chapter twelve ; be mine?

1.6K 223 49
                                        

"Junho, maaf ya nunggu lama" ujar eunsang yang baru saja keluar dari rumahnya. Eunsang nampak manis dengan balutan sweater berwarna cream dan kacamata yang bertengger dihidungnya.

"Iya gak papa, masuk ayo keburu sore." junho membukakan pintu mobilnya untuk eunsang, manis sekali sikap junho:)

"Kita mau kemana jun?" tanya eunsang, ia meraih seatbelt disamping dan memasangkannya, begitu juga dengan junho.

"Ikut aja, tempat spesial buat kita" junho tersenyum, dan melajukan mobilnya.

Selama perjalanan keduanya mengobrol santai, tentang junho dan kesukaannya dengan mobil dan eunsang yang mendengarkan dengan simak. Sampai eunsang menyadari junho membawanya jauh dari tempat biasanya dan hanya diam. Ia percaya kepada junho.

Hampir selama satu jam berkendara keduanya tiba disalah satu restoran. Restoran ini nampak beda karna jauh dari perkotaan. Suasananya tampak hangat ditemani matahari yang akan terbenam, dan pemandangan hijau yang menyegarkan. Restoran bergaya klasik ini menawarkan banyak sekali feedback yang baik dalam pelayanannya.

Junho dan eunsang sampai dilantai paling atas dan duduk disalah satu meja yang telah tertanda reservasi.

Eunsang menatap sekelilingnya dengan kagum. Terpana akan keindahan alam yang masih luas dan udara yang segar jauh dari asap kendaraan.

"Junho tau darimana tempat sebagus ini?" tanyanya.

"Ini restoran favorit keluarga gue. Kalau lagi stress sama hiruk pikuk kota biasanya kami kesini. Udaranya seger banget buat merilekskan badan"

Eunsang mengangguk, menyetujui apa yang junho katakan. Tempat ini benar benar cocok untuk mengistirahatkan pikiran.

Setelah keduanya memesan hidangan, dan menunggu beberapa saat untuk hidangan datang, keduanya menikmati waktu santainya.

"Eunsang?"

"Iya jun?"

"Gue boleh jujur?"

"Uhm, tentu."

Junho nampak ragu, ia memalingkan pandangannya kearah lain memikirkan apa kalimat yang bagus untuk dikeluarkan.

"Sang lo inget gak? Waktu pertama lo masuk sekolah. Lo masuk satu ruangan dan nanya dimana ruang guru?"

"Iya ingat, itu junho kan"

Junho tersenyum puas, "iya itu gue"

"Seumur umur gue sekolah disana, gak ada yang berani mendekat keruangan itu. Dan dengan polosnya lo masuk kesana dan bertanya sama gue, yang notabenenya pemilik ruangan"

"Eunsang gak tau hehe"

"Dan saat lo tersenyum, jujur gue-

Gue jatuh cinta..."

Eunsang sedikit terkejut, ia nelihat junho dengan tatapan polosnya.

"Mungkin ini terlalu cepat, tapi gue gak bisa nahan lama lama. Eunsang, be mine?"

Junho menatap eunsang yang nampak terkejut. Raut wajah eunsang menggambarkan betapa polosnya ia ketika ada yang menyatakan perasaan kepadanya.

"Lo mau sang jadi pacar gue? Gue janji bakal bikin lo bahagia" ujarnya meyakinkan. Dan junho melihat eunsang mengangguk dengan wajah yang memerah. Junho tersenyum, namun dibalik senyumanya ia merasa menang. Kena lo lee eunsang, dasar bodoh. porsche welcome to papa..

••

"Gue akui lo udah jadian sama dia tapi itu belum selesai, lo masih butuh beberapa waktu lagi sesuai dengan perjanjian jun" tony menyesap rokok elektrik yang berada digenggamannya. Ia tiba tiba saja dihubungi junho tengah malan untuk datang ke salah satu nightclub

"Sebaiknya lo bersihin porsche lo, gue gak mau nerima barang berdebu" junho mengambil botol minuman beralkohol dan menuangkan digelasnya, ia meneguknya pelan dan tertawa.

"Eunsang, lo bener bener gampang dibodohi" ujarnya pelan.

"Lo sama busuknya kayak chaerin. Suatu saat kebusukan lo bakal terbongkar dan gue gak sudi buat bantuin lo"

"Hyungjun, apa yang lo maksud?" lirih junho mengingat perkataannya kemarin.

Tony menoleh, ia mendengar junho nenyebut satu nama temannya, "hyungjun? Anak itu sudah terlalu jauh ikut masalah minkyu. Gue penasaran apa yang bakal chaerin lakuin"

Junho mengambil kembali botol didepannya dan menuangkannya digelas yang kosong, ia goyangkan pelan dan melihat cairan didalamnya,"chaerin gak bakal seberani itu sama hyungjun. Dia cuma menggertak. Kalau sesuatu terjadi gue yakin dia gak bakal diam doang, lebih parahnya hyungjun bisa aja nendang chaerin keluar sekolah dengan mudah" ujar junho. Ia tau pasti karakter hyungjun karena keduanya dekat semenjak kecil.

"By the way jun, gue kira lo punya yang baru taunya balikan sama minju" ujar tony santai. Ia menyandarkan punggungnya kesofa dan kembali menghisap alat elektrik itu.

Junho masih setia dengan gelasnya, ia menaruh perhatian kepada ingatannya beberapa hari lalu ketika perempuan itu datang kepadanya memohon untuk melanjutkan hubungan mereka, "dia yang mohon sama gue, ya gue terimalah. Sayang banget gue buang, cantik" ujarnya lalu mengangkat kedua alisnya cepat.

Tatapan junho beralih kedepan dimana lantai dansa yang dipenuhi orang sedang bergoyang dan tertuju tepat ke salah satu perempuan menjadi bagian bergoyang dan tersenyum simpul. "Kim Minju" ujarnya pelan.

Getar notif dari ponsel milik junho membuat sipemilik terkejut. Ia mengambil dari saku celananya dan membuka roomchat dan ternyata minkyu mengirim sesuatu disana.

Minkyu
📍 share location

Kesini sekarang, 15 menit gak pake lama

Junho melirik tony disampingnya dan melihat temannya itu juga dikirimi pesan yang sama dari minkyu.

Junho berdiri dari kursinya dan berjalan mendahului tony. Tony berdecak mengambil jaket yang berada disampingnya dan berdiri menyusul junho.

"Minkyu sialan, gue baru pesan kamar" umpatnya pelan.





TBC

TBC

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



fvckboy ; junsangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang