Sejauh ini, Jojo masih dalam kesibukannya. Masalah dalam hubungannya masih sama, masih terjadi, belum selesai. Bukan karna Jojo membiarkan itu tetap terjadi. Dia hanya sedang ingin mengontrol emosinya, melampiaskan sejenak rasa kesalnya pada pekerjaan. Mau bagaimana pun, saat ini, pekerjaannya lah yang paling penting.
Bukan berarti pikirannya hanya terfokus pada pekerjaan membuat Jojo benar benar lupa ataupun mengabaikan masalahnya. Tentu saja, beberapa kemungkinan kemungkinan yang terjadi dalam hubungannya masih silih berganti di otaknya. Apa benar Joo selingkuh? Apa alasan dia? Kenapa dia begitu? Dan semacamnya.
Dan seperti permintaan Jojo tempo hari pada ketiga sahabat kakaknya itu. Untuk tidak ikut campur, dan membiarkan Jojo yang akan menyelesaikan itu semua.
"Nara. Ini ibu Jojo nya ada?" - Hye Young.
"Oh pak Hye Young. Kebetulan bu Jojo nya sedang ada meeting di luar. Mungkin sebentar lagi kembali" - Nara (resepsionis).
"Kalo pak Haru nya disini?" - Hye Young.
"Oh iya. Beliau ada disini" - Nara.
"Kalo gitu saya nunggu di sana saja" - Hye Young.
"Silakan, pak" - Hye Young.
Semua karyawan kantor memang sudah mengenal beberapa orang terdekat Jojo. Seperti Hye Young, Joo dan beberapa teman terdekat Jojo lainnya.
Orang selain Do Wha yang akan sangat marah ketika melihat Jojo disakiti adalah Hye Young. Dia pasti akan maju paling depan untuk memberi pelajaran pada orang yang berani menyakiti Jojo. Seperti kemarin, waktu dia menonjok Joo berkali kali. Hye Young juga menjadi salah satu orang yang berperan penting dalam hidup Jojo. Menghibur Jojo dan menjaganya. Selalu.
Kedatanganya saat ini adalah untuk memberitahu Jojo tentang apa yang dia lihat kemarin di caffe. Tapi entah dia berani atau tidak untuk memberitahu luka ini pada Jojo.
Hye Young memasuki ruangan milik Haru.
"Bang" - Hye Young.
"Kok elo? Gak ke rumah sakit lo?" - Haru.
"Libur gue hari ini" - Hye Young.
"Gak istirahat aja, lo? Gak capek emang?" - Haru.
"Biasa aja... Bang" - Hye Young.
"Kenapa?" - Haru.
"Gue, gue sibuk banget ya, bang?" - Hye Young.
"Maksud lo?" - Haru.
"Jojo, bang. Gue gak becus jagain Jojo selama ini" - Hye Young.
Satu hal juga yang bisa menjadi alasan Hye Young menangis. Yaitu soal Jojo. Soal luka Jojo. Hye Young juga akan menangis jika sahabatnya itu terluka, ada yang menyakiti.
"Hhh. Ini soal Joo kan?" - Haru.
Mata Hye Young terbelalak, kaget dengan apa yang baru saja Haru katakan.
Jadi selama ini semua orang sudah tau. Apa Jojo juga? . Begitu batinnya.
"Jadi lo udah tau, bang?" - Hye Young.
"Gue belum lihat langsung. Apa bener dia begitu. Tapi dari gerak gerik dia di sosial media, dan sikap dia ke Jojo, itu udah cukup menyimpulkan masalah ini" - Haru.
"Jojo?" - Hye Young.
"Dia udah denger. Lusa Il Sik dateng dan bilang kalo dia lihat Joo lagi sama cewek lain" - Haru.
"Brengsek! Tapi lo masih diem aja begini, bang?" - Hye Young.
Lagi. Haru hanya bisa menghela napasnya kesal.
"Hhh. Jojo mau kita diem aja. Dia minta kita biarin dia selesaiin ini semua sendiri" - Haru.
"Gak. Jojo gak boleh kayak gitu" - Hye Young.
"Lo pikir kita bakalan diem aja gitu? Biarin Jojo nahan ini semua sendirian? Enggak. Kita selalu mantau semuanya. Bahkan Baek udah nyuruh orang dia buat ngikutin Joo. Tapi kita gak bisa bertidak gitu aja. Gue gak mau bikin Jojo malah marah ke kita. Gue gak mau bikin Jojo yang akhirnya dia gak punya tempat yang dia bisa percaya kalo kita gegabah. Gue gak mau jojo benci sama kita semua, termasuk lo, Young. Jadi, gue minta ke elo. Kita tunggu sebentar aja, biarin Jojo selesaiin ini sendiri dulu" - Haru.
Hye Young mengusak rambutnya kasar. Kesal rasanya tidak bisa melampiaskan kebenciannya.
"Young. Saat ini cuma kita yang Jojo punya. Udah gak ada yang lain. Do Wha, Sae Mi. Mereka udah gak ada dalam hidup Jojo. Jadi, gue minta sama lo buat sabar" - Haru.
"Bang. Gue gak sanggup lihat hidup Jojo kayak gini terus. Semua orang yang dia sayang ninggalin dia satu persatu. Dan gue takut gue akan jadi salah satu dari orang orang yang bakalan ninggalin dia. Jujur, gue takut, bang" - Hye Young.
Runtuh sudah. Pertahanan Hye Young akhirnya runtuh juga di hadapan Haru. Selama ini dia berusaha untuk tetap kuat di depan Jojo. Karna Jojo sendiri benci melihat orang orang tersayangnya menangisi hidupnya. Jojo tidak suka dipandang dengan rasa iba.
"Gue juga takut. Gue takut bakalan ninggalin Jojo juga. Karna pada akhirnya kita semua juga akan sibuk dengan hidup kita masing-masing. Gue pasti akan nikah, elo, begitu juga sama yang lain. Kita semua bakalan punya kehidupan kita masing masing. Di mana Jojo bukan lagi prioritas kita... Sejauh ini. Tunangan gue masih bisa memahami keadaan Jojo. Karna dia juga emang kenal baik sama Jojo dan Do Wha. Dan gue bersyukur sama tunangan gue yang dengan sabar memahami ini semua. Tapi gue juga gak bisa egois terus. Gue juga takut, bisa aja dia yang malah ninggalin gue. Semua kemungkinan dari resiko ini gue takut. Gue takut mengecewakan semua orang, tunangan gue, Jojo bahkan Do Wha. Gue rasa Baek, Nam Joo dan Il Sik juga sama kayak gue, dan mungkin lo juga begitu..." - Haru.
"...Dah ah. Nangis lo kayak bocah" - Haru.
"Sialan" - Hye Young.
Mereka pun tertawa bersama setelah tadi saling berbagi rasa sedih mereka.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
. Bersambung...
Huhu... Sini peluk sayang sayangku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Untuk Dia (END) ✔
RomancePENTING!!! Cerita ini hanya fiksi semata. Ini hanya berdasarkan daya khayal ku saja. Tidak ada niatan untuk merugikan pihak manapun. Jadi, Teruntuk para pembaca mohon pengertian dan kebijaksanaan dalam memahaminya. Terimakasih.
