Seminggu sudah berlalu semenjak pertemuan itu. Entah, itu pertemuan atau bukan. Diandra masih membisu beribu bahasa ketika dia berpapasan dengannya.
Berbeda dengan Diandra, Valdo sudah akrab dengan teman sekolah yang baru. Dia bahkan sudah masuk dalam Tim Voli sekolah, dalam waktu yang terhitung sangat singkat. Bahkan terdengar bahwa Valdo sudah dekat dengan seseorang di sekolah ini.
"bukan urusan gue deh" jawab Diandra ketika sahabatnya Silvia memberi tahu kalo Valdo sudah dekat dengan Anjani bunga sekolah itu.
" sinis banget dehh, kan gila tu bocah baru seminggu tapi udah berani aja ngegebet si Jani"
" terus emang kenapa? kalo Anjani nyaman2 aja kan ya gak masalah"
" iya jugaa sihh... tp kannn sayangg entar gua gak bisa bantu doi beli minum lagi kayak kemarin?"
" loe jadi jongos nya si kutu kumpret itu?" pekik Diandra terheran
" bukan jongos lah... gua cuma bantu doi kok, kan kasihan habis latihan Voli terus keringetan, capek ya udah aku bantu beliin minum"
" alah.. alesan loe. keganjenan banget"
" yhhhh.. namanya juga usaha Dii..."
Dari kejauhan Valdo memerhatikan kedua sahabat itu. ingin sekali dia menghampiri dan menyapanya. Tapi setiap hal itu terjadi, Diandra memilih diam dan pergi menjauh, alhasil jadinya Silvia yang seperti kejatuhan duren.
" eh.. Do! gua cariin lo dari.tadi malah ngejogrok di sini" Faris menepuk pundak Valdo membuat dia sedikit terperanjat.
" sialan loe, kaget gua! ada apa nyariin gua?"
" loe Dicari Anjani di perpus, dia bilang suruh kesana sekarang"
"ok. makasih" Valdo berjalan menuju ruang perpustakaan sekolah, kondisi perpustaan sekolah ini yaa.. seperti perpus pada umumnya. Tenang, hening, banyak patung yang bisa bernafas yang sedang asyik dengan buku mereka masing-masing.
Valdo masuk menyapa penjaga perpus yang sedang bertugas jaga kala itu. Dia menelusuri lorong panjang yang di apit rak buku besar. Matanya terus mencari kesana kemari sosok wanita yang kata Faris memanggilnya tadi.
Akhirnya matanya tertuju pada sudut ruangan, di sana berdiri gadis remaja dengan bibir berwarna pink peach hasil goresan lipbalm yang di bawanya,kulit yang putih bersih terlihat sangat terawat, rambut gelombangnya di biarkan terurai dengan bando merah menghiasinya. kakinya yang jenjang membuat rok yang dia kenakan sedikit terlihat terlalu pendek buatnya. Cewek itu tersenyum pada Valdo.
" kok lama banget sihh, kan aku udah nungguin dari tadi" ucap gadis manja
" maaf tadi masih ada urusan, ada apa kamu memanggilku" ucap Valdo mendekati gadis itu
"ehmmm... pengen ketemu kamu ajahh., kan dari kemarin kamu gak balas chat aku, jadi aku kwatir kamu kenapa kenapa gituuhh..." sambil mendekat mengambil sesuatu di rambut Valdo.
" kamu tadi dari mana sih, kok ada daun kering segala di rambutmu?" ucap Anjani sambil menunjukan daun itu.
" tadi duduk di taman depan, makasih udah di ambilin aku gak ngeliat soalnya"
" hihihi.. iyaa sama sama.., rambut kamu halus banget sihh do..wangi lagi" ucap Anjani sambil mengelus rambut Valdo sesekali dia mencium aroma rambut Valdo yang katanya wangi itu.
brekk....
Anjani dan Valdo menoleh ke arah sumber suara itu. Dilihatnya Diandra yang sedang memungut buku yang terjatuh di lantai.
" maaf, mengganggu suasana mesra kalian. sekali lagi maaf, permisi" Ucap Diandra dan pergi menjauh tapi tangan Valdo mencegahnya. Di tariknya pergelangan tangan Diandra, membuat Diandra terhenyak.
"Ndra, tunggu dulu! mau sampai kapan, kamu menjauhi ku seperti ini? sudah bertahun tahun lamanya aku ingin ber tegur sapa denganmu lagi"
" mohon maaf, saya harus pergi tolong lepaskan!" diandra menunduk, tak sedikit pun matanya melirik pada Valdo.
"Ndra. please! gua mohon,!"
" mohon maaf, tangan saya sakit" pergelangan tangannya sedikit memerah karena cengkraman Valdo yang terlalu kuat.
" gak akan aku lepas, sebelum kamu menatap mataku"
" tolong!" Diandra teriak membuat petugas perpus menghampiri sumber suara.
" ada apa ini ribut disini!"
" maaf bu, tadi saya kaget ada kecoak. saya fobia kecoak bu. sekali lagi mohon maaf."
" dimana kecoaknya biar ibu semprot" ucap ibu penjaga perpus, sambil melihat sekeliling rak buku di dekatnya.
" sudah lari bu, sekali lagi mohon maaf. saya permisi dulu kembali ke kelas lagi. permisi" Diandra akhirnya keluar dari ruangan itu, sedangkan Valdo dan Anjani terlihat salting karena kepergok penjaga sedang berduaan di sana.
🌸🌸🌸🌸🌸
"Padahal kejadian itu sudah seminggu berlalu, tapi kenapa selalu saja menghantui otak ini. dodol bangett sihhh" Diandra menggerutu pada dirinya sendiri, dia belum bisa melupakan di perpustakaan minggu lalu. Itu pertama kalinya dia dan Valdo bercakap setelah bertahun tahun tidak bertemu lagi. Tapi malah dalam situasi yang sungguh tidak indah di pandang mata baginya.
Diandra melihat Valdo bermesraan dengan Anjani terlihat dengan jelas di depan matanya. Sejak saat itu, perasaan aneh menggelayutinya, ada perasaan tidak terima dengan situasi itu. Ada apakah gerangan dengan hati kecil Diandra kali ini, apa kerasnya hati yang dulu selalu dia perlihatkan itu kini telah luluh lantah.
KAMU SEDANG MEMBACA
i will still love u (Complete)
General Fiction"aku memang bukan arjuna, aku juga bukan seorang raja dan aku memang tak punya apa apa tapi percayalah Di, kekuatan cinta ini akan memberi keajaiban bagiku. Dan percayalah, suatu saat nanti aku yang akan menjadi pendampingmu di surga" ucap Valdo pad...
