Junho berlari kecil di koridor sekolahnya dengan membawa sebuah kertas kecil ditangannya. Ia tersenyum melihat isi tulisan dan nama pengirimnya. Dan junho makin semangat dan melajukan langkahnya menuju suatu tempat.
Sampai didepan tujuannya, ia masuk perlahan dan melihat sekitar yang nampak sepi. Junho berjalan pelan, ia menoleh ke kanan dan kirinya mencari seseorang yang mengirimi kertas kecil di tangannya. Sampai ia terhenti ditengah ruangan, melihat seseorang yang di carinya tengah fokus dengan buku dimeja dan pena di tangannya. Ia berjalan pelan dan mendudukan dirinya tepat di depan orang itu dan tersenyum tipis.
Junho menyerahkan kertas berwarna biru itu kepada si pemilik. "Makasih..." ujarnya.
"Junho?" eunsang mendongakan kepalanya dan terkejut karna tiba tiba junho berada di depan nya. Apa ia terlalu fokus sehingga tidak mendengar langkah kaki junho?
Eunsang mengambil kertas berisi tulisannya itu dan mengembalikannya kepada junho. "Junho sudah sembuh?" tanya nya.
Junho mengangguk, "berkat kamu"
Si manis menggeleng, ia menyunggingkan senyum tipisnya dan kembali melihat buku dibawahnya, "eunsang bukan dokter, jadi gak mungkin junho sembuh karna eunsang"
"Mungkin aja, bukti nya aku sembuh. Demamku juga turun gara gara macaron yang kamu kasih semalam. Makasih ya"
Pipi eunsang memerah, ia menutupinya dengan buku ditangannya. "Hmm" gumamnya.
"Kenapa kamu semalam gak naik, ngasih langsung ke aku?" junho bertanya pelan, karna perpustakaan sekarang memang sedang sepi.
"Eunsang sibuk, kemarin ada acara di cafe. Pas mau naik, eunsang ketemu minkyu. Jadinya eunsang titip aja karna ditungguin kak jinhyuk di cafe"
Junho mengangguk paham, ia mengusak surai hitam milik eunsang. "Yaudah, aku keluar dulu. Kamu semangat belajarnya" ia tersenyum manis dan melangkahkan kakinya keluar dari perpustakaan sekolah.
Pipi eunsang semakin memerah. Sudah lama dirinya tidak berinteraksi sedekat ini dengan junho. Karna dirinya lah yang membatasi interaksi keduanya, dan sekarang ia mencoba kembali untuk merobohkan tembok yang ia buat untuk membatasi dirinya dan junho berhubungan.
Eunsang tersenyum melihat junho yang berjalan keluar dari perpustakann. Bisa ia lihat, junho sedikit lebih berekspresi daripada kemarin ketika junho dan dirinya tengah bermasalah. Sorot mata junho juga kembali seperti dulu, dan entah kenapa dirinya juga ikut merasa bahagia.
Di sisi lain, dongbin yang berdiri jauh dari eunsang dan junho melihat keduanya kembali berkomunikasi. Ditambah dengan senyum merekah eunsang dan junho juga yang kembali menyunggingkan senyumnya membuat dirinya sedikit merasa kecil.
Dilihat dari segi apapun, junho tetap berada di level yang berbeda dengannya. Junho itu banyak penggemarnya, visual? Junho adalah pangeran disekolahnya. Kekayaan? Jangan lupa, junho adalah anak dari pemilik yayasan sekolahnya. Ditimbang dari segi apapun, junho tetap lebih dari nya. Bahkan dalam urusan hati, junho tetap beruntung karna bertemu duluan dengan eunsang. Entah kenapa dirinya merasa insecure sekarang.
"Dua duanya masih sayang kalau diliat"
Dongbin menoleh kesampingnya. Ia melihat dongpyo dengan sebuah lolipop berada di tangannya. Dongpyo juga menoleh kearah kakak kelasnya itu, "apa? Kenapa ngeliatin gue kayak gitu?" ujarnya.
"Enggak" dongbin kembali beralih menatap eunsang disana yang masib fokus dengan bukunya. Ia mengangkat sudur bibirnya tipis. "Gue ngerasa jahat kalau gue misahin orang yang saling sayang"
Dongpyo melirik kakak kelasnya itu, ia memasukan lolipop kedalam mulutnya lalu mengeluarkannya kembali. "Gue tau kok kak, lo suka sama eunsang. Tapi lo juga gak boleh tutup mata kalau eunsang masih sayang sama junho"
KAMU SEDANG MEMBACA
fvckboy ; junsang
Diversos[ COMPLETED STORY ] "Eunsang, jadi pacar gue ya?"-junho Most impressive ranking #1 in junsang
