Matahari sudah menampakkan sinar nya namun gadis ini tak bangun-bangun dari tidur nya.Ceklek..
Seseorang masuk kedalam gadis itu dan duduk d tepi ranjang.
"Atta bangun nak,,udah siang loh ini kan hari pertama kamu sekolah" ucap wanita setengah baya dengan lembut
"Hmm" gumannya
"Atta ayo bangun" ucapnya kembali
"Iya-iya, atta bangun nih" ucap atta dengan mata yang masih terutup
"Katanya udah bangun ini mata kamu aja masih merem"
"Hah! Enggak kok nih mata atta udah kebuka" ucap atta dengan melebarkan kedua matanya
Wanita setengah baya itu terkekeh melihat tingkah anak bungsu nya.
"Yasudah kamu langsung mandi ya, bunda tunggu di bawah"
Setelah mengucapkan itu wanita atau bunda nya itu keluar dari kamar anaknya.
Oh iya jika di rumah sheila sering di panggil dengan nama panggilan atta tapi jika di luar dia sering di panggil dengan nama shei.Beberapa menit kemudian sheila sudah siap dengan seragam sekolah nya,dia turun dari kamarnya dan langsung ikut bergabung dengan anggota keluarganya.
"Pagi sayang"sapa ayah nya
"Pagi" jawab shei dengan muka datar
Begitulah sikap shei dia memang selalu menampilkan wajah datar nya tapi kedua orang tuanya memakluminya karna mau gimana pun shei di desak untuk berubah itu tidak akan ngaruh untuk nya.
Shei duduk di samping kaka nya."Mau makan sama apa ta?" tanya Bundanya
"Roti aja bun atta buru-buru"
Dewi mengangguk
"Nih"ucap dewi dengan menyodorkan satu piring yang berisikan roti selat coklat.
"Makasih bun"
"Sama-sama" ucap bunda dengan tersenyum
"Eh lo kalo sama bunda bisa senyum dikit gak sih?itu tuh bunda lo ya" geram shena
Shei sangat tidak suka dengan sikap kaka nya itu,toh bunda sama ayah nya pun tak mempermasalahkan nya. Shei bangkit dari tempat duduk nya lalu berpamitan kepada kedua orang tuanya.
"Yah,bun atta berangkat dulu" pamit shei lalu bersalaman kepada ayah dan bunda nya.
"Kamu gak makan dulu ta?"
"Gak bun, udah gak nafsu"ucap shei dengan melirik ke arah kaka nya.
"Lo kalo ngomong sama yang lebih tua itu bisa sopan dikit gak sih" bentak shena
"Udah-udah jangan berantem, atta udah kamu berangkat sana"
Shei tak memperdulikan kata-kata kaka nya, dan melangkah kan kakinya meninggalkan meja makan.
***
Tibalah shei di sekolah barunya, shei melihat kearah depan terlihat tepat di depam gerbang hitam yang menjulang.
Shei menarik nafas secara perlahan lalu di keluarkan nya."Assalamualaikum"salam shei
"Eh! Neng ini siapa? Neng murid baru ya disini?" tanya satpam sekolah ini
Shei mengangguk
Pak satpam pun membukakan pintu gerbang nya dan mempersilahlan shei untuk masuk.
"Makasih pak"
"Sama-sama, oh iya neng panggil pak budi aja ya" ucap nya memperkenalkan diri
Lagi-lagi shei hanya mengangguk dengan muka datar nya.
Shei berjalan perlahan dengan muka datar nya dan sesekali melihat kesekeliling. Koridor sekolah sangat sepi mungkin para siswa-siswi sedang melakukan pembelajaran.
Tiba-tiba..
Brukk.."Aww" umpat shei
"Eh lo gapapa?sorry-sorry sini biar gue bantu" ucap seseorang lalu mengulurkan tangan nya kepada shei yang sedang tertunduk karna menahan sakit di pantat nya.
Shei mendongkak melihat siapa yang sudah menabraknya.
Laki-laki tersebut tertegun dengan kecantikan shei wajah yang cantik dan mata yang tajam namun indah dan hidung yang mancung."E..eh sini biar gue bantu" tawarnya kembali
Namun shei tak menerima uluran tangan dari laki-laki itu, shei bangkit lalu pergi meninggalkan laki-laki tersebut.
"Cantik"ucapnya tanpa sadar
"Eh gue lupa tanya namanya,HEH TUNGGU NAMA LO SIAPA?"teriak laki-laki tersebut
Tiba-tiba laki-laki tersebut merasakan aura yang berbeda,karna penasaran dia melihat kearah samping dan benar ternyata di samping nya ada seseorang tengah menatapnya dengan tajam.
"Eh bapak..ngapain disini pak" ucapnya dengan tampang watados
"Heh seharusnya saya yang tanya ngapain kamu disini bukan nya ini masih jam pelajaran?jangan-jangan kamu mau bolos ya?" ucap pak guru dengam mata yang hampir keluar
Laki-laki tersebut mengibas-ngibaskan kedua tangan nya.
"E..e.ehh enggak lah pak kan saya anak baik, masa saya bolos sih pak apa kata para siswi disini kalo cowo terganteng kaya saya ini bolos" ucapnya dengan percaya diri"Kamu ini,sudah kamu ikut saya"
"Ikut kemana pak? Gk ah saya gak mau saya itu masih normal pak mas-"
"Adu..du.du.pak jangan jewer saya dong sakit nih kuping"
"Udah diem jangan banyak ngomong, kamu harus ikut saya"
Lalu guru tersebut pun menyeret siswa laki-laki itu dengan cara menjewer kuping nya.
****
Tok..tok..tok..
"Permisi bu saya membawa murid baru" ucap pak begi selaku kepala sekolah di SMA 1 GARUDA
"Oh mari-mari masuk nak,sebelumnya terima kasih pak"
"Iya sama-sama, kalo begitu saya permisi selamat pagi"
Guru tersebut mengangguk
"Mari nak""Anak-anak mohon perhatian nya sebentar kita kedatangan murid baru" ucap bu tuti
"Huhhhhh"suara gaduh dari para murid terutama murid laki-laki
"Silahkan perkenalkan diri kamu" perintahnya
"Sheila attala P." singkat padat jelas
"Sudah?" tanya bu tuti
Para siswa-siswi memamdang shei dengan cengo.
Shei hanya mengangguk
"Yasudah silahkan kamu cari tempat yang kosong""Terima kasih"
Bu tuti hanya tersenyum
Shei pun mencari tempat kosong dan sesuai keinginan nya shei mendapatkan tempat duduk paling pojok dan paling belakang.
Seseorang berbalik dan terkejut dengan shei.
Shei mengakat satu alisnya keatas.
"S..ssheila" ucapnya dengan rasa tak percaya"Shei lo masih inget kan?ini gue Risti lo inget kan?" tanya nya dengan antusias
Kening shei bergelombang dia mengingat-ngingat kembali. Damn
"Ya gue inget sama lo" jawab nya dengan datar
"Yaelah sikap lo masih aja ya kaya dulu datar kaya tol" canda risti
Shei menatap tajam kepada risti.
Astaga bagaimana ini bisa-bisa nya dia bertemu kembali dengan sahabatnya ini.❄❄❄❄
Gomawo:)

KAMU SEDANG MEMBACA
Attala [E N D]
Roman pour Adolescents[E N D] Awal cerita [ 14/10/2019] Selesai cerita [25/12/2019] Impian ku adalah impian mu - noval Hidup ku hidup mu -sheila #mari mampir jangan lupa tinggalkan voment nya ya. Karna satu vot dari kalian akan berharga bagi saya:)