Chapter 3 - Hari Pertama

4.1K 226 24
                                        

Alarm berdering sangat kencang pagi ini hingga membuat Mora terperanjat, bangun dari tidur lelapnya. Kemudian dua matanya ia alihkan pada ponsel yang terjatuh ke lantai. Cepat-cepat Mora buka ponsel itu sembari mencari kabar dari Megan. Syukurnya, Megan sudah sampai di Bandung jam 4 pagi tadi. Lalu dengan segera Mora memberikan pesan singkat untuk Megan.

To: Megantara
Hi. Selamat Pagi tukang tidur! Mora pergi kuliah dulu ya, deg degan nih baru hari pertama, wish me luck!❤️

Sent!

Setelah mengirim pesan singkat itu, Mora langsung saja bergegas untuk bersiap. Ya, hari ini memang hari pertamanya kuliah lagi ke jenjang yang lebih tinggi. Ada perasaan deg-degan tiap kali Mora mengingat bahwa hari ini ia akan kembali bertemu suasana baru, dan berteman lagi dengan seseorang yang baru. 'Hm, semoga saja dapat teman yang asyik!' Batin Mora. Selalu saja seperti ini tiap kali harus berkenalan lagi dengan orang yang baru, ia takut kalau ada orang yang bisa saja membuatnya jengkel saat berada di kampus, apakah kalian semua pernah merasakan hal yang sama dengan Mora?

Setelah dirasa siap, Mora langsung mengambil tas dan juga buku-buku yang harus ia bawa. Begitu Mora membuka pintu kamarnya, kedua matanya langsung saja menangkap Alivio yang juga tengah bersiap sembari memakai sepatu talinya di depan kamarnya.

"Loh? Kok bisa barengan?" tanya Mora heran.

"Gue ada kelas pagi ini, lo sendiri?" Alivio balik bertanya.

"Hmm, iya gue juga. Apa jangan-jangan sebenarnya kita ada di kampus yang sama?"

Alivio tertawa, "Kayaknya begitu. Rata-rata penghuni kostan sini kan kampusnya sama, karena dekat. Penghuni lainnya orang kantoran. Jadi, sebetulnya dari malam pun aku sudah tahu kalau kamu satu kampus denganku, Ra."

"Baru masuk juga?" Mora masih terheran.

Alivio mengangguk semangat, "Iya. Berangkat bareng, yuk? Gue punya helm dua kok. Jadi aman!"

"Ng- emangnya gak apa? Gak bakal ada yang marah sama gue?"

"Siapa juga yang mau marah? Tenang gue jomlo kok, tapi bukan berarti nggak laku ya!" Alivio menegaskan sembari tertawa kecil, "Mau nggak nih? Apa lo takut cowok lo marah? Tenang, gue bakal tanggung jawab kalau dia sampai marah sama lo."

Mora terdiam beberapa saat sebelum akhirnya menjawab, "Oke deh, kebetulannya gue lagi nggak ada uang kecil buat bayar ojek online."

"Lo boleh anggep gue ojek online kok, Ra. Biar lo tahu, kalau gue selalu siap 24 jam buat lo," ucap Alivio kemudian menarik tangan Mora, "Ayo, nggak usah ngelamun nanti kesambet!"

Mora yang langsung tersadar akan lamunan pun mengangguk mengiyakan. Entah kenapa hatinya terasa berdebar saat Alivio berkata seperti itu padanya. Ditambah lagi, ia pun merasa berdosa lantaran pergi berdua ke kampus dengan Alivio tanpa memberi tahu Megan. 'Hm, kalau saja Megan tahu bisa mati kita berdua!' Batin Mora. Daripada memberitahu dan berakhir bertengkar, Mora lebih memilih untuk diam agar semuanya baik-baik saja. Lagipula hanya sebatas teman yang pergi bersama ke kampus, kan? Pikir Mora lagi.

Dilain tempat, Megan dan teman-temannya yang lain sedang berjalan-jalan untuk survey beberapa tempat yang nantinya akan dijadikan lahan usaha untuknya bersama Destroyer. Untungnya, cuaca Bandung hari ini sangat bersahabat, sehingga Megan dan yang lainnya tidak merasakan panas walaupun mereka pergi menggunakan motor. Lalu, tibalah mereka di tempat terakhir yang letaknya berada di Jalan besar Cihampelas. Megan, Kelvin, Ramon dan Claveron lalu turun dari motor mereka masing-masing untuk melihat tempat terakhir yang dinilai cukup strategis ini.

"Yang ini cocok, gimana menurut kalian?" tanya Megan, meminta saran dari semua teman-temannya.

