~flashback part 20~
.
.
.
Kejujuran.
Beberapa minggu ini Sun Oh dan Jojo saling diam dan instropeksi diri mereka masing masing.
Jojo, membiarkan Sun Oh tetap diam dan mengijinkan dia berbicara padanya setelah dia merasa siap untuk jujur pada Jojo.
Pukul 2 siang,
Sun Oh mengirim pesan pada Jojo.
Line Jojo 💕
Me:
|Jo?
|Sayang
|Bisa ketemu?
Jojo 💕:
|Mau ngapain?
Me:
|Aku cerita semuanya ke kamu
|Aku mau jujur
Jojo 💕:
|Dimana?
Me:
|Di cafe biasa
Jojo 💕:
|Ok
|Satu jam lagi kita ketemu
Me:
|Iya Jo
Line end.
Jojo pun mandi, untuk pergi menemui kekasihnya yang telah berselingkuh itu.
Setelah ia mandi, ia bergegas merapikan diri. Lalu berangkat menuju cafe tempat mereka janjian.
20 menit perjalanan Jojo sampai cafe itu.
Sun Oh ternyata sudah berada di dalam.
Jojo pun langsung masuk ke dalam cafe itu.
Ia menuju meja orderan terlebih dahulu sebelum menuju meja tempat kekasihnya duduk.
Jojo memesan minuman terlebih dahulu.
Jojo pun duduk tanpa sapa pada kekasihnya itu.
Sun Oh pun merasa canggung dengan sikap Jojo.
Setelah pesanan Jojo datang.
Sun Oh pun membuka suaranya.
"Jo... " - Sun Oh.
"Langsung to the point aja" - Jojo.
Jawab Jojo tak ingin berlete tele.
"Ok... Aku akan cerita semuanya dari awal Jo" - Sun Oh.
"Emm... " - Jojo.
"Awalnya, Gul Mi nyatain perasaan dia ke aku. Aku tolak, karna aku ada kamu. Pas waktu kita main, dan aku mau pulang, Gul Mi ngirim aku pesan yang mau gak mau aku harus dateng ke tempat dia. Pas aku sampai, dia udah dalam posisi mau gantung diri. Aku terus tolak perasan dia. Dia mau bunuh diri kalau aku gak nerima cinta dia, bahkan dia rela jadi yang kedua asal denganku Jo. Aku terpaksa pada awalnya. Tapi entah kenapa, akhirnya aku jatuh cinta ke dia juga Jo... Jo aku tau aku salah Jo, maafin aku Jo",
Jelas Sun Oh dengan meneteskan air matanya.
"Sudah berapa lama hubungan kalian?" - Jojo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Untuk Dia (END) ✔
RomancePENTING!!! Cerita ini hanya fiksi semata. Ini hanya berdasarkan daya khayal ku saja. Tidak ada niatan untuk merugikan pihak manapun. Jadi, Teruntuk para pembaca mohon pengertian dan kebijaksanaan dalam memahaminya. Terimakasih.
