chapter twenty-one ; thats how eunsang feel upset

1.7K 234 22
                                        

Junho terusik dari tidur nyenyak nya karna dering telpon yang tak henti henti berbunyi. Tangan nya meraba nakas disamping ranjang nya dengan mata yang masih tertutup. Tanpa melihat si penelpon junho mengangkat nya,

"Junho! Kamu apaan sih bawa eunsang ke apartemen kamu!"

Junho membuka matanya dengan berat lalu melihat nama minju tertera disana lalu kembali menempelkan ponselnya ditelinga.

"Lo yang apa apaan hubungin gue jam segini?" ucapnya dengan nada yang serak.

"Aku gak suka ya kamu dekat banget sama dia. Aku aja gak pernah main ke apartemen kamu, malah kamu bawa dia kesana. Pacar kamu dia atau aku sih?"

Junho menghela napasnya, ia melirik jam dinakas dan menunjukan waktu 00.21. Sumpah demi apapun matanya sangat berat karna ngantuk dan ada saja orang yang mengganggu istirahatnya.

"Gue mau tidur, jangan berisik"

"Kamu kesini, atau aku bongkar semuanya"

Junho membulatkan matanya, perempuan sinting! "Jangan berani berani lo bertindak sembarangan minju. 10 menit lagi gue kesana"

Junho mematikan sambungan telpon secara sepihak. Ia bangkit dari ranjangnya menuju kamar mandi dan mencuci wajahnya agar sedikit terlihat lebih segar. Junho mengambil jaket yang tersampir si kursi lalu keluar dari apartemennya menuju tempat dimana minju berada.

Sampai disana junho memasuki salah satu ruangan dimana minju berada dan terlihat sang gadis tengah duduk disofa ditemani beberapa temannya dan minuman yang berada dimeja. Minju berdiri mendekati junho dan duduk tepat disamping junho.
"Kamu kemana aja sih jun? Aku kangen tau gak?" junho hanya diam enggan membalas ujaran minju.

Minju yang melihat junho mengacuhkannya sedikit merasa kesal. Ia mengambil sebuah gelas kecil mengisinya dengan minuman setengah gelas dan memberikannya pada junho, "minum?" tawarnya.

Dan jawaban dari junho membuat minju semakin kesal karna, hey seorang cha junho menolak untuk minum?

"Gue bawa mobil kesini. Gue gak mau minum" jawabnya singkat.

Minju meletakan gelasnya kasar, ia berbalik menghadap lurus dengan junho yang menatap nya amat datar.

"Lo kenapa sih? Makin hari makin sulit dihubungin. Beberapa kali gue ajak jalan ada aja alasan lo nolak ajakan gue. Makin hari lo makin nempel aja sama murid baru itu!" sungut minju.

"Ya karna dia pacar gue lah, salah gue dekat sama pacar gue?"

"Pacar?" minju bertanya dengan wajah yang terkejut dan tak percaya, "lo ngakuin dia pacar lo?"

"Lah emang dia pacar gue"

Minju tertawa sarkas, matanya menatap tajam junho yang juga menatap matanya tajam, "dia cuma mainan lo junho. Dia cuma bahan taruhan lo sama teman teman lo. Dan wow, lo akui dia sebagai pacar?" ujar minju pelan.

"Jaga omongan lo minju, lo kalau nyuruh gue kesini cuma untuk ngajak ribut mending gue pulang"

"Memang benar kan? Lo taruhan sama teman teman lo demi sebuah mobil keluaran terbaru dan hanya dibuat gak sampai sepuluh unit di dunia. Dan bahan taruhannya adalah eunsang, lee eunsang. Kalau lo bertahan selama lebih dari sebulan lo menang dan dapetin mobil itu. Junho… lo gak benar benar jatuh cinta sama dia kan?"

"Taruhan itu urusan gue, not your bussiness, minju. I warned you, don't do stupid things" ujar junho dengan penuh penekanan. Dan setelah itu ia berjalan meninggalkan tempat itu. Namun beberapa langkah, ia berhenti dan berbalik menghadap minju.

fvckboy ; junsangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang