Kicauan burung kenari yang saling bersahutan, di iringi gemericik air mancur di depan rumah senantiasa membuat suasana pagi hari di rumah Diandra terasa seperti di kampung halamannya. Burung kenari peliharaan ayah Diandra memang suka sekali berkicau. bahkan dulu ada yang pernah menang lomba kicau burung di tingkat kecamatan.
Sekarang Diandra dan keluarga pindah ke kota karena perkerjaan ayahnya, kala itu sahabat lama ayahnya menawarinya kerja di perusahaan yang dia bangun di kota. Otomatis pak Anto, Ayah Diandra meninggalkan profesinya yang dulu seorang guru. Awal kelas 2 SMP Diandra pindah ke kota dan lumayan dia bisa sekolah di salah satu sekolah negeri favorit di kota itu.
"yah... masih pagi pagi begini udah mandiin burung?" celoteh bu Ani dari dalam dapur.
" ehm.. ibu ini. justru bagus pagi pagi kasih mandi burung terus di jemur di bawah sinar matahari pagi biar tetep sehat kicauannya tambah mantab" bela pak Anto sambil terus bersiul ria dengan beberapa burung kenari di depannya.
"pagi yahh.. pagii buk... " Diandra keluar dari kamarnya dengan seragam kebanggaan dan tas rangsel di punggungnya.
"pagi Di.. udah siap ya." sambil terus mengamati para burungnya.
" pagi nak, ini susunya di minum dulu pumpung masih anget" ucap Bu Ani sambil meletakkan segelas susu di meja makan.
" tumben adek belum bangun bu, biasanya sudah lari kesana kemari"
" iya, sebentar lagi ibu bangunkan dia, biar semua pekerjaan beres dulu. nanti kalo dia rewel malah repot juga ibu"
" sekolah kamu gimana Di? " sahut pak Anto yang kini sudah duduk di kursi ruang makan sambil menyuruput kopi hitam buatan sang istri tercinta.
"Alhamdulillah lancar yah, minggu depan ada ulangan harian. doa in lancar ya yah.."
"pasti, ayah dan ibu selalu berdoa untuk kelancar semuanya"
" benar yang di bilang ayah kak, setiap malam ibu juga selalu berdoa untuk kakak dan adek supaya jadi anak yang berguna bagi orang banyak."
"Amin" ucap pak Anto dan Diandra hampir bersamaan.
" ayo kalian sarapan dulu, hari ini ibu masak nasi goreng sama ayam goreng."
" ibu gak sekalian sarapan?" tanya Diandra yang melihat ibunya keluar rumah untuk menjemur pakaian. "kasihan ibu, pasti capek sekali" gumamnya.
🌸🌸🌸🌸🌸
Suasana kelas VII A pagi ini riuh sekali, apalagi ada beberapa murid cewek dari kelas lain yang sedang mengintip di jendela kelas. Diandra yang masih berjalan di lorong itu pun bertanya tanya, ada apa dengan kelasnya. Dia mempercepat langkah kaki untuk segera sampai di kelas tercintanya itu.
Dia membelah kerumunan cewek yang berdiri di depan pintu kelas. Di dalam kelas dia mendapati sesosok yang dia sangat kenal duduk di bangku paling sudut belakang. Di depannya berdiri sang ketua kelas Vino, disampingnya di kelilingi murid cewek yang antusias sekali denganya ada juga Rendi dan Bagus berdiri di belakang kursinya.
" Valdo" ucap Diandra lirih, lalu dia bergegas menuju tempat duduknya. tanpa banyak bicara dia meletakan tasnya, mengambil sebuah buku pelajaran. Dia tidak ingin Valdo sadar kalo dia ada di sini sekarang, meskipun akan terbongkar juga nantinya. Valdo pindah Kesekolah ini, karena dia harus menemani neneknya yang sudah senja. Ada seorang ART yang membantu mengurus rumah tapi Valdo ingin di dekat neneknya. Karena dulu waktu kecil beliaulah yang merewat Valdo karena sang ibu yang seorang qanita karier.
Diandra terus menundukan kepalanya membaca, mempelajari isi buku itu sampai bel masuk berbunyi. Jam pelajaran pertama adalah bahasa inggris, pelajaran yang sangat Diandra tunggu karena hari ini pak sofyan akan membagikan hasil ulangan minggu lalu.
Pak Sofyan masuk kedalam kelas, menenteng sebuah map merah, jurnal mengajar dan juga kotak kaca mata beliau yang tidak pernah ketinggalan.
"Morning Everybody" sapa pak Sofyan
"Morning Sir!" ucap para murid bersamaan.
" i heard in this class there are new student. where is him?" tanya pak Sofyan yang mencari keberadaan siswa baru itu. Valdo yang tadinya duduk lalu dia berdiri sambil tersenyum pada pak Sofyan.
" oh.. you. can you introduce your self !"
"yes, sir!" jawab Valdo
" hello, friend ! my.. my name is Valdoni Atmajaya. my.. my.. ehmm. my.." suara Valdo tiba melemah dan dia terlihat kebingungan terlihat dari gelagatnya yang sedang garuk garuk kepala. Terdengar pelan cekikikan dari teman sekelasnya, yang melihat gelagat Valdo yang sedang kebingungan.
" ok. no problem you can use BAHASA to introduce yourself" ucap pak Sofyan yang memahami keadaan Valdo sekarang.
" halloo semua. Nama saya Valdoni Atmajaya. biasa di panggil Valdo, saya pindahan dari Bogor. terima kasih. " suara Valdo kembali lantang dan kelas kembali riuh karena tepuk tangan dari semua.
"oke. sekarang bapak mau membagikan hasil ulangan minggu lalu, bapak panggil dari yang dapat nilai tertinggi yaitu milik Diandra Ayu Prasasti" Diandra tersenyum lalu berdiri berjalan mengambil hasil nilainya itu di iringi riuh tepuk tangan dari semua temanya. Tidak dengan Valdo yang termangu beberapa menit,setelah melihat gadis cantik berlesung pipit bermata bulat dengan rambut tergerai panjang itu berjalan kedepan kelas. Tubuhnya terasa dingin, beban di hatinya kini terasa melayang pergi jauh. dan mulai perlahan semburat senyum terpancar dari muka gantengnya itu.
"kamu di sini ndra. sekian lama, akhirnya aku bisa melihat wajah itu lagi"
KAMU SEDANG MEMBACA
i will still love u (Complete)
General Fiction"aku memang bukan arjuna, aku juga bukan seorang raja dan aku memang tak punya apa apa tapi percayalah Di, kekuatan cinta ini akan memberi keajaiban bagiku. Dan percayalah, suatu saat nanti aku yang akan menjadi pendampingmu di surga" ucap Valdo pad...
