Dulu jalan itu kulewati
setiap pagi yang bising
dengan deruan kenderaan beroda
disimpang jalannya menanti
sampai mentari terbit ke kepala
fikiran pun melayang entah kemana
saat sesak datangnya kembali
lamunanku tersentak seketika
jiwa pun serabut
rinduku yang hadir
bila benakku membahas
tentang jalanku yang dulu
hingga sosoknya pergi
kutanyakan kenapa?
air jernih ini menitis
saat kenangan silam menyapa lagi
lenaku terjaga
saat rasa itu menyapa
meski hati masih berduka
tentang masa depan
yang belum kunjung terlihat
aku hanya sendiri
mengurung hati menahan amarah
tak mampu untuk bicara-
melepaskan rasa gelora
ya
aku yang salah
kita tidak lagi berjalan seiring kembali
kini hanya sendiri
tanpa teman ataupun sahabat
aku hilang satu-satu-
kerana kurangnya bicara.
2/9/19|3:06am
ANDA SEDANG MEMBACA
Angin Lalu
PoesiaSebuah puisi aneh yang ditulis oleh manusia aneh yang suka kesendirian,kesunyian dan jauh dari kebisingan pelusuk kota.Nyatanya,manusia aneh ini masih ragu lagi dalam tulisan puisinya,tapi masih tetap ingin menulis untuk mengisi kekosongan harinya. ...
