Silakan pencet bintang (⭐) di bawah sebelah kiri💚
Jadilah pembaca yang bijak.
Thanks!
•
From,
Unjin❣ : Mbak udah plang?
To,
Unjin❣ : Ya. Buru jmput. Hati-hati.
Balasan 'ok' dari Hyunjin buat kamu taruh ponselmu di atas pahamu dan tunggu dia di halte depan kampus.
Sekitar 10 menit kemudian mobil hitam berhenti di depanmu. Kaca di depanmu terbuka, menampilkan seseorang yang ga pernah kamu duga bakal di sini. Lagi.
"Belom pulang?"
"Lagi nunggu Hyunjin," jawabmu dengan senyuman.
Dia turun dari mobil dan samperin kamu yang malah tambah ga nyangka. "Kakak ngapain di sini?" tanyamu.
Johnny duduk di samping kamu. "Udah kabarin adek kamu?"
Malah nanya balik.
Kamu ngangguk. "Kakak ngapain di sini?" ulangmu lagi.
Johnny dengan santainya bilang, "tungguin kamu."
Ya, oke. Kalian sama-sama diem. Padahal saat pertama kali ketemu aja senyum-senyum ga jelas. Sekarang kayak orang ga kenal.
"Bentar lagi hujan. Adek kamu bawa apa?"
"Ha? Oh, mobil kok." diem lagi. Akhirnya kamu beraniin nanya. "Serius Kakak ngapain di sini?"
Johnny noleh ke kamu. Duh, kamu jadi deg-degan sendiri gini gimana ceritanya?!
"Saya kan bilang tungguin kamu. Nggak denger ya?"
"Eng-enggak, bukan gitu. Emang Kakak ga ada kerjaan gitu, ga enak akunya kalo emang iya,"
"Kamu ga usah pikirin saya, gapapa kok."
Huft, ya udah terserah.
Kalau dilihat-lihat, Johnny itu keren kalau pakai jas gini. Pantas aja tadi di kantin dilihatin gitu. Bahkan Yeri aja sampai diem. Ga berani komen.
Auranya itu loh, beda. Ga kayak pas kamu temuin pertama kali.
"Oh iya, saya ehm—"
"Kenapa Kak?"
Johnny tutup mulutnya lagi. Dia bingung musti mulai dari mana dulu.
"Enggak."
Kamu cuma manggut, ini kenapa semakin canggung astaga!
Tin! Tin!
Kamu hela napas pelan. Hyunjin penyelamatmu kali ini.
"Kak, itu Hyunjin udah dateng. Duluan ya,"
Si Johnny ikut bangun pas kamu mau nyamperin Hyunjin. "Oh, iya."
Kamu masuk ke mobil putih yang biasa kamu bawa kuliah, terus kamu turunin kaca mobilnya. Kamu tengok ke luar, dan dadahin Johnny dari dalam.
"Makasih ya Kak! Nanti hati-hati di jalan! Daahh!"
Dan mobilmu melaju seiring kaca mobil yang kamu tutup setengah.
Johnny udah ga bisa mikir lagi. Dia masih aja terpaku sama mobil kamu yang menjauh. Rasanya mau senyum ke kamu tadi itu susah, jantungnya ga main-main detakannya. Takut salah ngomong dan bikin tambah canggung.
Dia urungkan perihal minta nomor teleponmu, sampai dia akhirnya—lagi, ga kesampaian.
"Ah bego anjir!"
***
Di perjalanan pulang, Hyunjin tanya ke kamu. "Om tadi siapa?"
Otomatis kamu noleh ke dia. "Sembarangan! Nggak setua itu!"
Halah. Pertama kali juga gitu.
"Emang tahu umur berapa?" Hyunjin lirik sekilas kamu yang lagi tatap dia kesel.
"Enggak."
"Tuh!"
"Jangan bilang gadu— A-AH! ADUH IYA SAKIT MBAK IH!"
"Makanya jaga mulut!"
"Iyaaaa, tapi jewerannya lepasin astaga Mbak.. Hyunjin nyetir ini aduh!"
Dan sampai rumah, Hyunjin pun langsung ngadu ke ibu soal kebrutalan kamu di jalan.
'Ampas Hyunjin. Jadi gue yang kena.'
—
Tbc.
Jum, 4 okt. 2019
And for you all, thank you, always. Buat yang udah votment dan sebagainya. I really thankful!
Jangan lupa buat selalu votment ya?
고맙데이 💚
Love
E
Publish: 9 december 2019
P.s: jatahnya up tanggal 12 tapi karena aku pusing, jadi aku up-in aja hari ini ):
KAMU SEDANG MEMBACA
Om John! | JS
Fanfiction[ Season 1 ] Gimana jadinya kalau Johnny yang kaku jadian sama kamu yang kelewat humoris? Lalu usaha apa yang dia berikan untuk buat Hyunjin- merestui hubungan kalian? • "Loh Om kok di sini?" "Om lagi saya cium sekarang.- Saya pacar kamu bukan Om." ...
