Eunsang, wonjin, dongpyo dan minhee memasuki kantin sekolah. Semua mata tertuju kepada mereka ketika melihat wonjin dengan tatapan menjijikan dan meremehkan.
Sebenarnya wonjin enggan untuk keluar kelas, karna ia tau pasti akan seperti ini. Namun teman temannya memaksa, mengatakan bahwa tidak akan meninggalkan wonjin sendiri. Tidak ada bullying yang dilakukan kepada wonjin karna hyungjun mengatakan siapapun yang berani menyentuh wonjin barang sesenti akan berhadapan dengan dirinya.
Semenjak chaerin mengutarakan semua tentang dirinya, wonjin mendapat perlakuan yang sama sekali tidak mengenakan disekolahnya. Tiap ia datang kesekolah, tatapan sinis yang selalu ia dapat juga cibiran dari teman temannya dan gunjingan gunjingan dari orang lain setiap hari menjadi makanan untuk wonjin. Terkadang wonjin berpikir untuk berhenti saja dari sekolah namun temannya selalu menyemangati dirinya untuk tidak terlalu dipikirkan karna orang orang itu tidak tau sebenarnya yang terjadi.
Wonjin yang berjalan dengan eunsang disampingnya dan membawa nampan berisi makan siang dan dongpyo yang bersama minhee mengekori dibelakangnya tersentak kaget karna wonjin menjatuhkan nampannya.
"Ups, sorry"
Wonjin disenggol dengan oleh chaerin berjalan disampingnya. Wonjin sudah merasa ketakutan dengan segera menunduk untuk membereskan kekacauan yang terjadi. Namun ia ditahan oleh eunsang, "wonjin berdiri," katanya.
Eunsang sedikit menarik wonjin untuk berdiri, "chaerin yang numpahin. Chaerin juga yang bersihin. Tanggung jawab" ujarnya.
"Gue? Bersihin ini? Haha gak sudi! Teman lo aja tuh, sekalian kotor kan" ketusnya.
"Sang, gak papa. Salah gue juga tadi gak pegang kuat kuat," ujar wonjin.
Eunsang menoleh menghadap wonjin, "semua orang tau kalau wonjin disenggol, sengaja bikin makanan wonjin tumpah."
"Udah mulai berani lo ya sama gue" chaerin menyunggingkan senyumnya kepada eunsang yang menatapnya tidak suka.
"Eunsang gak pernah takut kalau eunsang benar. Eunsang bukan pengecut yang gak mau ngakui kesalahannya" ujar eunsang dingin.
"Sang, udah"
Chaerin maju selangkah mendekati eunsang dan mendorong bahu eunsang dengan jari telunjuknya, "lo itu anak baru kemarin. Gak usah sok tau, gak usah sok ikut campur"
"Chaerin itu cantik, sayang gak punya etika. Gak punya sopan santun, gak punya tanggung jawab. Jadi percuma, cantiknya ketutup." ujar eunsang.
Chaerin menatap tajam dan mengangkat tangannya bersiap menampar eunsang, namun wonjin duluan menahan tangan chaerin.
"Masalah lo cuma sama gue chae, jangan sakitin teman gue." ujar wonjin berani.
Dongpyo menarik mundur eunsang dan minhee juga yang menarik wonjin, "udah ayok pergi. Makan dikantin depan aja. Gak usah diladenin ratu ular ini" ujar dongpyo sinis.
Sebelum mereka pergi chaerin dengan cepat mengambil mangkuk yang berisi kimchi dan menumpahkannya dibaju eunsang yang putih, dan membuat baju eunsang menjadi berwarna merah dan berminyak. "Chaerin!" teriak wonjin terkejut atas tingkah spontan chaerin
"Lo boleh ngelakuin apapun ke gue, tapi gak ketemen temen gue" ujar wonjin penuh penekanan, amarah terpancar dimata bening milik wonjin.
"Kenapa? Oh iya. Karna lo sudah gak punya teman lagi kan? Gak ada yang lo porotin lagi, gak ada yang mau buat kasihan--"
Plak!
Ucapan chaerin terhenti karna wonjin menamparnya. Perempuan itu memegang pipinya yang terasa perih dan tertawa kecil, "bangsat" lirihnya pelan
"WONJIN!!"
Wonjin menoleh kebelakang dan melotot melihat minkyu yang berdiri disana dengan tatapan yang mengerikan menurutnya.
"Berani nya lo nampar chaerin!" ujar minkyu,
"Dia pantas ditampar! Mulutnya sudah keterlaluan!" sentak wonjin tak kalah kencang.
"BAGAIMANAPUN DIA PEREMPUAN JIN, LO ITU LAKI LAKI, GAK PANTAS BUAT NYAKITIN PEREMPUAN!"
Wonjin menatap tidak percaya kearah minkyu, laki laki didepannya ini tidak tau apa apa yang baru saja terjadi dan langsung menghakiminya seperti ini.
Wonjin menatap chaerin tajam dan minkyu bergantian dan mendengus.
"Gue tau lo benci sama chaerin tapi untuk alasan apapun lo gak pantas buat nampar perempuan"
"Lo gak punya hati kyu, lo gak tau apa yang terjadi dan sekarang lo hakimin gue kayak gini?" ujar wonjin dengan nada yang serak menahan tangis.
Minkyu menatap lurus kedalam mata wonjin yang berair dan terlihat sekali terlukanya wonjin. Tapi minkyu menyampingkan hal itu dan mengedepankan egonya yang tinggi.
Chaerin yang berada dibelakang minkyu hanya tertawa remeh melihat wonjin yang terpojok, puas akan minkyu yang membelanya.
Tangan wonjin bergerak cepat kearah meja dan mengambil segelas jus dan menyiramkannya ke tubub chaerin, "itu untuk eunsang!"
Dan tanpa wonjin sangka, minkyu menamparnya dengan kencang hingga merah tertinggal dipipi wonjin.
"Lo sudah keterlaluan banget jin, gue gak nyangka lo bakal sejahat ini"
Wonjin masih memegang pipinya yang terasa pedih akibat tamparan minkyu, ia menoleh perlahan mendongak menatap minkyu, "kalian yang jahat sama aku" lirihnya. Matanya mengeluarkan airmata dan suaranya serak membuat minkyu sedikit tersentuh. Dengan cepat wonjin berlari dan menabrak bahu minkyu entah kemana.
Minkyu hanya terdiam ditempatnya, tanpa memperdulikan chaerin yang daritadi memanggilnya.
Eunsang tekejut ketika ada yang membalikkan badannya, dan junho disana yang menatapnya cemas. "Kamu kenapa kotor begini sang? Siapa yang ngelakuin ini?" tanyanya.
"Gue" ujar chaerin singkat.
"Lo gila ya?!" teriak junho, ia sudah maju ingin menghampiri chaerin tapi ditahan sama eunsang. "Udah jun, gak usah ditanggepin"
Junho dengan terpaksa kembali mundur, ia melepas jas sekolahnya dan memberikannya kepada eunsang, "kamu ketoilet dulu ganti baju, aku bawakan baju nanti" dan diangguki oleh eunsang.
Dan, setelah kejadian ini tidak ada seseorang yang biasanya memasang badan untuk membela wonjin..
Where is hyungjun?
*TBC*
Baru bisa update hari ini huhuhu
KAMU SEDANG MEMBACA
fvckboy ; junsang
Random[ COMPLETED STORY ] "Eunsang, jadi pacar gue ya?"-junho Most impressive ranking #1 in junsang
