Ketenangan wooseok di kamarnya terganggu dengan suara-suara aneh dari rumah sebelah. Entah itu suara dangdutanlah, teriakanlah, panci jatuhlah.
Wooseok akhirnya memutuskam untuk membuka jendela kamarnya. "WOY TETANGGA SEBELAH! KURANG RIBUT APA SEH?! SEKALIAN PECAHKAN SAJA PIRINGNYA BIAR RAMAI!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Anggep mukanya wooseok kek gitu)
Teriakan wooseok bukan saja mengundang para tetangga tapi juga seluruh penghuni kosan babeh dongwook.
Seungwoo kemudian memasuki kamar Wooseok diikuti dengan anak bebeknya. "Ada ribut-ribut?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Eh tetangga! Kalau piringnya di pecahin gue makan pake apa lagi hah?!" Seseorang tiba-tiba muncul di jendela rumah sebelah. Dia, Byungchan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bening juga!" celetuk Seungyoun yang membuat wooseok menatapnya tajam.
Kemudian teman si tetangga muncul. "Eh ada apa nih? Kok ribut-ribut. Kenalan dulu dong, gue Lee Jinhyuk."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.