[ Season 1 ]
Gimana jadinya kalau Johnny yang kaku jadian sama kamu yang kelewat humoris? Lalu usaha apa yang dia berikan untuk buat Hyunjin- merestui hubungan kalian?
•
"Loh Om kok di sini?"
"Om lagi saya cium sekarang.-
Saya pacar kamu bukan Om."
...
Hari ini, kamu tengah jalan-jalan bareng sama ketiga temanmu di mall. Biasa lah, sekedar cari makan sambil lihat-lihat barang yang sekiranya menarik buat di beli dengan uang tabungan. Memang ya, seharusnya kan di simpan aja gitu buat hal penting lain daripada di belanjakan untuk kepentingan pribadi yang nantinya ga bakal di butuhkan banget. Heran kamu tuh kadang sama diri sendiri.
"Kenyang~"
"Tolol. Lo habis makan ya kenyang lah Joy, sadar otak dong, di pake makanya."
"Siyalan Anda." desis Joy ke Yeri yang pasang muka tak acuhnya. Kamu sama Mina cuma anggap ga pernah dengar apapun. Anggap ga kenal juga ga masalah. Kalau udah baku hantam, jambak-jambakan, pasti juga kalian tinggal anak dua itu. Pokoknya yang paling adem ayem pas Joy-Yeri adu bacot itu adalah kamu sama Mina.
Pawangmu di antara mereka itu emang Mina soalnya, hehe. Kalau Mina ga ada, duh siap-siap aja deh malu-maluin nama keluarga karena terlalu ricuh di semua tempat.
"Udah woy! Ah elah!" serumu. Sumpek sendiri jadinya. Untungnya Joy-Yeri mendengarkan. Meskipun masih saling ejek tanpa suara.
"Mumpung udah kenyang, cari baju yuk?" ajakmu.
Mina ngangguk. "Gue juga butuh baju nih, skuy!" kalian jalan duluan, tinggalkan Joy-Yeri yang masih saling sikut-sikutan seiring kakinya yang melangkah di belakangmu.
Udah. Anggap aja mereka musnah. Kamu udah capek.
***
"Ah sayang banget njir tadi. Untung gue inget badget di dompet." kecewamu mengerucutkan bibirmu beberapa senti ke depan.
Yeri mencibir seiring tangannya yang menoyor kepalamu hingga buat kamu oleng ke kanan. "Bangsat! Yeri!"
"Ya maap dong, lihatnya bagus sih. Kan jadi pengin..." kamu mewek tapi segera di elus kepalamu oleh Mina.
"Udah... Nabung aja sana. Ntar juga kebeli."
"Aduh! Terharu nich akoh di perhatiin sama kamoeh! Unch~"
"Jijik bangsat!"
Dan tampolan dari Joy mengawali sesi baku hantam antara kamu, Joy, serta Yeri yang serius Mina males buat ngelerai.
'Mau gue tinggal tapi khawatir mall-nya ntar roboh. Di biarin sampe pulang juga kok gue ribet sendiri? Ck, kampret emang.' batin Mina nelangsa.
***
"Pak, semuanya sudah saya kirim."
"Oh? Udah semuanya?"
"Iya Pak. Totalnya—"
"Saya nggak perlu tahu totalnya. Pokoknya barangnya sampai dengan selamat seperti yang dia harapkan nggak masalah. Nanti gajimu saya tambah ya, makasih."
"Baik Pak, terima kasih."
Tutt.
Johnny, cowok itu menghela napas lega. Menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi kantornya kemudian tersenyum kecil.
"Semoga kamu suka ya,"
Di samping itu, kamu yang baru sampai di rumah bingung dengan apa yang kamu lihat di depan pintu rumahmu. Dahimu berkerut, membatin, kira-kira apa dan siapa pengirimnya?
Apa Ibu atau Ayah yang pesan sesuatu? Atau malah Hyunjin adikmu? Ah masa bodoh. Kamu membawa masuk plastik berisi kotak persegi itu dan akan menanyakannya pada Ibu yang kebetulan ada di dapur.
"Bu, ini punya Ibu?"
Ibumu menoleh. "Hm? Dari siapa? Ibu nggak lagi order apa-apa kok, kamu palingan?"
"Enggak. Apa Hyunjin ya?"
Ibu menggeleng. "Kayaknya bukan deh Kak, kan Hyunjin kalau mau pesen apa-apa bilangnya ke kamu kalau nggak Ibu. Buka aja deh siapa tahu kamu kelupaan."
Akhirnya kamu mengangguk dan mulai membuka kotak itu. Seketika, matamu membulat di iringi ucapanmu yang terbata ga nyangka.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Loh?! I-ini kan— sepatu yang aku pengin tadi! Kok bisa?!"
Jadi— siapa yang memberimu itu?
—
Tbc.
Wed, 5 february 2020
Pasti tahu jawabannya kan? Wkwk
And for you all, thank you, always. Buat yang udah votment dan sebagainya. I really thankful! Jangan lupa buat selalu votment ya?