Limabelas

50 10 0
                                    

Waktu istirahat telah tiba...
Noval saat ini tengah duduk di bangku taman belakang sekolah. Noval sengaja duduk disana karna ia ingin berbicara dengan seseorang yang di rindukannya.

"Semoga kamu tahu shei kalau aku rindu sama kamu" gumamnya.

Tiba-tiba terdengar langkah seseorang dari arah belakang, noval tersenyum lebar lalu bangkit dan membalikan badannya. Senyum noval pudar saat tahu siapa yang datang menemuinya.

"Hai val" sapa seseorang denan senyum yang merekah.

Noval membeku di tempat, jujur ia sangat rindu dengan suara lembut itu namun ia tak bisa mengucapkannya karna masalah dari masa lalu nya.

Perempuan itu maju mendekati noval dan langsung memeluk noval dengan tangan di lingkarkan di pinggang noval.

Noval terdiam.
"Aku kangen sama kamu val!" ucapnya.

Noval kembali membeku saat perempuan itu memeluk dirinya.
Sedikit demi sedikit noval mengangkat tangan nya untuk membalas pelukan darinya, dan akhirnya noval membalas pelukannya perempuan itu dan mengelus-ngelus punggung nya. Rasanya sangat lah asing ketika bertemu dengannya lagi, seseorang yang pergi tanpa pamit kepadanya dan saat ini ia hadir kembali ke kehidupannya.

Tiba-tiba shei datang, namun langkahnya terhenti saat melihat pemandangan yang berada tak jauh dari tempat ia berdiri. Tangannya terkepal kuat, Sesak? Itulah yng di rasakan shei sejujurnya shei masih sayang kepada noval.

"Jadi ini yang ingin lo kasih tahu sama gue val? Hm sangat lah menakjubkan" gumannya dengan nada sinis.

Lalu shei mengeluarkan ponsel nya dan memberi pesan kepada seseorang.

Sheila : sorry gue gak bisa temuin lo, gue ada urusan.

Setelah memberi pesan shei pergi dari taman itu.

❄❄❄❄

"Apa kabar kamu val?" tannya perempuan itu.

Yang ditanya malah diam tanpa berniat menjawab pertanyaan darinya.

"Val kenapa kamu selalu diam kalo aku tanya? Apa kamu udah lupain aku dan punya seseorang yang baru di hati kamu"

Reflexs noval menoleh kepada perempuan itu.
"Iya"

"Maksud kamu iya apa?"

"Gue gak lupain lo tapi iya kalo gue udah punya seseorang yang baru"

"Apa kamu masih benci sama aku"

"Gak perlu lo bahas lagi gue muak denger nya"

"Val aku mau minta maaf, bukan aku mau ninggalin kamu tapi waktu itu aku sama keluarga ku pergi dengan dadakan. Bahkan papah aku juga gak ngabarin sodara nya kalo kita mau pindah ke luar negeri"

"Kamu percaya kan sama aku" lanjutnya.

"Kenapa lo gak ngasih tahu gue dari awal fan? Apa lo tahu semenjak lo pergi tanpa pamit hidup gue itu seperti hilang secara tiba-tiba"

"Iya karna itu aku minta maaf sama kamu. Pas aku di luar negri aku juga pengen ngabarin kamu tapi ku kehilangan kontak kamu."

Perempuan itu menunduk menahan tangis. Noval sangat tidak tega dengan perempuan di depan nya ini. Noval mengangkat dagu perempuan itu supaya menatap kepadanya.

"Kamu jangan nangis aku udah maafin kamu dan aku juga percaya sama kamu" ucapnya dengan tulus. Noval menghapus air mata fandia dengan ibu jarinya lalu tanganya merengkuh fandia dengan lembut.

"Makasih, makasih karna kamu ufah mau maafin aku"

"Hm" tangan noval mengelus rambut fandia dengan lembut.

Karna pertemuannya dengan fandia noval sampai lupa jika ia mempunyai janji kepada sheila.

