Budayakan vote and comment setelah membaca!
Yang siders dan ga mau ngevote gue sumpahin jempolnya kaku sama kapalan 4 jam!!!
Setelah berbincang dengan Alanis dan tentu saja Helen akhirnya pada malam hari Anes pulang ke rumahnya diantar Helen. Sebenarnya Helen sangat enggan untuk mengantar gadisnya itu pulang tapi dia harus melakukan itu.
Helen pasti akan merasa kesepian setiap malam nantinya karena ia terbiasa selama satu minggu ini bersama Anes.
Helen memarkirkan mobilnya tepat didepan rumah Anes. Dia masih menatap kedepan tak menoleh pada Anes yang sedang sibuk membuka seatbelt.
"Kak" panggil Anes.
Helen menoleh dan Anes bisa melihat wajah gusar dari Helen, Anes meraih tangan Helen "jangan sedih, nanti aku bakal sering kesana kok".
Helen mencoba tersenyum "iya".
"Mau mampir?" tanya Anes.
"Udah malem, kamu juga pasti mau temu kangen sama keluarga kamu. Besok aku jemput ya?".
"Gak usah-".
"Aku pengen sama kamu terus, boleh yah" potong Helen.
Anes mendesah lalu mengangguk, sebenarnya dia senang jika Helen mau menjemputnya.
"Sana masuk!".
"Ngusir?".
"apa mau aku bawa balik ke apartemen lagi?" tantang Helen.
"Maunya situ itumah, yaudah aku turun. kakak hati-hati dijalan. Jangan ngebut situ bukan pembalap" nasehat Anes.
"Iya bawel, gih sana masuk".
Akhirnya Anes keluar dari dalam mobil Helen. Helen membuka kaca mobil dan melambaikan tangannya yang di balas Anes.
"See you tomorrow baby" ucap Helen yang membuat Anes tersipu malu mendengar kata baby.
"See you kak".
Helen mulai menjalankan mobilnya dan Anes menunggu hingga mobil Helen hilang dari penglihatannya. Anes memasuki rumahnya dan melihat papa serta mama nya diruang tamu.
"Assalamualaikum" salam Anes.
"Wa'alaikum salam" balas kedua orangtuanya.
Anes memeluk mamanya manja "ikh kangen banget, kenapa lama banget sih disana" rajuk Anes.
"Kan kerjaan disana numpuk sayang" balas sang papa.
Anes berganti memeluk papanya "kangen"manjanya.
Papanya mengelus rambut Anes dengan sayang "papa lebih kangen sama anak gadis papa ini".
"Abang mana?"
"Abang kan masih di Singapore, paling seminggu lagi balik" ucap mamanya.
Anes mengangguk lalu kembali bermanja kepada papanya. Dia memang sangat manja kepada orangtua dan abangnya. mungkin efek anak bungsu yang memang selalu manja.
**
Helen sudah berdiri didepan gerbang rumah Anes, seperti janjinya dia menjemput Anes pagi ini. Satpam sedang memanggil Anes didalam sana.
Helen membuka kacamata hitamnya saat Anes sudah berada didepannya.
"Pagi anak kecil" sapa Helen tersenyum manis lalu mengacak gemas rambut Anes.
Anes merengut kesal karena rambutnya acak-acakan "pagi kak. Ish acak-acakan tante".
"biarin kamu tetep cantik".
KAMU SEDANG MEMBACA
KvC
Teen FictionSeorang CEO muda dan cantik yang jatuh cinta pada seorang gadis muda yang berstatus sebagai seorang pelajar SMA. Siswi populer dengan jabatan Ketos, idola satu sekolah. Dapatkah Helena si CEO dingin menaklukan gadis muda yang juga memiliki sifat din...
