아홉

1.8K 224 16
                                        

Changkyun sendirian di dorm malam ini, sepi karena tidak ada keributan hyungnya. Tadi Changkyun melakukan video call dengan Kihyun, Kihyun bilang dia mengkhawatirkannya, baru setengah hari. Tak lama Changkyun merasa lelah dan mengantuk, dia akan tidur saja malam ini.

Manager datang ke dorm Monsta X untuk melihat Changkyun. Manager langsung ke kamar Changkyun dan melihat Changkyun tengah tertidur pulas. Pantas saja sunyi sekali biasanya akan terdengar suara tek tek tek dari tetikus dan keyboard yang di mainkan jari - jari Changkyun.

"Dia sudah tidur, apakah dia sudah makan malam ini?"
Ucap manager setelah menghidupkan lampu

"Kenapa dia telihat sangat lelah, apa dia sakit?"
"Aku akan kesini lagi besok Changkyun - ah, tidurlah yang nyenyak"
Ucap manager sembari mengelus surai hitam Changkyun. Mematikan lampu dan kembali ke agensi lagi.








Jooheon sedang dikamar, dirumah kedua orang tuanya. Dia sedang melamun merenungi segala kesalahannya, segala keegoisannya. Bahkan dia sesekali mengerutui dirinya sendiri.

"Babo-ya, babo babo babo" ucap Jooheon sambil memukul pelan kepalanya

"Kenapa kau selalu berpikir seperti anak kecil Jooheon babo, membencinya selama 1 tahun lebih, menyakiti hatinya dia bahkan tak salah"

"Kau tak malu dengan bocah itu, kau lebih tua untuknya tapi kau malah seperti anak kecil. aiishh bodoh sekali memang"

Begitulah gerutu Jooheon pada dirinya sendiri. Sepertinya Jooheon telah memikirkan kebodohan dia selama ini dan sangat menyesel sampai di memaki diri sendiri.



Malam berlalu, sudah jam 9 pagi waktunya bangun. Changkyun merasakan sakit luar biasa di perut hingga dada terasa sesak, serta pening dikepalanya juga. Changkyun bahkan sudah keringat dingin dan memuntahkan makan siangnya kemarin di lantai.

"Akhh appo!" ringis Changkyun

Changkyun mengambil dengan susah payah hp nya di atas meja. Telah berhasil, Changkyun langsung menekan lama dial up 1 untuk menghubungi Hanbin. Tapi sudah sembilan kali tidak ada jawaban dari Hanbin.

"Argghh hyung! Kenapa kau tak mengangkatnya ini sakit sekali hyung hiksss" Changkyun menangis

Changkyun benar - benar merasakan sakit yang luar biasa kali ini rasanya dia ingin mati saja. Changkyun meminum obatnya terlebih dahulu dan akan mencoba menelpon managernya. Tapi sama saja tidak ada jawaban. Sekali lagi Changkyun mencoba menelpon manager dan ternyata langsung diangkat.

"Wae Kyun-ah?" 

"Hyung ini sakit sekali hyung hiksss tolong aku, jebal" ucap Changkyun sambil menangis

"Kyun-ah kau sudah meminum obatmu kan? Tunggu sebentar hyung langsung kesana. Jangan matikan teleponnya" ucap manager panik

"Appa hyung hiksss aku tidak kuat"

"Ne kkung-ie bertahanlah sebentar eoh, hyung sudah dijalan"

"Tolong aku jebal" pinta Changkyun melemah

"Changkyun-ah!" panggil manager dari seberang sana sambil menginjak pedal gas lebih dalam

"Changkyun-ah kau baik - baik saja kan?!"

"Yakk! Im Changkyun jawab aku!!" manager sudah kelewat khawatir dan makin membabi buta mengendari mobilnya

Setelah sampai dengan tergesa - gesa manager membuka dorm dan langsung menuju kamar Changkyun. Manager melihat kamar Changkyun sangat kacau, Changkyun menangis, meringkuk kesakitan dikasurnya, muntah Changkyun dilantai, gelas pecah berhambur. Manager segera merengkuh tubuh Changkyun dan menggendong di punggungnya.


Fly With Me | ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang