Sebelas

54 10 1
                                    

Tiga bulan telah berlalu shei bersekolah di SMA 1 GARUDA. Sudah tiga bulan lamanya juga shei semakin dekat dengan noval, awalnya shei sangat membencinya kepada noval namun makin kesini shei bukannya makin benci tapi shei malah makin nyaman dengan noval.

"Gimana apa lo udah mendingan" ucap noval dengan menempelkan telapak tangan nya di jidat shei.

Shei mengangguk.

Saat ini shei tengah sakit demam, itu dikarenakan kemarin shei hujan-hujanan. Jadi noval menjenguk shei kerumahnya.

"Gue juga bilang apa.. lo ngeyel sih, kan gue udah bilang jangan ujan-ujanan jadikan ujung nya kaya gini" omel nya

Shei memalingkan wajahnya ke samping. Orang tuanya sedang pergi ke luar kota karna da urusan bisnis ayahnya dan akan pulang lusa sedangkan sena kakak nya shei ia pergi kerja lagi dengan waktu yang cukup lama. Jadi lah shei tinggal sendirian di rumahnya.

"Kapan orang tua lo pulang"? Tanyanya.

"lusa" jawabnya.

"Lo udah makan?"

"Gue gak nafsu"

"Astaga shei kenapa lo gak mau makan, lo harus nya makan."

"Bentar gue kebawah dulu" setelah mengucapkan itu noval turun ke bawah.

Tak butuh waktu lama noval kembali ke kamar shei dengan nampan di kedua tangannya.
"Lo bawa apa?" tanya shei.

"Bubur"

Noval duduk di pinggir ranjang shei.
"Lo harus makan gue gak mau lo makin sakit"

"Ayo bangun gue bantuin"

"Gue gak mau makan val" rengeknya

"Gak pokonyah lo harus makan" tegas noval lalu membantu shei untuk duduk dengan bantal di belakang kepalanya sebagai tumpu.

"Gak ada rasanya"

"Udah makan aja jangan banyak bicara ya"

Noval mengambil mangkuk yng berisi bubur itu.
"Buka mulutnya"

Shei menggeleng.
"Ayo aaaa buka mulut lo"

Shei tetap menggeleng.
"Makan atau gue cium" ancam nya.

Shei membulatkan matanya.
"Bisa nya cuman ngancem" sinis shei

"Oh jadi lo tetep gak mau makan, ok berarti lo mau kalo gue cium" ucap noval dengan seringainya.

Sungguh shei sangat lah takut saat noval menampilkan senyum seringainya.
Noval mendekatkan wajahnya dan shei semakin waswas ternyata benar noval tidak akan main-main dengan ucapan nya.

"Lo apa-apaan sih mundurkan bandan lo" sentak shei.

Noval kembali seperti semula.
"Yaudah ayo buka mulutnya dua suap aja"

Shei membuka mulutnya pasrah walau dirinya sangat jengkel dengan tingkah lelaki di depan nya ini.

"Nah gitu dong,, satu suap lagi"

"Udah" shei menutup mulutnya rapat-rapat.

"Satu suap lagi shei"

Shei menggeleng dengan kedua tangan menutup mulutnya.
"Ok, nih minum dulu"

Shei mengambil gelas yang di sodorkan noval untuknya tanpa sengaja tangan shei menggenggam tangannya noval, mereka bertatapan cukup lama. Rasanya suara mobil dan burung seketika senyap begitu saja.

Shei lo gak seharusnya suka sama dia.

Val lo pasti bisa ngerubahnya.

Shei tersadar lalu mengambil gelas itu dari tangan noval. Suasana jadi canggung keheningan pun melanda dari mereka berdua.
"Emm yaudah gue pamit dulu ya besok gue kesini lagi"

Attala [E N D]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang