Ada yang menelisik jauh, bahakan lebih jauh lagi
Kentara rasanya mengulang hal yang masih itu-itu saja, hanya menerawang, lalu menerka-nerka apa yang belum tentu akan terjadi
Apakah itu cukup adil ? sementara dunia tidak pernah toleransi pada pilihan sendiri
Lantas dimana sebaiknya perasaan ini diletakkan ?
Di tepian jalan ?
Diatas langit ?
Atau sebaiknya tidak ada saja dari sebelumnya ?
Semut selalu tau mana yang manis
Burung kutilang bersorak sorai dalam gerimis
Lalu aku ?
Masih setia memelihara "misterinya" optimis
Aurora tidak muncul setiap saat
Dewi Sinta masih setia dengan Rama nya
Lalu kamu ?
Masih bersembunyi dibalik kata "sepertinya"
Simpul-simpul tali saling menguatkan
Beton yang menjulang, layaknya impian
Lalu kita ?
Ah memangnya siapa kita ?
.
.
.
Fajar.
Bandung, 25 Desember 2019
KAMU SEDANG MEMBACA
Instalasi pena
PoetrySebuah pengalaman akan mengajarkan banyak makna dan cerita, tinggal kita menyikapinya entah untuk menuju dewasa atau hanya diam dan tertinggal bersamanya.
