Kelas sudah kosong sejak beberapa menit lalu dan aku masih setia duduk di meja ku. Bang Reza sudah mengabariku jika dia akan sedikit telat karena jalanan yang macet dan aku juga tidak memiliki niatan untuk menunggu di dekat gerbang.
Sisa pelajaran terakhir berlangsung lebih lama seperti biasanya, sebenarnya biasa saja, namun perasaanku yang sedikit kacau membuatku merasa jika waktu berjalan lebih lama dari biasanya. Setelah bel pulang berbunyi Dirga langsung keluar, tidak berusaha untuk menahanku lagi atau semacamnya dan Rissa masih tidak berbicara denganku.
Yah... sebenarnya itu bagus, aku akan anggap masalahku dengan mereka sudah selesai dan aku akan fokus dengan ujian semester minggu depan, yang artinya dua hari lagi. Ponselku berbunyi dan aku mengambilnya, mendapati pesan dari Bang Reza yang mengatakan jika dia sudah berada di depan gerbang. Aku memakai ranselku dan berjalan ke gerbang depan, di mana Bang Reza menungguku.
"Abang nginep lagi?" tanyaku padanya saat melihat sebuah tas besar di jok belakang.
"Iya," jawabnya, lalu diam.
Kami sampai di rumah, aku melihat sepasang sepatu di depan pintu dengan aneh. Kak Reza sudah pulang? jadi yang kulihat tadi pagi benar, kan?
Aku mendengar Bang Reza menghembuskan nafas berat di belakangku. Lalu pintu rumah terbuka, dan Kak Reza muncul dari dalam.
"Abang udah pulang?" Tanyanya tersenyum kepada Bang Reza, Bang Reza mengangguk dan berjalan mendahuluiku.
Kak Reka menatapku sekilas, dan menyusul masuk kedalam. Aku menatap kepergian kedua orang itu, enatah kenapa suasana sekarang berubah menjadi aneh.
Memutuskan untuk tidak perduli, aku melepaskan sepatu dan berjalan masuk. Aku berganti baju dan duduk di meja belajar ku, ujian sudah di depan mata dan aku tidak akan membiarkan apapun menggangguku.
***
Waktu seminggu untuk ujian terasa begitu lambat, berangkat sekola, menyelesaikan soal-soal, pulang, lalu belajar, selalu berulang. Aku lega aku bisa menjalani seminggu ini dengan baik, walaupun beberapa kali aku masih memikirkan tentang Dirga, tapi aku bisa menahannya. Satu hal lagi yang membuatku merasa aneh dan was-was, Bang Reza kembali terasa jauh dari ku, dia memang menginap selama seminggu ini, tapi dia kembali bersikap tidak bersahabat denganku, dan entah ini hanya perasaanku saja atau memang benar adanya, sikap Kak Reka menjadi aneh.
Seperti saat ini, aku baru berjalan menaiki tangga saat melihat Kak Reka berdiri di sana, di anak tangga teratas dan dia menatapku tajam. Aku menunduk, menghindari tatapan matanya yang menakutiku dan terus menaiki tangga, ini hari terakhir ujian dan aku ingin beristirahat setelah seminggu penuh begadang untuk belajar.
aku baru akan melewati Kak Reka saat dia tiba-tiba mencengkram lengan bajuku sebelah kanan dan menariknya agar aku berdiri di depannya, membuatku berusaha keras menjaga keseimbanganku dan mencegah tubuhku kerjugkal ke belakang.
"Lo pikir lo mau kemana?" ujarnya dingin.
"Maaf kak, aku mau ke kamar, kenapa kak?" tanyaku takut.
Aku menatap Kak Reka takut, menatap matanya yang sedang menatapku tajam dengan padangan yang terasa dingin menusuk. Aku merasakan punggungku menjadi dingin dan tubuhku bergetar. Kak Reka memang selalu mengacuhkan ku, tapi sikapnya saat ini benar-benar membuatku takut.
"Lo pikir gue bakal biarin lo istriahat dengan tenang, setelah semua yang lo lakuin ke gue?!" teriaknya.
"Lo udah buat Mama dan Papa ninggalin gue, dan sekarang lo juga mau ngambil Bang Reza dari gue, iya?!"
aku memegang diding di sebelaku dan mengambil langkah mundur, kakigu gemetar saar menuruni tangga dan Kak Reza maju mendekatiku.
"Gue bakal buat lo membayar atas perbuatan lo, Juli..." ujarnya pelan, wajahnya yang sebelumnya terlihat memerah karena marah kini berubah sedih, membuatku semakin ketakutan.
"Lo nggak akan gue biarin ngambil milik gue lagi..."
Aku berbalik dan akan menuruni tangga dengan cepat saat dua buah tanggan mendorongku dengan kuat, dan menghilangkan keseimbanganku.
TBC
23.12.2019
A/N : Gue tau ini pendek banget, jadi gue minta maaf. Tapi nanti malem gue bakal update lagi kalau sempat. Makasih buat yang udah nyempetin baca cerita ini dan juga untuk vote yang kalian berikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Rise on July
Teen FictionDua tahun lalu, July harus menerima kenyataan bahwa ibunya yang baru saja meninggal ternyata hanyalah istri simpanan ayahnya. Dan dia terpaksa menuruti ayahnya untuk tinggal dengan keluarga ayahnya yang lain, yang sama sekali tidak ia ketahui. Kedua...
