Ursa pernah bangun dengan keadaan yang lebih buruk dari ini, nilai dari satu hingga sepuluh, keadaannya pagi ini hanya mencapai enam, masih rata-rata, tak ada apa-apanya ketimbang bangkit dengan seluruh badan yang sulit digerakkan, tak bisa meminta tolong, tak mampu merangkak hingga dua jam kemudian berhasil meraih ponsel dan menghubungi ambulans.
Setelah menelan tiga kali lipat dosis anjuran dokter, Ursa merasa paginya seperti orang yang baru terbangun dari mabuk berat semalam, penilaian ini didasari oleh pengetahuan dari film. Perutnya mual bukan main dan dunianya seperti berputar, ia meraih ponsel, memeriksa jam yang baru menunjukkan pukul enam tiga puluh pagi.
Ada yang berbeda, Ursa melihat ke sekeliling, menyadari gitar akustik di sudut ruangan berpindah ke atas karpet. Aroma kamarnya sedikit berbeda, seperti aroma manis anggur dan cerutu. Dan yang terpenting, aroma makanan. Tidak biasanya aroma makanan lezat tercium di apartemennya, Rindang pun paling hanya menyeduh mie cup sebagai sarapan.
Kesimpulannya, dengan kaki kanannya Ursa menyingkirkan selimut, ibunya pasti datang dan prihatin dengan keadaan dua gadis yang melawati paginya dengan mie instan.
Di dapur yang jarang terjamah itu berdiri sosok wanita awal lima puluhan dengan rambut cokelat hasil rekayasa salon yang digelung rapi, riasan mahalnya takkan luntur hanya karena memanggang bola daging, apron cokelat melapisi kaus dengan logo huruf C berpunggungan yang belum masuk offline store resmi di Indonesia, serta anting-anting mutiara kemerahmudaan yang teramat mencolok untuk dikenakan di dapur, siapa lagi kalau bukan ibunya, Ursula Harahap.
"Duh, anak perempuan baru bangun, untung Papi nggak lihat, Cha, kalau lihat, habis kamu diceramahin deh!" ia menepuk-nepuk punggung tangan Ursa yang melingkari perutnya sebelum berteriak lebih nyaring dari teriakan Sashi saat melarang Aru. "Lilin, sarapan dulu! Awas kalau nggak sarapan!"
"Iya, Mi!" Rindang menyahut dari arah kamarnya, sibuk merapikan rambut bobnya yang masih keras kepala menolak rapi, seperti pemiliknya.
Meski di belakang mereka mengejek Ursula dengan sebutan Inang Ursula lantaran setiap datang diikuti keributan seperti Inang-inang yang masih menguyah sirih di pelosok Medan, di depan orangnya mereka memanggil seperti yang Ursula anjurkan, Mami, membuat wanita yang berangan-angan memiliki banyak anak tersebut sedikit terobati dengan keributan teman-teman putrinya.
"Kamu gimana check up-nya? Dokter Eros bilang apa?"
Tiba-tiba Ursa menjaga jarak tanpa menjauhkan tubuhnya. "Ya, gitu aja sih. Jangan stres, jangan angkat beban berat, biasa deh, bawel."
"Enggak ada yang mesti diperhatikan gitu? Kayak makanan kamu atau jam istirahat atau resiko lain yang harus Mami tahu?" Ursula memutar tubuhnya, meletakkan lima bola daging pada enam piring berbeda yang sebelumnya sudah diisi kentang tumbuk, kacang polong, brokoli rebus, dan wortel rebus.
Ursa hanya menggeleng, menolak bicara, takut ketahuan. "Ini Mami masak banyak banget, enggak salah hitung?" kalau acara kunjungan di pagi hari dan memasakkan sarapan, biasanya hanya ada lima piring.
"Sashi sama Aru nggak ke sini apa?" Ursula melihat jam tangannya, satu jam lagi Sashi harus sudah berangkat ke kantor. "Enggaklah," kemudian ia berbalik menghadap putrinya dengan dua tangan di pinggul. "Mami mau ngomong satu hal,"
Mampus! Biar eksentrik begitu, ibunya punya indera keenam yang mengerikan, terutama jika menyangkut anaknya. Pasti Pak Eros ember nih mulutnya bilang ke Mami! Ursa sudah menyiapkan diri jika ibunya bersikeras memangkas sebagian jadwal klien yang sudah tersusun rapi agar dirinya bisa istirahat lebih banyak.
"Kalau kalian udah saling suka, mending langsung nikah aja deh," ujar Ursula enteng dengan senyum yang dipaksakan untuk tidak hadir dalam percakapan, seolah, serius pagi itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
URSA [Terbit]
Chick-Lit[SUDAH TERBIT] Pada usia seperempat abad, menurut orang-orang, seharusnya berada di puncak vitalitasnya dan menghabiskan waktu di luar ruangan. Seharusnya jatuh cinta pada pria lajang yang bisa diajak menikah. Bukan bolak-balik rumah sakit lantaran...
![URSA [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/199712176-64-k746125.jpg)