chapter nine ; basket part 2

1.8K 255 27
                                        

"Eunsang?"

Pergerakan tangan sipemilik nama terhenti ketika ia dipanggil oleh seseorang, dan ketika ia memalingkan wajahnya ia tersenyum melihat sosok junho berjalan kearahnya.

"Iya jun?"

"Sibuk ya?" junho mengambil posisi duduk disamping eunsang yang tengah menulis.

"Enggak, ini lagi merangkum sedikit aja kok" jawabnya.

"Mmm, pulang sekolah temenin gue bisa?"

"Kemana?"

"Pengen main basket aja cuma temen gue lagi pada gak bisa semua"

Eunsang mengangguk, menyetujui ajakan junho.

"Nanti gue tunggu diparkiran ya, gue balik dulu." dan setelah itu junho berjalan keluar kelas.

"Cie diajak main basket" goda dongpyo yang menaik turunkan alisnya menatap eunsang.

"Ih pyo apaan, temenin doang kok"

"PJ kalo jadi ya sang, jangan lupa" dongpyo lanjut menggoda eunsang dan tertawa. Tapi ia langsung diam ketika melihat eunsang yang menatapnya bingung, "PJ itu apa?"

••

"Wonjin, tunggu!"

Wonjin mempercepat langkahnya ketika mendengar minkyu memanggilnya. Ia bahkan berlari tapi minkyu lebih cepat menggapai tangannya dan menarik wonjin kebelakang sekolah.

"Jelasin, udah beberapa hari ini lo menghindar dari gue. Kenapa? Gue salah apa?" minkyu dengan tangan yang masing memegang lengan wonjin menatap simanis didepannya dengan tatapan frustasi.

Wonjin memalingkan wajahnya kearah lain menghindar tatapan minkyu, juga supaya pria didepannya ini tidak melihatnya menahan tangis.

"Wonjin…" lirih minkyu, ia mendekati wonjin perlahan dan memeluknya.

"Gue sayang sama lo, tapi kenapa tiba tiba lo berubah?" bisiknya. Minkyu mendengar wonjin terisak pelan.

Wonjin hendak membuka mulutnya, menjawab pernyataan minkyu. Tetapi sebelum itu ia melihat chaerin berada jauh sedang melihatnya dengan tatapan yang tajam. Wonjin dengan cepat melepaskan pelukan minkyu dan berlari jauh meninggalkan minkyu.

"Wonjin, lo benar benar berani. Tunggu apa yang bakal gue lakuin" gumam chaerin dari jauh.

••

Junho melirik arloji yang berada ditangan-nya dan menunjukkan tepat pukul 3 sore yang tandanya jam sekolah telah berakhir.

Junho bersandar dimobil-nya dan melihat siswa yang berhamburan keluar kelas. Netranya terus melihat kanan dan kirinya mencari seseorang yang dia tunggu. Dan senyumnya mengembang ketika melihat eunsang berjalan kearah-nya ditemani oleh hyungjun dan wonjin dibelakang-nya.

"Mau kemana lo bedua?" tanya hyungjun, matanya menelisik junho yang berdiri didepannya.

"Kepo sifat dajjal." jawab junho singkat.

"Lo dajjalnya," balas hyungjun.

"Ayo sang, nanti keburu sore"

"Baik baik lo bawa anak orang, gak usah lo macem macem"

"Cuma satu macem kok. Udah ah bikin lama aja lo" junho masuk kedalam mobilnya.

"Jun, jin, eunsang jalan dulu ya. Kalian hati hati dijalan. Nanti kabarin eunsang kalau mau kerumah" pamitnya dan ikut masuk kedalam mobil. Dan mobil hitam itupun melaju keluar area sekolah.

"Temen temen lo mau kerumah?" tanya junho.

"Iya, mau ngerjain tugas bareng"

Dan junho hanya mengangguk mengerti. Sampai dimana tempat junho biasa bermain basket, keduanya turun dari mobil dan berjalan kearah lapangan.

