17

435 71 9
                                        

saat ini mayat chaeyoung sudah berhasil ditemukan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

saat ini mayat chaeyoung sudah berhasil ditemukan. mereka lega, tetapi rasa takut juga masih menghantui.

"bentar ... katanya mayat seungmin juga ada di sini, kan?" ujar jungmo sembari melihat ke sekeliling ruang berlatih.

"berarti mayat seungmin ada di ruangan yang berbeda. gila, jaemin kayaknya sengaja ngerencanain ini, kita harus cari-cari lagi," cetus soobin.
































































"bukan ... bukan jaemin, tapi gue," gumam seseorang di antara mereka berenam.


















"tapi sebenernya semuanya salah."










































"ayo, kita cari." hwang lebih dulu berjalan mencari keberadaan mayat seungmin, kemudian disusul oleh yang lain.

kecuali dua laki-laki yang berada di paling belakang.

"jinyoung," panggil soobin yang sedari tadi berada di samping jinyoung.

yang merasa memiliki nama pun menoleh, mengernyit bingung.

"ikut gue," tukas soobin sebelum akhirnya mencengkram pergelangan jinyoung, lalu menarik pria itu berjalan ke luar.

"lo apa apaan sih?!" keluh jinyoung menaikkan intonasi.

namun soobin tidak mempedulikannya, ia terus menarik jinyoung, membawanya ke sebuah tempat.

kini soobin dan jinyoung sudah berada di dekat danau, tepatnya di balik pohon yang cukup besar.

"sorry, gue mau di sini aja biar yang lain ga denger." soobin segera melepaskan pergelangan jinyoung.

"ck, apa? buruan." jinyoung mendecih lantaran dirinya merasa dipojokkan.

"lo bukan yang bunuh seungmin, kan?" tanya soobin tanpa basa-basi lagi.

raut jinyoung yang semulanya menegang kini malah berubah menjadi datar dan tak acuh.

"kayaknya beneran ini waktu yang tepat buat gue jujur," tuturnya melirih.

"jujur apa? jujur kalo beneran lo yang bunuh?" emosi soobin semakin bergejolak.

"tunggu, gue belum selesai ngomong," balas jinyoung yang ikut kesal.

soobin terdiam, menunggu laki-laki di hadapannya itu untuk membuka suara kembali.































































































PRACTICE ROOM. ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang