"ehemm..."
" Eh... Ayah? Katanya lagi dinas keluar kota?" Diandra kaget ketika melihat sang ayah, ibu serta adiknya sudah berada di kamar ketika dirinya dan Valdo kembali
" Pagi Om tante" sapa Valdo
" Pagi juga Nak..." Sapa bu Ani
" Ayah sama ibu udah nungguin dari tadi, udah laper mau ajak sarapan bareng" ucap sang ayah
" Loh.. adek enggak di hitung nih.." sahut Della sedikit cemberut
"Eh... Ada si manis Della ya ternyata, maaf gak kelihatan" Gurau Valdo serayu mengusap ujung kepalanya
" Ihh... Kak Valdo, " jawab Della semakin manyun
" Maaf tante om, tadi saya ajak Diandra jalan ke taman, sekalian berjemur" Valdo menjelaskan pada orang tua Diandra
" Iyaaa. . gak apa apa kok nak, tadi suster juga sudah kasih tau. Ayah cuma bergurau saja. Ayo sarapan bareng, ibu bawa nasi uduk"
" Makan... Makan..." Della sontak kembali ceria
Kedua orang tua Diandra menyadari perubahan sikap yang di tunjukan Diandra pada Valdo, mereka merasa senang. Terlebih lagi sekarang Diandra mulai terlihat ceria seperti dulu. Di bandingkan saat awal dia masuk rumah sakit yang hanya diam dan sering melamun.
🌸🌸🌸
Hubungan Diandra dan Valdo semakin membaik. Hampir setiap hari Valdo mengunjungi Diandra meskipun hanya sebentar karena ada kegiatan lain yang Valdo tidak bisa tinggalkan. Meskipun begitu Diandra senang, karena Valdo masih perhatian di tengah kesibukan yang dia miliki. Sering kali Valdo juga menemani Diandra untuk terapi agar kakinya normal dan bisa berjalan seperti dulu lagi.
Sampai akhirnya dokter memutuskan jika Diandra sudah bisa kembali ke rumah hanya saja seminggu sekali harus check kondisi ke rumah sakit.
" Wahhhh.... Akhirnya aku mencium aroma ini lagi setelah sekian lama engkau ku tinggalkan" ucapnya ketika Diandra merasakan dingin kamar pribadinya yang telah dia tinggalkan beberapa bulan.
" Kamu istirahat dulu ya sayang, ibu mau bikin minuman buat Valdo" ucap sang ibu
" Tidak usah repot repot tante," sahut Valdo yang muncul dari belakang membawa barang barang milik Diandra.
" Gak apa apa, kamu istirahat dulu di sini temenin Diandra ya" Valdo hanya tersenyum dan sang ibu pun berlalu meninggalkan Valdo dan Diandra di kamar itu.
"Aku kangen sekali dengan kasur ku," Diandra berdiri dari kursi rodanya dan mencoba berjalan menuju kasurnya
" Hati hati Di..kaki mu masih sakit, pakai tongkat Di. " Tanpa melihat karena sibuk mengeluarkan barang dari dalam koper Valdo mengiatkan Diandra untuk ngambil tongkatnya tapi itu tak di indahkan oleh Diandra dan alhasil Diandra terjatuh karena kakinya masih belum bisa menopak keseimbangan tubuhnya.
"Aahhkkk" teriak Diandra sontak Valdo langsung kaget dan menopang tubuh Diandra
" Hati aku bilang, kenapa kamu keras kepala sekali Di... " Dengan posisi tubuhnya yang tertindih oleh tubuh Diandra Valdo kembali mengingatkan Diandra
"Maaf, aku hanya tidak sabar saja untuk segera rebahan di kasur"
" Ada yang sakit? " Tangan Valdo menyibak rambut Diandra yang menutupi separu wajahnya itu.
" Gak ada sih, tapi aku bisa bangun kakiku sepertinya kram"
" Kamu ini Di..."
Dari luar tampak bu Ani membawa baki yang berisi minuman dan beberapa cemilan.
KAMU SEDANG MEMBACA
i will still love u (Complete)
General Fiction"aku memang bukan arjuna, aku juga bukan seorang raja dan aku memang tak punya apa apa tapi percayalah Di, kekuatan cinta ini akan memberi keajaiban bagiku. Dan percayalah, suatu saat nanti aku yang akan menjadi pendampingmu di surga" ucap Valdo pad...
