Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Junho menatap datar ponselnya yang menampilkan sebuah postingan story instagram membuat dirinya semakin menekuk wajahnya. Junho melirik hyungjun di sebelahnya yang juga tengah melihat hal yang sama. "Mereka sedekat itu ya?" tanyanya membuat hyungjun kaget. "Eh? Gue gak tau seberapa dekat, cuma kayaknya mereka berdua dekat"
Junho melemparkan ponselnya kesofa dan merebahkan kepalanya bersandar pinggiran sofa menatap langit langit apartemennya, "kalau emang gue gak dikasih kesempatan kedua gimana?" lirihnya.
"Itu hak eunsang lo gak boleh memaksa, tapi setiap orang boleh dapat kesempatan kedua kok. Usaha aja lo, tunjukin kalau lo bener bener sayang sama dia"
Junho mengambil kembali ponselnya, ia tersenyum kecut melihat wallpaper miliknya, foto dirinya dan eunsang yang diambil beberapa waktu lalu. "Gue kangen eunsang…"
••• "Kak dongbin, sini deh main ayunan"
Dongbin tersenyum gemas melihat eunsang yang tengah berjalan cepat mendahuluinya menuju sebuah ayunan. Ia mengambil ponselnya lalu memotret eunsang dari belakang. Dongbin mendudukan dirinya di ayunan disebelah eunsang yang sudah mulai mengayunkan badannya.
"Eunsang baru tau ada tempat begini disini"
Dongbin menolehkan pandangannya, ia melihat eunsang yang masih berayun. "Kamu baru tau?" tanya nya.
Eunsang mengangguk, "jarang keluar rumah hehe" ujarnya diiringi tawa ringan.
Sore tadi dongbin mengajak eunsang untuk mencari cemilan di depan perumahan eunsang. Tidak terlalu jauh, hanya butuh waktu kurang dari sepuluh menit jika berjalan kaki. Dan keduanya benar benar berjalan dari rumah eunsang. Dan dongbin mengajak eunsang ke taman bermain anak anak yang tidak jauh dari sini.
"Kayaknya makin dingin, pulang aja yuk" tawar dongbin dan di angguki pelan oleh eunsang, padahal ia masih ingin disini. "Kapan kapan kita kesini lagi kalau kamu mau, tapi jangan malam udara lagi dingin nanti kamu sakit"
Eunsang mengangguk paham. Keduanya berdiri lalu berjalan berdampingan keluar dari taman bermain. Dongbin melihat eunsang yang lebih pendek sedikit dari nya lalu tersenyum, "kamu gak dimarahin junho dek?" tanyanya.
Eunsang menoleh dengan dahi yang terangkat kebingungan, "kenapa junho harus marah?"
"Kalian berdua pacaran kan? Kamu jalan sama kakak, dia gak marah?"
Eunsang menggeleng, "kami cuma teman kok"
"Kalau begitu kakak punya kesempatan?" lirihnya, sayangnya eunsang tidak mendengar terlalu jelas. "Kakak ngomong apa tadi, eunsang gak denger maaf"
"Enggak kok, bukan apa apa"
Sampai didepan rumah eunsang, dongbin mengeluarkan sebuah gantungan kunci berbentuk mickey mouse dan memberikannya kepada eunsang, "tadi kakak liat ini gemes banget kayak kamu jadi kakak beli"
"Ih lucu, makasih ya kak" ujar eunsang melihat gantungan kunci itu.
"Yaudah, kakak pulang dulu ya. Jangan tidur telat, besok sekolah" ujarnya lalu diangguki oleh eunsang. "Hati hati ya kak"
•••
"Udah gue bilang, yang ada sakit hati kan lo hhh" hyungjun merotasikan matanya kesal. Dirinya dan junho kini tengah berada didalam mobil yang dekat dengan rumah eunsang. Keduanya menyaksikan eunsang dan dongbin benar benar dekat dari kaca mobil milik junho.
"Dia ngasih apaan sih, eunsang seneng banget kayaknya" hyungjun bergerak lebih dekat dengan kaca mengintip namun tetap tidak terlihat karna jarak keduanya cukup jauh. Hyungjun menoleh kebelakang ke arah junho yang terdiam melihat eunsang berinteraksi dengan kakak kelasnya, ia menghela napasnya pelan lalu duduk dengan rapi kembali. "Udah pulang yok, dingin cuy"
"Bahkan gue aja gak tau kesukaan eunsang apa" ujar junho. Matanya masih menatap eunsang yang tersenyum disana.
"Eh eh itu kak dongbin mau pulang, ayo balik nanti ketahuan" panik hyungjun.
"Kita didalam mobil kalau lo lupa, kacanya juga gelap gak mungkin keliatan dari luar"
"Oh iya juga ya, tapi junho ayo pulang gue kedinginan bangsat. Lo kalau ngajak keluar ngasih gue sweeter kek jaket kek main tarik aja. Lo kira gue beruang yang tahan dingin. Tega lo sama gue"
Junho mendecak, "jangan lebay atau lo gue turunin disini"
"Turunin aja, lo gak bakal gue bantu baikan sama eunsang. Gak takut gue hah!" hyungjun melipat kedua tangannya didepan dada, ia memasang wajah datar yang menatap ke arah depan.
"Dih gitu mainnya, yaudah sorry. Ice cream mau?"
"SINTING YA LO? INI MUSIM DINGIN LO MAU GUE SAKIT TRUS CEPET MATI?" semprot hyungjun.
"Yaudah iya pulang iyaa" ujar juno mengalah. Junho menghidupkan mesin mobilnya lalu melajukan mobilnya keluar dari perumahan eunsang.
Tanpa junho sadari, eunsang masih berdiri didepan rumahnya yang melihat mobil mereka melaju menjauh dari sana. "Kayak mobilnya juno" gumamnya.
•••
Eunsang sudah bersiap untuk tidur, ia mendudukan dirinya dipinggir ranjang. Tangan eunsang mengambil ponselnya yang tengah mengisi daya dan mencabutnya. Ia membuka beberapa pesan yang masuk, namun ia kaget karna junho mengirimi pesan.
Sedikit ragu, eunsang membuka roomchatnya dengan junho yang ia abaikan beberapa hari ini.
Junho Jangan sering keluar malam, udara lagi dingin. Kamu baru sembuh, jangan sampai sakit lagi.
Ia tersenyum melihat pesan dari junho. Setelah itu ia membuka pesan dari kakak kelasnya.
Kak dongbin Maaf ya gantungan kuncinya biasa banget. Nanti kakak cariin yang lebih bagus deh.
Lain dengan pesan junho yang ia abaikan saja, eunsang dengan cepat mengetik sebuah balasan untun kakak kelasnya.
Eunsang Ini udah gemesin banget kak, makasih yaa.
•••
Junho tersenyum kecut melihat pesan yang ia kirimkan kepada eunsang hanya dibaca saja tanpa ada balasan. Ia menutup roomchatnya lalu membanting ponselnya ke ranjang milknya lalu merebahkan diri disana. "Gue kangen lo sang…" lalu menutup matanya dan jatuh tertidur beberapa saat kemudian.
*TBC*
Hiya hiya, maaf ya aku jarang up. Aku bakal usahain up tiap hari ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.