"Udah ya ayok balik ke kelas ceritanya nanti lagi aja ya"

"Padahal aku masih kangen sama kamu"

Noval menyentil hidung fandia.
"Aww..sakit noval"

"Haha iya-iya maaf ya,, udah ayok balik" lalu mereka berdua berdiri dengan tangan noval menggandeng tangan fandia.

Selepas mereka pergi seseorang yang tengah melihat mereka berdua dari jauh menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.

❄❄❄❄

Pulang sekolah telah tiba..

Tanpa mengucapkan kata apa pun shei langsung keluar kelas dan itu membuat kedua temannya kebingungan.

Amanda bertanya kepada risti melalu tatapan. Seperti "dia kenapa?". Namun risti menjawab dengan gelengan tanda jika ia juga tidak tahu.

Sepanjang koridor ia berjalan dengan tatapan kosong sampai-sampai shei tidak sadar jika ia sudah berada di parkiran.

Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang, shei terlonjak kaget lalu membalikan badan.
Shei diam dan menatap pria di depannya ini dengan datar.

" Shei kenapa kamu gak temuin aku tadi istirahat di taman belakang? " tanya noval.

"Harus banget ya gue temuin lo di sana?" balik tanya shei.

"Aku tanya sama kamu shei kenapa kamu malah balik tanya"

Shei membuang pandangannya ke samping, lalu menatapnya kembali.
"Gue kan udah ngirim pesan buat lo kalo gue gak bisa temuin lo karna gue ada urusan"

"Pesan?kapan kamu kirim pesan sama aku?" tanyanya kebingungan. Noval mengecek ponsel nya dan benar jika shei tadi mengirim pesan kepadanya.

"Saking nyamanya lo pelukan sampe-sampe lo gak sempet baca chat dari gue" sinisnya.
Setelah mengucapkan itu Shei berbalik dan masuk kedalam mobil nya.

Noval tersadar jika shei mengetahui dirinya ketika memeluk fandia tadi  di taman.

"Shei kamu salah paham Shei, kamu harus dengerin dulu penjelasan dari aku" noval mengetuk-ngetuk kaca mobil shei berharap shei keluar dan mendengar kan penjelasannya.

Shei menurunkan kaca pintunya tanpa berniat untuk keluar.
"Apa yang lo mau jelasin"

"Kamu bisa keluar dulu" pintanya

"Sekarang atau tidak sama sekali" karna noval tidak mau membuang-buang kesempatannya noval mencoba berbicara sedikit-sedikit untuk menjelaskannya.

"Yang tadi kamu liat di taman belakang gak seperti apa yang kamu pikirkan..-"

"Emang lo tahu apa yang gue pikirin?" sinis shei.

"A..eee aku tahu pasti kamu mikir kalo dia itu pac..-"

"Halo val anterin aku pulang yuk soalnya mamah aku gak bisa jemput aku" ucapnya dengan tangannya memeluk lengan noval.

"Sudah jelas bukan?"

"Eeh shei ini bukan seperti.-"

"Eh! Dia siapa val?"

"Dia..pac-"

"Gue temennya dia" potong shei

"Oh kenalin gue fandia temen kecil nya noval sekaligus mantan pacarnya" tangganya terulur memperkenalkan namanya.

Shei malah mengabaikan uluran tangan dari fandia. Lalu menutup kaca mobil nya dan langsung menyalakan mesin mobil nya dan meninggalkan kalangan sekolah.
Sedangkan noval masih terdiam memandangi mobil shei yang mulai menjauh.

"Shei tunggu, aku bisa jelasin sama kamu"

"SHEILA" teriak noval sia-sia.

"Dia siapa kamu?" noval tidak menjawab.

"Yaudah Ayo val" ajak fandia.

Noval tersadar dari lamunannya.
"Kamu ngelamun nya val? Liatin apa sih" fandia mengikuti arah pandangan mata noval.

"Ahh gak liatin siapa-siapa yaudah ayo" ucap noval mengalihkan pembicaraan. Tanpa menunggu lagi akhirnya mereka pun berjalan menuju motor noval.

❄❄❄❄

Attala [E N D]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang