***
marvel dan fani sibuk mencari maudy karena dari tadi ia tidak ada didalam kelas juga ditoilet, fani dan marvel sudah mencari diseluruh ruangan tetapi tidak ketemu juga
fani sempat berhenti karena ia menoleh kejendela hujan begitu deras dan juga tiupan angin. fani khawatir dimana maudy sekarang, fani berpikir takutnya maudy melakukan yang sama saat masa lalunya dulu
"fan" panggil marvel membuyarkan lamunan fani
hm?
marvel mengerutkan keningnya
fani menatap lagi ke jendela dan ia melihat gedung gedung tinggi disana. Beberapa detik fani mengingatkan sesuatu ia mengingatkan gedung sekolahnya. ia mengingatkan bahwa maudy sangat suka di di area damai yaitu di atas gedung
"vel sekarang lo ikut gue" ajak fani
"kemana?"
"atas gedung"
"mau ngapain, diatas hujan fan"
"udah lo ikut gue aja kalo nggak ya udah"
***
maudy masih ditempat, ia berhenti menangis dan berdiri pakaiannya basah semua, wajah maudy terlihat pucat bibirnya membiru begitu juga matanya yang bengkak karena menangis.
maudy berjalan melangkahkan kakinya sedikit demi sedikit, ia menatap awan awan yang gelap dan ia tiba tiba berhenti di tepi pembatasan jika ia kehilangan keseimbangan bisa bisa maudy jatuh dari gedung tersebut
maudy mengingatkan masa kelamnya saat berdiri di tepi pembatasan gedung. ia niat untuk bunuh diri dari lantai atas hingga kebawah tetapi saat ia ingin mengingatnya lagi kepala maudy serasa sakit sangat sakit dari yang tadi
lengan maudy memegang kepala nya yang sakit dan tidak lama kemudian kepalanya tidak sakit lagi. maudy menatap lurus tanpa menghiraukan ia akan jatuh atau tidak
air mata maudy mulai mengalir lagi dan membasahi pipinya. apakah ini terlalu cepat?, apakah hidupku akan tenang?
dada maudy serasa sesak, lehernya serasa ada yang mencekiknya. maudy memejamkan matanya
fani berlari menaiki lift sekolah bersama marvel yang mengikutinya tiba di kelas atas mereka menaiki tangga tempat gedung atas. sampai di gedung atas fani segera membuka pintu tersebut
maudy merentangkan kedua tangannya
fani dan marvel membulatkan matanya, ia segera menerbos hujan, mereka tidak menghiraukan bajunya akan basah atau mereka akan sakit. sekarang mereka sedang mencegah maudy untuk tidak melakukan bunuh diri seperti masa kelamnya
maudy melangkahkan kakinya dan mulai untuk terjun kebawah
***
tiba tiba piring yang dipegang worra pecah, ia segera mengambil pecahan piring tersebut
"stt aww" meringis kesakitan
jari telunjuknya berdarah terkena pecahan piring. ia berfirasat buruk, worra segera mencuci jarinya yang telah dilumuri darah tanpa perih sedikit pun
worra pergi keruang tamu dan duduk disofa, ia menelpon salah satu guru maudy. entah kenapa tiba tiba perasaan worra tidak tenang. dari tadi juga ia memikirkan tentang maudy apa ada masalah dengan maudy? apa penyakitnya kembali lagi?
worra menekan tombol telepon rumah untuk menghubungi salah satu guru maudy
"ya saya bu danti disini. dengan siapa?" tanga bu danti ditelepon

KAMU SEDANG MEMBACA
DEPRESI [Maudy]✔
Teen FictionMaudy Alincia anak cantik, yang ceria, dan ramah kepada semua orang, kecuali kepada marvel. mereka sering sekali berantem dikelas, walaupun yang mulai itu Maudy, Marvel tetap dingin menghadapi anak itu disaat kedua orangtuanya berpisah, sikap maudy...