chapter seven ; insecurety

2K 274 8
                                        

Ting!

Bunyi notifikasi line masuk diponsel milik eunsang membuat sipemilik berdiri dari tempatnya. Ia mengambil ponsel itu dan melihat pesan masuk dikirim dari sebuah nomor yang tak dikenal.

010-xxx-xxx
Eunsang, ini gue junho
Saveback ya

Eunsang
Oh oke junho😊

Beberapa menit eunsang menatap layar ponselnya menunggu pesan dari junho dan tidak ada yang masuk, saat ia ingin meletakan kembali ponselnya notif berbunyi dan eunsang tersenyum melihat isi pesan dari junho

Chajunho
Besok gue jemput, jam 7.

Sesuai dengan apa yang junho bilang semalam, pemuda itu benar benar menjemput eunsang bahkan sebelum pukul tujuh mobil hitamnya sudah terparkir didepan halaman rumah.

Eunsang bergegas keluar ketika junho mengirim pesan bahwa dirinya telah ada didepan rumah eunsang, padahal si manis baru menyelesaikan sarapannya.

"Pa, ma, eunsang berangkat bareng junho. Junho udah nungguin didepan" kata eunsang. Dan langsung bergegas keluar dari rumah.

"Nungguin lama ya jun?" eunsang terengah engah didepan pagar rumahnya dan junho hanya tersenyum tipis, "enggak, belum ada lima menit gue chat lo udah keluar padahal belum ada jam tujuh"

Keduanya hanya terfokus dengan pemikiran masing masing selama diperjalanan. Eunsang hanya diam sesekali melirik junho yang menyetir, dan junho yang tampak fokus dengan jalanan hanya bersenandung kecil.

Saat mobil itu memasuki wilayah sekolah, eunsang baru teringat bahwa junho adalah murid paling populer ketika banyaknya fans yang menunggu kedatangan junho mulai dari pagar depan.

Eunsang terdiam memikirikan apa yang akan terjadi jika penggemar junho tau dirinya berada didalam satu mobil yang sama dengan junho. Sedikit banyak eunsang agak takut.

"Gak usah takut. Selama gue disamping lo, semuanya aman" ucap junho tiba tiba seperti menebak pikiran eunsang.

Keduanya turun dari mobil, dan seperti yang eunsang kira para penggemar junho pasti akan terkejut melihat dirinya. Eunsang yang masih syok berada ditengah kerumunan dengan tiba tiba junho menggenggam tangannya dan berjalan menjauhi kerumunan.

"Mulai sekarang lo harus terbiasa dengan itu," kata junho tiba tiba dan eunsang hanya mengerutkan dahinya bingung dengan perkataan junho.

••

Setelah mengantar eunsang kekelas si manis, junho bukannya masuk kelas namun keruangan milik whitevers dan melihat minkyu yang terduduk disana dan melamun di jam pelajaran seperti sekarang, tumben sekali padahal minkyu termasuk anak yang rajin dan jarang membolos bukan seperti dirinya, pikir junho.

Junho mendekat beberapa langkah dan mendudukan dirinya tepat disamping minkyu, "kenapa lo? Ribut sama gebetan?"

"Tiba tiba dia minta gue jauhin, padahal kemarin malam gue sama dia masih baik baik aja" jawabnya.

"Apa gue kurang ganteng? Kurang tajir?" ucapnya narsis.

Sedangkan junho hanya menggumam kecil, "goblok"

"Aneh banget gak sih jun? Malamnya kita masih chattan terus paginya dia minta gue jauhin" minkyu

"Kecantol sama yang lain kali" ucap junho santai.

"Minta banget gue gampar lo?" balas minkyu dengan wajah yang datar.

Keduanya menoleh ketika hyungjun masuk kedalam dengan wajah yang lesu seperti kurang tidur.

"Kenapa lo wil?"

"Telat, dilarang masuk kelas sama pak dongho" bukannya hyungjun yang menjawab namun seseorang dibelakang hyungjun, tony.

"Kebiasaan lo mah, udah tau guru killer malah telat" sambungnya.

"Bacot amat lo sumpah" hyungjun menidurkan badannya dikarpet bawah dan lebih memilih tidur.

"Lah lo kenapa disini?" tanya junho yang melihat tony, bukannya ada guru dikelas mereka?

"Ya lo bedua gak ada dikelas, gue cabut lah" jawabnya. Tony melihat minkyu yang hanya diam disebelah junho, "kenapa lagi ni?"

"Gebetan kecantol sama yang lain"

"Sini deketan jun biar gue gamparnya enak"

Tony menjauh dari keduanya malas. Ia juga melihat hyungjun yang sudah tertidur dibawah dengan tas dan jas sekolah sebagai bantalnya.

••

Eunsang melirik keteman sebangkunya yang hanya diam semenjak pak dongho masuk kelas. Bahkan wonjin yang biasanya selalu aktif didalam kelas sekarang hanya menatap kosong papan tulis didepan.

"Wonjin gak papa?" tanya eunsang dan wonjin tersenyum tipis, "gak papa"

"Eunsang tau wonjin orang baik. Semua yang diomongin chaerin itu pasti salah, gak mungkin wonjin kayak gitu"

Eunsang sudah tau penyebab kenapa wonjin basah basahan kemarin saat masuk kelas hingga ia membentak minkyu saat pulang sekolah. Dan semuanya diceritakan oleh hyungjun, tidak hanya eunsang teman teman wonjin seperti dongpyo dan minhee juga sudah tau.

"Tapi tetep aja, kalau yang lain tau gue kerja di bar pasti mereka mikir gue jalang"

"Semua yang chaerin bilang hanya pandangan dari dia sendiri dan belum tentu benar." dongpyo tiba tiba menyahut didepan wonjin.

"Nyatanya emang lo gak begitu kan? Lo cuma kerja dan gak ada unsur yang bisa ngatain lo sebagai jalang." minhee menyambung.

"Apa perlu gue bertindak?" tanya dongpyo, "sesekali mulut kayak gitu harus dikasih pelajaran biar gak ngatain orang seenaknya padahal dia gak tau aslinya"

Wonjin menggeleng, "jangan. Bukan cuma itu, kalo semuanya tau pasti minkyu bakalan tau dan gue belum siap minkyu jauhin gue" lirih wonjin.

"Lo tau kalo minkyu itu pintar, pasti dia tau mana jujur mana bohong" jawab minhee.

Wonjin tersenyum lirih, "gue emang gak ada apa apanya dibandingkan chaerin, dia bener minkyu gak sebanding sama gue yang notabenenya bukan anak orang tajir melintir dan gak ada yang bisa gue samain sama minkyu. Gue bener bener gak tau diri"



TBC

Hai? Apakah book ini masih diinginkan?
Hehe ayo dibaca jangan lupa ninggalin jejak, vote dan komen nya yaa

fvckboy ; junsangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang