Lihatlah langit!
Ia teguh berdiri tanpa fondasi
Ia pun tetap terlihat anggun
Meski hanya berteman awan di sana
Lihatlah matahari!
Ia tetap gagah dengan sinarnya di siang hari
Dan tetap menemani tidur lelapmu
Meski bersembunyi di balik dewi malam
Lihatlah bulan dan bintang!
Siapa yang tak iri dengan mereka?
Berdampingan selalu di atas sana
Meski tak pernah kulihat saling berpeluk
Lihatlah ketika langit sedang murung
Gelap dan serasa ingin runtuh
Siapa yang kiranya ingin datang?
Seketika manusia bergegas berlindung di bawah atapnya
Karena mereka tahu dia akan datang
Siapa yang tak mengenalnya?
Datang tanpa diminta, pergi pun tanpa pamit
Tuhan memberinya nama, Hujan
Yang kehadirannya membuat rela mundur sejenak
Langit dan matahari rela tertutupi awan tebal
Bulan dan bintang juga tak tampakkan kemesraannya
Tuhan memberinya nama, Hujan
Namun manusia yang terlahir dengan keangkuhannya
Sering menyayangkan kehadirannya
Mungkin karena hujan selalu saja menghadirkan rindu
Tuhan memberinya nama, Hujan
Yang ketika datang serasa mengguncang batin
Seolah dimainkan film kenangan masa lalu di bioskop memori
Serasa wajah mereka yang dirindukan tersenyum ke arahmu
Dan akhirnya kau berharap lebih
Agar mereka baiknya menjadi hujan saja
Yang bisa menyejukkan hatimu
Dan yang bisa kau temui meski hanya sesaat datangnya
Tuhan memberinya nama, Hujan
Yang sengaja Dia turunkan agar sejenak kita mengingat kuasa-Nya
Agar sejenak kita menggetarkan bibir untuk berdzikir
Agar sejenak kita mendoakan mereka yang kau rindukan
Dan ketika hujan telah pergi
Kau akan masih kokoh dengan dzikir dan doa di hatimu
Dan kau akan puas melihat langit yang mulai berpelangi