Junho menenteng tas dan ditangan kirinya ada bola basket yang akan ia gunakan. Junho dan eunsang mengambil salah satu tempat dengan kursi yang tersedia dan meletakan barang barang disana.

"Lo mau ikut main?" tawar junho.

"Eunsang liat junho main aja" jawabnya sambil tersenyum. Dan junho baru teringat bahwa eunsang memiliki masalah pernapasan jika kelelahan.

Junho mendrible bola masuk kedalam lapangan dan mulai memainkan bola-nya. Walaupun junho hanya sendiri disana, ia terlihat keren dengan tangan-nya yang lincah untuk memantulkan bola dan memasukan kedalam ring yang tinggi.

Eunsang terpaku melihat permainan junho. Ditambah junho yang berkeringat dan membasahi pakaian sekolahnya juga rambut panjang junho yang terkibas karna lompatan-nya membuat junho nampak berkali kali lipat lebih tampan.

Hampir dua puluh menit junho bermain, lelaki itu merasa lelah dan haus. Ia mendekat kearah eunsang dan tersenyum. Entah kenapa ia merasa eunsang seperti pacar yang menunggunya latihan basket.

Junho meraih sebotol air dingin yang eunsang berikan, "terima kasih" dan meneguknya dengan cepat untuk menghilangkan rasa hausnya.

"Junho hebat banget mainnya." ujar eunsang dan terasa didalamnya kekaguman terhadap junho.

"Gue baru main setelah beberapa minggu, rasanya kaku." junho duduk disebelah eunsang. Mengambil handuk dan mengelap kepalanya lalu menyampirkannya dileher.

"Kenapa junho gak gabung eskul basket? Skill junho udah hebat, kalau junho masuk mungkin sekolah kita bakal menang"

"Gue cuma jadikan basket sebagai hobi, gak lebih. Gue emang suka basket tapi gue gak ada niat buat gabung eskul basket karena gue gak suka yang namanya persaingan"

"Kalo lo sadar, anak anak whitevers itu jarang ada yang ikut eskul. Karna mereka punya hal penting lebih dari basket. Tapi bukan berarti mereka gak punya hobi. Gue, minkyu, tony itu hobinya basket. Kadang kami main disini kalau lagi gak sibuk. Basket memang hobi dan olahraga yang paling pas buat kami" jelasnya.

"Makasih udah nemenin gue ya sang."

••

Dongpyo dan minhee tengah berbaring diatas ranjang milik eunsamg dengan beberapa buku yang terbuka dihadapan mereka.

"Duh, gue mau give-away permasalahan hidup aja. Ada yang mau gak ya?" ujar dongpyo.

"Pak daniel kalau ngasih tugas bener bener gak main main. Gue gak ngerti apa yang dia jelasin kemarin karna gue cuma fokus sama worms zone dihape gue" dongpyo menjatuhkan kepalanya dibuku dan minhee hanya menggeleng melihat temannya sambat.

"Lo baru ngerjain dua soal dari dua puluh soal pyo, dan sambat lo seakan lo udah ngerjain sembilan belas soal." saut minhee disebelahnya yang mengintip pekerjaan dongpyo.

Dongpyo mengangkat wajah-nya. Melihat disampingnya minhee yang hanya bersantai memainkan ponselnya, "hee, lo udah selesai?"

"Udah" jawabnya tanpa melihat dongpyo.

"Udah semua? Beneran?"

"Udah pasrah maksudnya"

Dan dongpyo hanya menggerling malas. Benar bener kang minhee, apa yang diharapkan dari seorang penganut paham santuy dan rebahan everytime everywhere.

Kalau tugas yang bisa dikerjakan h-1 kenapa harus dikerjakan h-7.-minhee kang.



TBC
Hayo siapa disini sama kayak minhee? Tugas dikerjain SKS, sistem kebut semalam angkat tangannya🙋‍♀️

fvckboy ; junsangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang