saat berputarnya waktu
kita semakin dewasa yang dulunya masih bermain tanah di bawah kolong rumah
kita tertawa lepas dan kadang bergaduh
kembali berbaik seperti tiada tengkar kemarin
kita yang dulunya berkumpul yang selalu riuh pada malam-malam kelam memecahkan sunyi ; menonton kaca tv kotak di ruang tamu tanpa gajet-gajet di tangan, sungguh klasik
kita yang kini pergi satu persatu terasing dan jauh
ada yang sudah berkeluarga dan sibuk dengan urusan kerja
rumah yang dulunya riuh, sekarang sunyi dan usang
Abah yang garang,sebaliknya penyayang dan lembut
kini pergi dulu bertemu Illahi
mama yang dulunya berleter diam dan sepi
menatap suram foto keluarga
rumah yang dulunya sesak
kini luas dihuni ruang bayu
aku pula cuba menghibur hati jangan terlalu larut rindu
kita yang jauh jangan terlalu hanyut : lupa pada syurga bernyawa
walau sudah terasing
kita tetap keluarga ; mengalir darah yang sama,
keluar di rahim yang sama, meski raga tak searah tapi hati tetap satu
kini dan selamanya.
-rumah yang pernah riuh
[11/8/2020 | selasa]
ANDA SEDANG MEMBACA
Angin Lalu
PoetrySebuah puisi aneh yang ditulis oleh manusia aneh yang suka kesendirian,kesunyian dan jauh dari kebisingan pelusuk kota.Nyatanya,manusia aneh ini masih ragu lagi dalam tulisan puisinya,tapi masih tetap ingin menulis untuk mengisi kekosongan harinya. ...
