Malam itu Diandra baru saja selesai ngobrol dengan Risa lewat Video call di smartphone miliknya. Lama sekali rasanya tidak menumpahkan keluh kesah pasa satu satunya sahabat yang dia miliki itu. Memang kulaih di London membuat Risa sibuk dan juga perbedaan waktu yang jauh membuat komunikasi menjadi jarang mereka lakukan.
Diandra mengambil tongkatnya dan pergi ke kamar mandi. Dari sore di hanya menghabiskan waktu di ranjang,saatnya kini dia membersihkan diri.
Dari dalam kamar mandi terdengar oleh telinganya pintu kamar ruangan itu terbuka, dia berfikir itu adalah perawat datang untuk mengecek kondisinya seperti biasa. Setelah selesai mandi Diandra keluar dengan kepala terbalut dengan handuk rambutnya masih basah.
Di meja terdapat bingkisan kali ini ukurannya lumayan besar, di lihatlah oleh Diandra. Ternyata sebuah cake. Diandra baru saja ingat kalo hari ini hari ulang tahunnya.
" Loh... Kan mama nemenin Della study tour, ayah juga dinas ke luar kota masa iya Bakti yang ngirim" ucapnya dalam hati.
Akhirnya dia memutuskan untuk keluar kamar mencari sosok suster yang mengantar cake itu. Ketika sampai di depan kamar, Diandra menemukan sesosok laki laki yang sedang duduk di lantai dengan tubuh berbalut jaket tebal, matanya tertutup sepertinya menikmati alunan musik dari aerphone yang dia pasang.
" Ngapain loe di sini?" Ucap Diandra menyadarkan laki laki itu, tapi dia tidak bergeming
" Woy... VALDO!!! Ngapain lo di sini?" Sambil memukul pelan dengkul laki laki itu dengan tongkatnya.
" Wusssshh... " Valdo terperanjat dan langsung berdiri melihat Diandra sudah berdiri di depannya.
"Loe budek ya? Gue tanya sama loe, ngapain loe duduk di sini?" Valdo yang menyadari itu langsung melepas aerphone yang dia gunakan.
" Ehmm.... Gue.. gue..."
" Ah.. lama kayak aziz gagap loe, bisa masuk angin loe duduk di lantai di dalem ada sofa kalo loe mau duduk" Diandra membalik badan menuju kamarnya. " Masih mau matung di situ loe" ucap sadis Diandra ketika melihat Valdo yang masih berdiri di depan pintu.
"Makasih Di.." Valdo duduk di sofa di ruangan itu sesangkan Diandra duduk di bibir ranjang tempat tidurnya. Dia menanggalkan handuk yang ada di kepalanya. Rambut panjangnya yang masih basah terurai lepas, membuat Valdo terkesima olehnya.
" Itu cake loe yang bawa?" Tanya Diandra
" Iya, gue inget hari ini loe ulang tahun. Dan maaf kalo udah larut malem batu gue anter, soalnya gue tadi masih ada kelas"
" Tumben seharian ikut kelas,biasanya nongkrong sama temen temen loe di lapangan"
" Yaa... Gak selalu gitu kali Di, gue juga pernah masuk juga"
" Hahahha... Gue kirain loe bolos terus, BTW thanks udah ngasih gue semuanya" Valdo bengong mendengar ucapan Diandra, matanya setengah melotot menatap Diandra
" Kenapa loe kaget itu, gue tahu lagi loe yang kirim, bunga sama buku itu. Gampang banget gue nebak karena emang gue gak punya banyak temen"
" Jadi gue sekarang udah jadi temen loe?"
" Musuh!"
" Yah... Di..gua udah mulai terbang melayang keawan, seketika loe patahin tuh sayap,ah...."
" Hahahahah... Sok puitiss loe!"
"Akhirnya gue bisa lihat ketawa loe Di.. gue kangen banget setelah kejadian Di SD itu gue gak bisa lupain ketawa loe yang renyah itu."
" Krupuk kali ah.. renyah!"
Tokkk....tookkk...
" Masuk" jawab Diandra
" Hallo cantikk...." Sapa sang perawat malam datang untuk mengukur tekanan darah dan suhu badan Diandra.
"Eh... Tumben mas ganteng mau masuk, biasanya cuma duduk di luar," Valdo segera mengisyaratkan pada suster untuk tidak meneruskan perkataannya tadi
" Maksutnya?" Sahut Diandra
" Enggak ... Enggak.. pumpung ada suster sekalian loe potong kue nya deh Di,,,kita makan bareng bareng"
"Wah .... Diandra ulang tahun ya? Selamat ulang tahun ya manis, semoga lekas sembuh dan semoga langgeng sama mas ganteng" ujar si suster
" Apaan sihh sus,, makasih doanya! "
" Ayo tiup lilin dulu Di.." Valdo sudah berdiri di depannya sambil membawa kue yang sudah berhias lilin warna warni di atasnya.
" Jangan lupa make a wish dulu !" Sahut sang suster, Diandra memejamkan matanya beberapa saat dan menium lilin di depannya itu.
Raut bahagia terpancar dari wajahnya, terlihat senyum manis yang mengembang di pipinya. Valdo yang ada di depannya merasakan bahagia yang tidak bisa dia ungkapkan lagi. Sudal lama sekali di menantikan hal seperti ini.
Setelah mereka makan kue bersama akhirnya suster pamit untuk keluar ruangan dan membawa sisa kue untuk di bagikan pada perawat yang lain.
" Ya udah suster pamit dulu, jangan lupa rambutnya di keringin Di.. masih basah tu! Nanti masuk angin looh!" Suster mengingatkan Diandra yang sedari tadi rambutnya masih acak adul belum dia sisir.
" Iya suster cantikk, makasih!"
Perawat itu pergi meninggalkan ruangan Diandra, sedangkan Valdo ada di dalam kamar mandi.
"Do.. tolong ambilin hairdryer yang ada di dalem" pinta Diandra pada Valdo yang masih mencuci tangannya di wastafel
" Ini" jawabnya sambil keluar membawa benda yang Diandra pinta.
" Makasih" jawabnya sambil meraih benda itu, Diandra berjalan dengan tingkat di kedua tangannya serta hairdryer yang di pegang di tangan kananannya. Mencari colokan listrik untuk menghubungkan kabel benda itu.
" Sini gue bantu" Valdo meminta hairdryer itu dan memasangkannya pada saluran listrik di dekat meja. Diandra hendak mengambil sisir yang sudah dia siapkan tapi Valdo melarang.
" Udah, loe duduk ada di ranjang sini gua bantu keringin rambut loe" Diandra menatapnya tapi Valdo tak menghiraukan itu, dia perlahan menyisir rambut panjang Diandra. Sekilas terlihat senyum bahagia pada kedua bibir mereka. Moment yang membuat Valdo sangat bahagia.
KAMU SEDANG MEMBACA
i will still love u (Complete)
Fiction Générale"aku memang bukan arjuna, aku juga bukan seorang raja dan aku memang tak punya apa apa tapi percayalah Di, kekuatan cinta ini akan memberi keajaiban bagiku. Dan percayalah, suatu saat nanti aku yang akan menjadi pendampingmu di surga" ucap Valdo pad...
