dongpyo terkekeh kecil, "Hehe, iya, lupa."
Melihat tingkah Dongpyo, Yohan semakin merasa gemas, mentari lamanya kini muncul di hadapan.
Tangan Yohan bergerak ingin menyentuh dan membelai rambut Dongpyo, Eunsang yang risih miliknya akan disentuh itu ikut menggerakkan tangannya, bersiap-siap untuk menepis tangan Yohan,
Namun Dongpyo bergerak mundur, menghindari sentuhan Yohan
Dongpyo sedikit menundukkan kepalanya, "Yohan hyung," panggil Dongpyo,
Setelah itu Dongpyo mengadahkan kepala untuk menatap tepat ke arah Yohan, "Aku pesan kepiting keju satu ya."
Yohan menarik kembali tangannya pelan, tak jadi membelai Dongpyo, "Ah, iya."
Eunsang juga menarik tangannya karena tidak jadi menepis tangan Yohan. Eunsang membeku sejenak, mengolah informasi, menarik kesimpulan dalam kebingungannya atas kejadian janggal tadi.
"Eunsang~" panggil Dongpyo manja, kemudian ia menggelayut di lengan Eunsang. Dongpyo memotong jarak, semakin menempel pada Eunsang, "Habis ini nanti kita mampir ke toko bunga, ya?"
Sikap manja Dongpyo barusan mendapat perhatian dari Yohan yang akhirnya menyadari eksistensi Eunsang.
Siapa? Siapa yang berhasil menaklukkan Dongpyo sepenuhnya? Kenapa dia?
"Dongpyo, kenalkan aku dengan namja di sebelahmu, dong," pinta Yohan seraya meraih kotak berisi potongan keju dan menaruhnya di sela-sela kosong pada sebuah badan kepiting.
"Pacarku!" jawab Dongpyo dengan nada ceria.
Yohan kaget.
Eunsang juga kaget.
• 🌼 •
"Dongpyo, aku beneran pacar kamu?"
Yang ditanyai sibuk berjalan melihat lingkungan sekitar, melihat berbagai jajanan dan sesekali mencari tempat tujuan mereka, toko bunga.
"Iya, lah. Kamu udah bilang kalau kamu cinta aku kenapa mundur sekarang?" Dongpyo kemudian menyodorkan potongan kepiting ke arah Eunsang, menyuapinya, "Udah main kecup-kecup pula. Masa hubungannya gapunya nama, gantung, aku sebut pacaran aja biar jelas."
Eunsang masih tidak menyangka cintanya terbalaskan, padahal dari kemarin dia sudah asik menyebut Dongpyo miliknya tapi baru sekarang ia merasa gelisah dan butuh pernyataan mutlak kalau mereka benar-benar dalam suatu hubungan yang spesial.
Semuanya gara-gara Dongpyo yang mulai ikut memperjuangkan hubungan ini.
Dongpyo kemudian membuka mulutnya lagi, "Yohan hyung itu salah satu orang yang bikin aku takut dicintai."
"...Hah?"
"Kita pernah menjalin hubungan tidak jelas dan dia posesif. Kita tidak ada hubungan spesial tapi dia melarangku untuk bertemu dan berhubungan dengan orang lain, bahkan berkomunikasi dengan temanku sendiri bukan pengecualian," lanjut Dongpyo, tangannya mengorek-ngorek kepiting keju dengan tusuk gigi.
"Kenapa tidak?"
Dongpyo melahap satu potong keju, "Aku merasa jika aku dengan hyung jadian, hubungan kita berbahaya dan aku tidak mau itu."
Lalu ia menyuapi Eunsang lagi, "Hubungan kita terasa hampa, mati, tapi memaksa untuk hidup."
"Bukannya aku sama?" tanya Eunsang lagi seraya menunduk untuk menerima suapan dari kekasih mungilnya, "Aku juga memaksamu untuk menghidupkan hubungan ini, bukan?"
Dongpyo yang menjinjitkan kakinya untuk menyuapi Eunsang kini kembali pada posisi semula, "Itu karena aku sangat menyukaimu, Eunsang."
Jawaban Dongpyo membuat Eunsang diam tanpa suara, matanya melebar karena akhirnya ia mendengar kata suka dari kekasihnya.
"Hm, sepertinya lebih tepat jika aku bilang kalau aku mencintaimu." Dongpyo kemudian menghabiskan sisa kepiting tadi dan membuangnya di tong sampah, "Aku mau memperjuangkan hubungan ini, tidak ada pemaksaan, aku benar-benar mau berjuang."
Untuk ketiga kalinya Eunsang dikagetkan dengan sikap Dongpyo hari ini.
"Sebuah kehidupan tidak muncul secara spontan, kehidupan muncul dari kehidupan. Itulah mengapa aku akan ikut berjuang agar hubungan ini tidak menimbulkan rasa sakit."
Dongpyo meraih kedua tangan Eunsang, ia mengelusnya dengan lembut, kepalanya menunduk, "Hubungan ini akan sepenuhnya terasa hidup jika yang membentuk juga sepenuhnya hidup."
Kemudian ia mengangkat kepalanya, menatap Eunsang yang masih diam dan mencerna, Dongpyo memiringkan kepalanya sambil menuai senyum.
"Dongpyo," panggil Eunsang dengan nada rendah. Tangannya kini yang mengelus tangan Dongpyo, mata menatap dalam sang kekasih.
"Aku juga mencintaimu."
"Mari berjuang untuk cinta ini."
-
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
ʟιĸᴇ ᴀ ғʟᴏᴡᴇʀ, нᴇ ᴡιтнᴇʀᴇᴅ | ᴇυɴᴘʏᴏ
FanfictionIbarat bunga, jika aku boleh mendeskripsikan dirinya. --- Tidak ada plot Hanya filosofi dan harum musim semi --- Status : research (done) , mereka (ongoing)
