SEASON 1 : WITHOUT YOU
(n.) a feeling of excitement, happiness, or elation.
"jeno cuma mau, jeno sama ayah bahagia. dan jeno bahagia, kalau ayah bahagia. jeno sayang ayah."
SEASON 2 : NEW LIFE
Bagaimana jadinya ketika ada banyak rahasia besar tiba-t...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Loh, Jeno mau diajak kemana, om?" Tanya Haechan pas dia sama Jaemin plus Renjun baru aja sampai di halaman rumah keluarga Jung.
Nampak seorang ayah Jaehyun sedang kewalahan memasukkan dua koper berukuran sedang ke bagasi mobilnya. Tentu aja Renjun reflek mendekat, membantu Jaehyun yang sedang kesulitan. Sementara Haechan sama Jaemin asik menghabiskan telur gulung yang mereka beli di ruko depan komplek.
"Makasih, Jun." Renjun hanya membalasnya dengan senyuman lengkap dengan tampilan gingsul manisnya.
"Kemaren katanya Jeno sakit lagi, om?" Tanya Jaemin, padahal pertanyaan Haechan juga belum dijawab Jaehyun.
Jaehyun mengangguk lesu, seolah mengerti air mukanya yang mudah tertebak, ketiga sohib Jeno mengangguk mengerti.
"Maaf kemarin kita sibuk sama tryout, om." Ujar Renjun.
"Iya, lagian Jeno udah baikan kok."
Jaemin sama Haechan kompak melirik isi bagasi mobil keluarga Jung, dan Jaehyun bergantian. "Kemanasih, om?" Jaemin udah keki sendiri karena pertanyaan mereka gak kunjung dijawab.
"Mau liburan. Jangan sirik lo." Jaemin, Haechan, dan Renjun kompak menoleh setelah mendengar suara empunya yang dari awal udah ditunggu-tunggu.
"Dih. Curang lo. Ikut dongg!" Haechan keliatan banget gak sukanya.
"Om, kita ikut sabi dong?!" Jaemin juga sama.
Sementara Renjun cuma merotasikan dwinetranya, jelas-jelas keduanya butuh waktu rehat setelah hampir sebulan ini dilanda rasa duka yang terus tertahan. Emang bener-bener manusia gak peka dan gatau waktu.
Jaehyun tersenyum ramah. "Kapan-kapan aja, ya? Om sama Jeno butuh quality time bareng."
Jaemin sama Haechan kompak mendesah kecewa. "Ehtapi, Jeno masih ikut un 'kan? Sayang kalo taun ini gapyear 'kan."
Jeno reflek menempeleng kepala Jaemin. "Emang gue liburan selama apa?! Lagian gue liburan gak jauh-jauh."
"Oleh-oleh janlup!" Ujar Haechan yang kemudian mendapat anggukan dari Jaehyun.
"Tenang aja dah lo pada. Nanti ayah gue beliin lo semua oleh-oleh yang banyak. Iya 'kan, yah?"
Jaehyun mengusak rambut Jeno pelan. "Iyaa."
"No, jangan lupa. Katanya mau masuk manajemen bareng." Ucap Jaemin mengingatkan.
"Iyaa."
"Lah, gajadi masuk fasilkom bareng guaa?" Tanya Renjun yang jadi tinggal sendiri kalau ketiga temannya itu lebih milih ambil jurusan manajemen.
"Duh, gue mah cuma mau bilang, jangan lupa oleh-oleh yang banyak buat gue!" Ujar Haechan.
Pagi itu pun terasa lebih cerah dan lebih hangat suasananya karena kedatangan teman-teman Jeno yang hadir. Jaehyun merasa senang, nampak jelas eyesmile Jeno yang lama gak dia lihat selepas kepergian bundanya itu. Dia harap, semoga senyuman itu akan terus bertahan untuk selamanya.
...
"Ayah udah izin sama guru kamu, jadi kamu gausah khawatir soal presensi."
"Iya."
"Ayah bakal minta om kamu buat nyariin tutor buat ngejar materi yang ketinggalan nantinya."
"Iya."
"Ayah juga udah minta tante kamu buat jagain rumah sementara. Jadi, kamu gausah khawatir soal rumah dan barang-barang bunda di rumah."
"Iya, yah."
"Oh ya, kalo lapar ayah udah bawa—"
"Yah, jadi aku dengerin ceramah ayah atau nikmatin perjalananya nih?"
Jaehyun terkekeh, ia pun mengusak puncak kepala sang anak dengan gemas. "Gak kerasa, ternyata anak ayah udah gede. Udah jadi bujangan."
"Ayah aja yang sibuk kerja."
"Maafin ayah."
Jeno ngehela napas. "It's okay, semuanya udah berlalu. Just enjoy and take our time as well."