Aku tidak tau!

12 2 0
                                        

Ada yang menelisik jauh, bahakan lebih jauh lagi
Kentara rasanya mengulang hal yang masih itu-itu saja, hanya menerawang, lalu menerka-nerka apa yang belum tentu akan terjadi

Apakah itu cukup adil ? sementara dunia tidak pernah toleransi pada pilihan sendiri
Lantas dimana sebaiknya perasaan ini diletakkan ?

Di tepian jalan ?
Diatas langit ?
Atau sebaiknya tidak ada saja dari sebelumnya ?

Semut selalu tau mana yang manis
Burung kutilang bersorak sorai dalam gerimis
Lalu aku ?
Masih setia memelihara "misterinya" optimis

Aurora tidak muncul setiap saat
Dewi Sinta masih setia dengan Rama nya
Lalu kamu ?
Masih bersembunyi dibalik kata "sepertinya"

Simpul-simpul tali saling menguatkan
Beton yang menjulang, layaknya impian
Lalu kita ?
Ah memangnya siapa kita ?
.
.
.
Fajar.
Bandung, 25 Desember 2019

Instalasi penaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang