Sesudah menyelesaikan makannya, Eunsang membuka ponselnya. Seperti yang ia bilang, ia benar-benar menagih penjelasan pada Junho.
Tadinya Eunsang mau bicara di telpon saja, tapi karena Junho katanya lagi malas bicara akhirnya mereka berdua hanya bicara lewat chat saja.
Eunsang
Woi |
Jurunhorororo
| ya knp sayangEunsang
Setaan |
Cringe lo bi |
Jurunhorororo
| cringe cringe
| sendirinya bilang baby 😘😘Eunsang
Babi 😊 bukan baby |
Jurunhorororo
| ya Allah kk kasar bgt ☹️Eunsang
Bacot |
Kenapa lo ga ngasi tau kalo Ara tuh sepupu lo? |
Jurunhorororo
| yaaa
| lo kan ga pernah nanya atuh ☹️
| kunaon atuh sia 😃Eunsang
Anjiing ya jugaa |
Tapi, kan lo bisa skefo ke gue aja gitu |
Jurunhorororo
| ah males anj. gue ngga mau akuin.Eunsang
Knp |Jurunhorororo
| beda ras. w ras bangsawan darah biru. dia ras babi.Eunsang
Sok rasis lu. Mana ada ras bgitu 😒 |
Jurunhorororo
| awokwokwowkok
| btw knp kok lo kepo bgt?
| hmm.. Aku mencium bau-bau melatiEunsang
Sembarangan |
Lu pikir orang mati 🤡🖕|
Jurunhorororo
| EEEEE. lo kesemsem beneran ya sama Ara?
| cihuyyyy tralala. good luck.Eunsang
Ha? Gak. |
Jurunhorororo
| ditunggu pj nya zheyeng😘🤣
| udah ah gue off mau ngerjain tugas, bye.Eunsang
Matamu pj. Ngaco aja trus jun |
ReadEunsang menghela napas ketika membalas chat dari Junho. Ia mengetuk-ngetuk jarinya di meja. Bersiap mengirim pesan ke Junho lagi.
Eunsang
Jun... |
Emang Ara gimana anaknya ? |Terlambat.
Pesan yang dikirim Eunsang sudah tidak dibaca lagi oleh Junho karena anak satu itu benar-benar mematikan jaringan internetnya.
Cowok itu akhirnya melangkah ke kamarnya dan mendudukkan dirinya di kursi meja belajar. Tangan kirinya tergerak mengambil buku dari dalam tas. Ingin mengerjakan tugas.
Saking fokusnya dengan pertanyaan demi pertanyaan yang ada di bukunya, ia sampai tidak sadar ponselnya yang ada di tempat tidur berdering. Sampai pada dering yang kedua kalinya, ia baru mengangkat panggilan yang masuk.
"Halo?"
"Sa, minggu depan Jinwoo ulang tahun. Tanggal 13 kamu bisa dateng kan?" nada suara seorang perempuan paruh baya terdengar dari ujung sana.
Eunsang mengulum bibirnya dan menjawab, "Eunsang ngga janji Ma, tugas Eunsang banyak."
Eunsang baru saja berbohong. Terdengar helaan napas dari perempuan itu, Mamanya.
"Kalo kamu bisa kamu sempetin datang ya, Jinwoo berharap banget kamu ada disini," ujar Mamanya lagi.
Dan panggilan pun diakhiri.
Oleh Mamanya.
Eunsang mengerjap untuk sepersekian detik kemudian tersenyum kecut.
'Mereka berdua sama aja. Ngga ada bedanya,' ujarnya dalam hati.
Perasaan Eunsang tiba-tiba berganti. Mood-nya turun. Ia merasa suram sekarang. Setelahnya ia menunduk dan mengambil kotak kecil berukuran 10x10 cm dari dalam laci meja belajarnya. Ada beberapa potong coklat di dalamnya.
Eunsang punya kebiasaan memakan coklat hitam ketika perasaannya buruk atau lagi sedih. Rasanya agak pahit, tetapi Eunsang sendiri tidak pernah sama sekali merasa pahit ketika memakannya.
Seseorang pernah mengatakan padanya, bahwa saat sedih semua yang terasa pahit di lidah akan terasa manis. Makanya ketika Eunsang memakannya, ia hanya merasakan manis sebagai bentuk pengalihan dari suasana hatinya.
Arah pandangan matanya teralihkan ke kertas foil coklat dekat kotak coklatnya tadi. Eunsang mengeluarkannya dari laci.
Kertas kusut itu sudah berbentuk. Bentuk pesawat.
Ia mengingat orang itu lagi. Lantas, sebuah senyuman tipis terukir di wajah Eunsang malam itu. Eunsang masih mengingat setiap detailnya. Berkat orang itu, dunia yang ia rasa hancur pada saat itu tidak menjadi terlalu buruk karena orang itu datang.
Padanya.
"Lo masih ingat ngga ya?" Ia berbicara sendiri. Menanyakan pertanyaan ke pesawat kecil itu. Setelahnya ia kembali fokus mengerjakan tugas sekolahnya.
to be continued
🍒💚

KAMU SEDANG MEMBACA
SHELTER «Lee Eunsang»
Fanfic❝Kalo ada apa-apa tuh bilang.❞ - Lee Eunsang ❝Yaudah santai dong, ga usah ngegas.❞ - Shin Ara Everyone was pretend to hide their own pain. There is a story behind. Just ease. Slowly. warn⚠️ °contains harsh words, typo, baku - non baku, etc °latar...