8. Kencan

66 15 0
                                    

Happy reading💕
.
.
Tasya menuruni tangga sambil menenteng slimbag nya. Sekarang pukul 18.45 dan berati 15 menit lagi Refan akan menjemputnya. Tasya sudah siap dengan pakaian yang simple, Dia hanya memakai jeans hitam kaos putih polos dilapisi dengan jumper warna pink, sneakers putih, dan slimbag warna hitam sebagai pelengkap.

"udah wangi aja, mau kemana sih dek?" Tino memperhatikan Tasya yang sudah duduk disampinnya. Sekarang keluarga besar Tasya tengah berkumpul dan sedang menonton tv.

"mau kencan lah bang, kan Tasya punya pacar!" sindir Tasya dengan wajah tak bersalahnya.

"pacar 1 aja dibanggain, besok Abang bawa 5 pulang kerumah" ucap Tino yang tak mau kalah.

"gilaaa, itu pacar apa anak kucing?, banyak bener. Abang mau jadi playboy ya?, aduuuuh Baaang jangan deh, boro boro 5, Tasya yakin satu aja belum tentu ada yang mau sama abang"

Pletak

Tino menjitak kepala Tasya.

"ngremehin banget sih!" Tino merasa kesal dangan ucapan Tasya.

Tasya memajukan bibirnya dengan tangan mengelus ngelus kepalanya,
"Ayaaahhh, Bang Tino nakal!!"

Tasya langsung memeluk sang Ayah yang berada disampingnya.

"udah ah jangan berantem terus, kamu dek jangan ganggu Abangmu terus!"

Ucap sang Bunda.

"bener tuh" sahut Tino.

Tasya yang berada dipelukan Ayah semakin merasa kesal, dan semakin memajukan bibirnya.

"kamu juga Tino, udah diem aja, jangan dimasukin kehati omongannya Tasya!!"

Tino yang tadinya tersenyum mengejek ke Tasya langsung diam mendengar perkataan sang Bunda.

"iya Bunda!" jawab Tino dengan lesu.

Wwllhhee

Diam diam Tasya menjulurkan lidahnya pada Tino, dan Tino yang melihat itu hanya memutar bola matanya.

Tokk.. Tokk.. Tokk..

"eh, Refan udah dateng, Tasya berangkat dulu!" Tasya langsung berdiri dan menuju pintu.

Cklek

Senyum Tasya langsung merekah melihat Refan yang sudah berdiri didepan pintu. Memakai Jeans hitam jumper warna army, rambut sedikit acak acak kan tapi malah menambah kadar ketampanan Refan berkali kali lipat, membuat Tasya hanya melongo dan tak berkedip.

"Ayah kamu ada?"

"eh?, a..ada!"

Suara Refan menyadarkan lamunannya.

"mau berangkat sekarang?" tanya Ayah yang tiba tiba sudah berada di samping Tasya.

"iya om, Refan ijin mau ngajak Tasya keluar sebentar!" kata Refan dengan sopan.

"boleh, tapi jangan terlalu malam pulangnya!" peringatan sang Ayah.

"Siap Ayah, Tasya ga akan pulang malam kog, mungkin besok pagi!" Tasya hanya memperlihatkan cengiran tak berdosanya.

"oohh,, mau belajar nakal ni anak Ayah?" tanya Ayah dengan tangan yang sudah berada dikuping Tasya.

"adduuhh dduh aduuhh, nggak Yah, cuma becanda kog!" Tasya memegangi kupingnya dengan tampang melasnya.

Refan hanya terkekeh, "nggak kog om, nggak akan pulang malem!" Refan mencoba meyakinkan Ayah Tasya.

"Om percaya sama kamu Refan!"

Di Kala HujanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang