Happy reading💕
.
.
Sampainya di sekolah hujan sudah reda, Refan keluar dari mobil, berlari memutari mobil dan membukakan pintu untuk gadis itu. Gadis itu keluar dan langsung digandeng refan.Disepanjang koridor banyak siswa yang melihat mereka dengan tatapan yang bermacam-macam ada yang iri ada juga yang kagum dengan mereka, tapi mereka sudah terbiasa dengan semua itu.
Sampai nya didepan kelas X Ipa 2 Refan langsung menghentikan langkahnya dan menghadap ke arah gadis itu,
"sekolah yang bener ya Tasya Fransiska" Refan mengacak sayang rambut tasya sambil tersenyum manis.
Tasya yang diperlakukan seperti itu langsung merasa panas dipipinya sambil senyum-senyum malu.
"pipinya merah tuh.. hahaha"
Refan menggoda Tasya dan tertawa karna melihat pacaranya yang sedang blushing.
"iiihhhh,, apa an sih,, sana pergi ke kelas hus.. huss"
karna merasa malu tasya mengusir Refan dengan mendorong-ndorong tubuh Refan dengan pelan.
"iya-iya" Refan terkekeh lalu pergi sambil melambaikan tangan ke Tasya
"dadaah sayang, nanti istirahat aku tunggu di kantin!" .
Tasya sangat merasa beruntung karena mempunyai pacar seperti Refan, badan tinggi, berkulit putih, hidung mancung, tapi tidak sesempurna seperti tokoh yang ada di novel novel yang sering dia baca. Tapi Tasya sangat menyayangi Refan, entah apa jadinya hidup Tasya kalau tanpa Refan, membayangkan nya saja sudah membuat kepala kecil Tasya merasa pusing.
Tasya mengangguk dan langsung masuk kelas dengan senyum yang masih menghiasi bibirnya.
"ciee,, yang dianter kekelas sama pacar mah bawaannya pengen senyum senyum terus" Tina menggoda tasya yang sekarang duduk di sebelahnya.
"apa an sih lo, makanya cari pacar sana biar ada yang nganter, idup kok ngejomblo terus, nggak bosen apa?" ledek tasya pada tina.
"wah wah, bener tuh hahahahah" Lia pun ikut memojok kan Tina.
"yyeeyyy,, lo sendiri juga jomblo dodol, pakek ngetawaain orang segala, ngaca dulu sana hahahhah..."
Ucap Tasya sambil menoyor pelan kepala Lia.Seketika lia langsung diam. Menatap Tasya dan Tina secara bergantian lalu menghela nafas pasrah.
Tina mengadahkan tangan nya lalu berdoa,
"tuhan,, semoga kejombloan ini hanya prank, aammiinn"
Tasya tertawa sangat keras sampai terdengar satu kelas karena mendengar doa Tina sampai membuat perutnya sakit.
"apa yang kamu ketawakan Tasya?",
tanya Bu Dyah yang sudah berada di depan meja Tasya.
Tasya langsung diam mematung,dan menoleh "aa..anu..bu",
"anu apa hm?"
Tina menahan tawa melihat Tasya yang sedang di introgasi oleh Bu Diyah.
"ii..iitu.. saya kebelet pipis, permisiii buuuuk" Tasya langsung ngacir pergi keluar kelas.
Bu Diyah hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Tasya.
"Oke anak anak, kita lanjutkan pelajaran kita minggu lalu"
Seketika satu kelas merasa lemas karena harus kembali bergulat dengan rumus rumus mtk yang sulitnya nauzubillah.
Skip
Krriingg...kriinngg..
"Akhirnya,, berakhir sudah penderitaannya Tina,, haaahhh, sumpah ya ini kepala rasa nya mau pecah dengerin penjelasannya Bu Diyah, mana kagak paham lagi"
Tasya hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan sahabatnya yang satu ini, salalu mengeluh saat diajar mtk.
"huufftt,, mana ni perut terus berdering , tanda peringatan harus segera diisi nih kaya nya" sambung lia sambil menepuk-nepuk perutnya.
Tasya terkekeh " yaudah lah ya, daripada ngeluh terus kek gitu mending kita ke kanting sekarang, sebelum cacing-cacing di perut gue ini pada demo",
"kuy lah,, anak-anak yang lain pasti udah pada nunggu" sahut Tina dengan bersemangat saat mendengar kata kantin.
.
.
.
.
.
Jangan lupa vote😀
💞

KAMU SEDANG MEMBACA
Di Kala Hujan
AcakSeoarang gadis yang selalu ceria, mebuat orang yang didekatnya tertular oleh kebahagiaan nya. Tanpa orang tau di balik senyumannya yang manis dan sikap yang selalu menghibur orang ada kepedihan yang selalu membuatnya menangis saat dia sendirian. Huj...