Sebelumnya aku mau kasih tahu kalian kalau masih ada sesuatu yang Alan sembunyiin dari Ashwa. Mungkin ada beberapa yang sadar apa yang masih Alan sembunyiin karena aku pernah bahas di beberapa part awal. Tapi untuk lebih jelasnya bisa baca di extra part versi novel nanti, insya allah. Untuk update ini, aku kasih salah satu extra part yang akan bikin kalian penasaran hohoho
selamat membaca ❤
***
Hari ini, kehamilan Ashwa sudah memasuki usia dua minggu. Mereka sudah kembali ke rumah di Jakarta dengan perasaan berbahagia. Namun bukan hanya keduanya saja yang berbahagia. Linda, Daud dan Richard pun turut merasakan kebahagiaan itu dari putra dan putri mereka satu-satunya. Mereka akan menjadi kakek dan nenek.
Hari ini, dengan beralasan ingin menjaga dan menemani istrinya, Alan tidak pergi bekerja, bahkan ia sudah memutuskan untuk libur bekerja sampai kandungan Ashwa menginjak usia tiga bulan. Jadi Alan menyerahkan segala pekerjaannya pada orang kepercayaannya. Ashwa bahagia mengetahui kalau Alan selalu memprioritaskan dirinya. Namun dia juga tidak bisa membenarkan keputusan Alan yang lari dari tanggung jawabnya sebagai seorang atasan. Harusnya Alan bisa menjadi suami dan atasan yang bertanggung jawab. Tapi meski sudah Ashwa ceramahi, Alan tetap bersikeras untuk berlibur dan menemaninya sampai waktu yang sudah Alan tentukan.
Pagi ini, Ashwa sedang merapihkan lemari pakaian Alan. Karena ternyata, pakaian yang Alan bawa saat di pulau itu belum ditata lagi oleh Alan, Alan juga tidak mengatakan padanya untuk menatanya kembali ke lemari, jadi Ashwa tidak tahu kalau ternyata pakaian itu masih ada di dalam koper.
Selagi Ashwa meletakkan baju-baju itu, Alan di bawah sedang berusaha memasak sesuatu untuknya sarapan. Tadinya Ashwa ingin ikut membantu, namun Alan tak memperbolehkannya untuk melakukan itu. Jadi Ashwa mencari kegiatan lain yang lebih bermanfaat dan tidak terlalu melelahkan, karena dokter menyuruhnya untuk jangan melakukan aktifitas berat diusia kandungannya yang masih sangat muda.
Saat menaruh pakaian-pakaian itu di lemari, Ashwa menemukan sebuah box yang diletakkan di bawah celana-celana Alan hingga box hitam itu hampir tak terlihat. Ashwa tentu dibuat penasaran karena keberadaan box itu seperti sengaja disembunyikan oleh Alan. Ia pun megambil celana-celana yang terlipat menutupi box tersebut dan menaruhnya di lantai. Namun, saat Ashwa hendak mengambil box-nya, suara Alan yang sepertinya masuk ke dalam kamar membuatnya terkejut.
"Sayang, masakan Mas udah mateng. Kamu lagi apa?"
Wujud Alan akhirnya terlihat menyembul dari balik pintu. Alan pun bertanya lagi ada Ashwa, "ngapain?"
"Masukin baju Mas ke lemari."
Mendengar jawaban itu, Alan langsung berjalan maju. "Gak usah, nanti biar Mas yang rapihin. Ayo sarapan dulu," ajaknya, dan membuat Ashwa mau tak mau mengikutinya sampai ke meja makan.
"Nanti kalau Mas udah masuk kerja, kita sewa asisten rumah tangga aja, yah?" tanya Alan, sembari memperhatikan Ashwa yang sedang menuangkan air untuknya.
"Gak usah ah, Mas. Ashwa masih bisa ngelakuin semuanya sendiri."
"Mas tau. Tapi Mas gak mau ngelihat Ashwa cape. Rumah ini besar, emang harusnya dari awal Mas ambil ART, tapi kamu gak ngizinin."
"Karena Ashwa gak biasa kalau ada orang lain di rumah selain keluarga. Risih jadinya."
Apalah daya Alan yang memiliki banyak sekali asisten rumah tangga di rumah lamanya. Sekarang Alan hanya diam, ia yakin membujuk Ashwa sekarang tak akan ada artinya.
"Mas kok bisa masak?" tanya Ashwa, saat ia baru saja menyuapkan nasi goreng telur mata sapi ke dalam mulutnya.
"Kadang bisa, kadang enggak. Untung-untungan aja, sih. Kadang enak, kadang enggak."
KAMU SEDANG MEMBACA
Mengejar Cinta Ashwa [SELESAI]
RomanceROMANCE - COMEDY "Kenapa gitu? Cuma karena gak shalat subuh saya jadi gak bisa halalin kamu? Kalau gitu besok saya shalat subuh, terus ke sini lagi sekalian bawa penghulu." *** Bagaimana jadinya kalau kamu disukai dan dikejar-kejar oleh seorang peng...
![Mengejar Cinta Ashwa [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/196033096-64-k272561.jpg)