Langit kian kelabu
mentari sembunyi dibalik awan
kabut mengaburi seluruh kota
tangisan deras membasahi bumi
lalu kau mencari atap
terlindung dari kebasahan
Dikala hujan
ada yang terbuai mimpi
ada yang dirundung nestapa
ada yang sabar menanti reda
ada yang risau pada kasihnya
Kadang berkeluh kesah
kadang sumpah serapah pada hujan
tika turun pada waktu yang tidak tepat
bukankah hujan itu rahmat
dari Tuhan pada makhluknya?
Adakalanya hujan membawa bencana
pada hamba yang alpa pada yang maha kuasa;dunia yang sementara
Lewat hujan bumi tak kontang
khazanah masih terpelihara
dari orang-orang haloba
alam mesti dilestarikan
dicurahkan dengan kasih dan juang
sebelum dicungkil oleh tangan-tangan durjana
Hujan tak berarti berpanjangan
masih ada mentari menanti sinarnya
kadangkala pelangi menyapa
sesudah awan melepas bebannya
kembalilah nyaman pelusuk kota.
13/4/2019
ANDA SEDANG MEMBACA
Angin Lalu
PoesíaSebuah puisi aneh yang ditulis oleh manusia aneh yang suka kesendirian,kesunyian dan jauh dari kebisingan pelusuk kota.Nyatanya,manusia aneh ini masih ragu lagi dalam tulisan puisinya,tapi masih tetap ingin menulis untuk mengisi kekosongan harinya. ...
