Begini,di atas bukit sana tempatku berteduh
rumah-rumah bertabur di persekitaran semaksamun
bila hujan badai menderas bumbung merasa terhempas
bila angin mulai kencang tiang terasa longgar
aku bukan mengeluh dengan bukit-bukit yang tak seimbang
ketika harus berpenat lelah mendaki;kembali ke rumah
meski di atas bukit sana
cuma beberapa kerat rumah
kita masih bisa bersua kenal
kita tahu erti susah sejak lama mengenal
terkadang mulut boleh jadi gaduh;
kita masih hidup sentosa,meski tak bertegur sapa
tapi saat bencana menerpa kita memberitahu khabar--
melalui jendela.
Diatas bukit sana.
[14/8/2020]
ANDA SEDANG MEMBACA
Angin Lalu
PoesíaSebuah puisi aneh yang ditulis oleh manusia aneh yang suka kesendirian,kesunyian dan jauh dari kebisingan pelusuk kota.Nyatanya,manusia aneh ini masih ragu lagi dalam tulisan puisinya,tapi masih tetap ingin menulis untuk mengisi kekosongan harinya. ...