"Bagus. Buka showroom mobil disini sekaligus bengkel kayaknya cocok." Tambah Ramon seraya memperhatikan seluruh sudut ruangan.

"Bagus, jadi orang-orang yang mau ke arah Lembang bisa tuh cek kendaraannya dulu disini. Kayaknya di jamin rame sih.." Kelvin ikut buka suara, "Ya gak, Ron?"

Claveron mengangguk setuju, "Iya, gue juga setuju. Jadi gimana keputusannya paketu?"

Megan terlihat berpikir sebelum akhirnya menjawab, "Gue juga setuju sih. Tempatnya enak juga, jadi kemungkinan bakal rame setiap hari alias untung setiap hari."

"Iya lah, apalagi kan yang punya tempat ini ganteng-ganteng kayak kita semua, palingan banyakan yang dateng emak-emak, syukur kalau ada cewek cantik mah beuh kerja dah gue setiap hari," ucap Kelvin membuat tawa teman-temannya yang lain.

"Done! Gue rekam omongan lo, Vin!" Seru Ramon sambil tertawa puas.

"Lah kok bisa?" tanya Kelvin heran.

"Iyalah, orang gue lagi videoin ini tempat terus tiba-tiba lo nyeletuk gitu aja dengan polosnya, ya ke rekam." Jelas Ramon lagi. "Akhirnya bisa kirim ini ke Karen biar kagak jadi nikah."

"DASAR JIN IPRIT!!!" Teriak Kelvin merasa jengkel, sementara semua teman-temannya hanya bisa tertawa puas.

Disela-sela keseruan itu, Megan langsung saja mengecek ponselnya untuk membalas pesan dari kekasihnya itu.

To: Mora sayang
Hi! Megan udah bangun kok dari pagi sayang soalnya mau survey tempat. Ohya, gimana hari pertamanya dikampus? mudah-mudahan seru ya, nggak sabar Megan mau denger cerita kamu! Inget, nggak boleh nakal sama cowok lain:(

Sent!

Dilain waktu dan tempat, Mora telah sampai di kampus bersama Alivio. Begitu baru saja turun dari motor, Mora langsung saja mendapat pandangan tak suka dari beberapa orang pagi itu. Kemudian, tiba-tiba saja seseorang datang menghampiri Alivio dan juga Mora. "Loh? Vi? Sama siapa nih?" Tanya lelaki itu.

"Eh sa, lo udah dateng?" Jawab Alivio, "Temen baru kostan gue, namanya Rara."

Mora tersenyum lalu menjabat tangan dengan Ressa, teman Alivio, "Yang bener Mora." Tegasnya.

"Ressa." Balas Ressa, "Katanya temen baru, main panggil panggilan sayang aja."

Alivio terkekeh, "Biar beda daripada yang lain. Cuma sayang, udah ada yang punya."

"Siapa?" tanya Ressa tak menangkap kode Alivio.

"Yeu bego! Udah ah masuk kelas! Ra, gue tinggal dulu ya?" tanya Alivio sembari merangkul temannya itu.

Mora mengangguk cepat, "Iya, nggak apa-apa. Makasih ya udah di tebengin ke kampus."

Alivio tersenyum lebar, "Sama-sama. Nggak apa kok kalau harus nebengin lo tiap hari, toh perjalanan ke kampus jadi nggak kerasa dan tambah semangat! Bye, Ra. See you when i see you!" Seru Alivio sambil berjalan pergi menjauh bersama Ressa, meninggalkan Mora sendirian disana.

"Hmm, so inilah dia! Hari pertamaku dikampus!" Batin Mora sembari menyemangati dirinya sendiri. Lalu sebelum masuk ke dalam kampus, Mora teringat untuk mengecek ponselnya dan benar saja, Megan sudah membalas pesannya. Sambil tersenyum, Mora kembali membalas pesan dari Megan pagi ini.

To: Megantara
Tumben? yaudah semangat survey nya! Semoga Megan dan temen temen Destroyer lainnya cepet nemuin tempat untuk usaha kalian yaa! Ini Mora udah di kampus, agak grogi hehe:( Megan.. Mora kangen..

Sent!

***

Sekian chapter ini! HEHEHE siapa gregetan?! Siapa yang udah mulai jatuh cinta sama Alivio angkat tangannya? WKWKWK jahat.

Btw enak update kapan lagi nih? sabtu or minggu? pilihan kalian😊

Kutunggu jawabannya ya! Dan of course jangan lupa buat vote dan comments chapter ini sebelum ninggalin wattpad yaaa! bye see you di next chapter♥️

Mora & Megan 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang