Eunsang tengah mengerjakan tugas yang diberikan oleh pak daniel. Tugas yang diberikan padahal akan dikumpulkan minggu depan, tapi eunsang sudah mengerjakannya sekarang.
Fokus eunsang pecah ketika ia melihat wonjin dalam keadaan yang basah kuyup masuk kekelasnya. Eunsang langsung berdiri dan menghampiri wonjin,
"Wonjin kenapa bisa basah begini?"
"Gue gak papa sang cuma kepeleset aja, bisa minta tolong gak? Ambilin baju diloker, kedinginan gue" pintanya. Eunsang langsung berlari pelan kebelakang kelas dimana loker loker untuk siswa diletakkan. Eunsang membuka loker bernomor 21 dan mengambil seragam wonjin.
"Terima kasih, gue ganti baju dulu" setelah itu wonjin pergi keluar meninggalkan eunsang berpikir bingung, gak mungkin kalau kepleset bisa basah sampai segitunya.
Eunsang masih menunggu wonjin dikelasnya, perasaan eunsang sungguh khawatir dengan teman sebangkunya itu. Beberapa menit kemudian wonjin masuk dengan keadaan yang lebih baik daripada sebelumnya.
"Wonjin beneran gak papa?" tanya eunsang.
"Gak papa sang serius," wonjin tersenyum manis untuk meyakinkan eunsang bahwa ia benar baik baik saja.
Eunsang menatap wonjin, dilihatnya memar dipipi kiri wonjin. "Wonjin ada yang nyakitin ya? Jujur aja" kata eunsang.
"Eh? Enggak" wonjin terkejut, apa terlalu terlihat?
"Wonjin gak boleh bohong, di pipi kiri wonjin ada memar" eunsang masih menatap wonjin cemas.
"Eh ini gue tadi kehantuk lantai makanya bisa memar kaya gini hehe, santai gak sakit kok"
Eunsang tau wonjin bohong, tapi eunsang memilih diam. Akan ada saatnya wonjin akan menceritakan semuanya, "iya deh"
Dan wonjin hanya menatap kosong kearah depan, memikirkan apa yang baru saja menimpanya tadi dibelakang sekolah.
••
Kelas telah selesai, eunsang dan wonjin berjalan keluar koridor bersamaan. Ditengah jalan, mereka bedua bertemu dengan minkyu.
"Wonjin, pulang bareng gue yuk?" tawar minkyu.
"Gak, sana lo pulang duluan" ketus wonjin,
Minkyu terkejut, kenapa wonjin menjadi seketus ini?
"Wonjin lo kenapa?" tanya minkyu
"Ck, pergi sana" wonjin malah mengusir minkyu.
Minkyu menatap wonjin tajam, merasa ada yang lain dari wonjin. Padahal semalam keduanya masih berhubungan dengan baik. Minkyu melihat wonjin mengeluarkan air matanya dan panik,
"Wonjin, lo kenapa? Ada yang nyakitin lo?" Tanya minkyu menggenggam tangan wonjin
Wonjin kembali menatap minkyu dengan mata yang merah dan liquid bening menetes dari mata cantik wonjin,
"Kyu, gue minta lo jauhin gue pleae. Lo gak perlu terlalu baik sama gue. Anggap aja kita kayak yang dulu sebelum lo akrab sama gue"
Dan setelah itu wonjin berlari meninggalkan eunsang dan minkyu yang menatap kepergian wonjin.
"Minkyu, eunsang gak tau wonjin kenapa. Yang jelas semenjak wonjin masuk kelas dengan basah kuyup wonjin cuma diam trus melamun terus sampai ditegur pak jisung"
Wonjin? Basah kuyup?
"Kenapa dia bisa sampai basah?"
"Eunsang gak tau, tapi katanya wonjin tepleset sampai memar dipipi wonjin"
Minkyu semakin heran dengan penjelasan eunsang. Ia merasa wonjin berubah bukan kemauan dirinya. Ada yang menjadi dalang dibalik sikap wonjin hari ini.
•• Wonjin duduk dihalte bus yang sedikit jauh dari halte bus tempat biasa dia menunggu. Wonjin diam kembali memikirkan apa yang dia alami baru saja disekolah.
Saat itu wonjin baru saja selesai membeli beberapa jajan dikantin dan kembali kekelasnya. Ditengah jalan ia dihentikan oleh beberapa murid perempuan dan menariknya hingga dibelakang sekolah.
"Wonjin wonjin, lo gak sadar diri ya lo itu siapa?" ucap murid perempuan bernama chaerin.
Wonjin yang bingung kenapa ia bisa ditarik kesini hanya terdiam, "gue salah apa sama kalian?"
"Gue ingetin sekali lagi, lo harus sadar diri disini. Lo cuma anak beasiswa dan gak pantas buat minkyu!" ucapnya,
Setelah wonjin tau ia hanya tersenyum tipis, "kenapa? Lo iri sama gue? Lo suka sama minkyu tapi minkyunya suka sama gue"
Perempuan itu hanya tertawa kecil, "jangan melunjak, atau lo bakal tau akibatnya jalang."
"Gue bukan jalang!"
"Oh yah? Terus yang semalam gue liat di bar fearout jadi pelayan siapa?" chaerin memperlihatkan sebuah foto dimana foto itu ada wonjin didalamnya.
"Lo jangan main main sama gue, atau semua orang disekolah ini bakal tau pekerjaan lo kaya apa"
Wonjin terdiam, sungguh dirinya terpojokkan disini.
"Jauhin minkyu atau ini gue sebar. Pilihan gampang kan wonjin?"
Dan setelah itu wonjin disiram air oleh teman teman chaerin dan meninggalkan wonjin dalam keadaan yang basah kuyup.
Wonjin menangis, mengingat semuanya membuat dirinya ingin pergi saja dari dunia ini.
"Apa perlu gue kasih tau minkyu?" ucap seseorang, dan wonjin langsung menoleh melihat hyungjun disampingnya.
"Hyungjun, sejak kapan lo disini?"
"Sejak lo melamun, gak perlu bohong sama gue. Gue liat semuanya apa yang dilakukan chaerin sama lo, gue juga denger apa yang dia bilang termasuk lo kerja. Apa gue harus kasih tau minkyu kalo lo diancam chaerin?"
"Gak usah, apa yang dikatakan chaerin emang bener. Gue gak pantes, gue gak cocok buat minkyu, gue gak selevel sama kalian. Gue cuma-"
"Yang gue tau, minkyu tulus sama lo. Dia gak mandang lo orang apa dan dan status sosial lo gimana." jelas hyungjun.
"Untuk sekarang gue cuma kasih tau sama temen temen lo, karna gak mungkin lo sendirian kemana mana sekarang. Gue gak bisa ngasih tau minkyu karna gue juga gak punya bukti walaupun minkyu tetep percaya sama gue. Lo temen gue jin, gue bakal lindungin lo sebisa gue, tunggu saatnya chaerin akan dapat batunya" ucap hyungjun.
"Jangan khawatir, minkyu bener bener tulus sama lo. Selama berteman sama dia gue gak pernah liat dia sebucin ini yang rela rela hujan hujanan sama lo padahal dia punya mobil mewah dan berakhir sakit dan tetep ngebelain lo."
"Tunggu sampai minkyu bisa ngebuat semuanya jelas ya jin? Gue janji bakal usahain secepatnya"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
TBC Gimana gimana chapter ini, konflik dimulai ye seyeng😗 Lanjut? Vote dulu😚😚