chapter twenty ; banana milk for my cherrie

1.7K 241 16
                                        

Beberapa hari berlalu, ujian tengah semester sudah hampir selesai. Hari ini ujian terakhir, dimana mata pelajaran paling sulit menurut para murid di uji kan. Beberapa siswa mengeluh karna penempatan mata pelajaran yang menurut mereka sangat salah karna dua mata pelajaran susah dijadikan satu sekaligus. Beberapa siswa juga terlihat masih belajar dengan catatan yang berada dibuku mereka. Dan beberapa siswa juga hanya pasrah dengan keadaan yang berharap dapat bantuan dari teman.

Eunsang memasuki ruang kelasnya dan terlihat berbagai aktivitas dimulai ada yang belajar, ada yang hanya mengobrol tentang ujian dan ada yang tidur di pojokan kelas. Eunsang melangkahkan kakinya mendekati meja dan menyampirkan tasnya dikursi. Eunsang melihat wonjin yang belajar walaupun dengan sedikit kantuk yang terlihat. "Wonjin tadi malam gak pulang kemalaman kan?" tanyanya.

Yang ditanya menggeleng, menampilkan senyum tipisnya meyakinkan eunsang bahwa ia baik baik saja, "gue pulang tepat waktu kok." jawabnya.

Eunsang menolehkan pandangan nya kesamping kanan dimana meja minhee dan dongpyo yang keduanya tidak terlihat belajar. Dongpyo kadang mengeluh sambat karna ujian hari ini benar benar akan menguras otaknya hingga kering. "Ini yang ngatur jadwal ujian gimana sih? Masa matematika sama ekonomi dijadikan satu kayak gini? Emang otak gue mampu? Selesai satu ujian hidup matematika, masuk lagi ujian hidup lainnya ekonomi haahh" keluhnya.

Sedangkan minhee yang berada disampingnya hanya menggelengkan kepala. Masih ingat? Minhee adalah tipe siswa yang santai, walaupun mata pelajaran tersulit di ujikan sekaligus minhee tidak akan panik dan tetap yakin dengan hasil belajarnya semalam. Ingat tidak ingat, hapal tidak hapal minhee akan menjawab seadanya, mengarang indah, dan menjawab dengan sisa sisa hasil ingatannya saat guru menerangi dikelas.

Meja yang berada didepan minhee dan dongpyo adalah meja hyungjun. Hyungjun nampak sibuk dengan beberapa coretan dibukunya, melatih dirinya dengan soal soal yang kemungkinan keluar nanti.

Eunsang terkejut ketika dirinya baru saja berbalik ingin mengambil buku namun ada suara dari mejanya. Ia membulatkan matanya ketika melihat junho berada didepan mejanya dengan tangan yang membawa sekotak susu pisang kesukaannya. Junho meletakan susu pisang dimeja eunsang, dirinya tersenyum dan mengusak pelan surai eunsang. "Semangat, cherrie" dan pergi dari situ begitu saja.

Eunsang mengambil kotak susu didepan nya, ada sebuah note yang tertempel di pinggir dan tulisannya sangat manis ditambah sebuah tanda love dipinggir nya. Good luck your last mid cherrie♡

Wajah eunsang memerah malu, kenapa junho pagi pagi manis sekali? Kalau begini terus bisa bisa ia diabets tiap pagi. Eunsang memasukan susu pisang nya ke dalam tas, padahal ia ingin meminum nya namun bel berbunyi dan sebentar lagi ujian akan dimulai.

••

Selesai ujian, para siswa diperbolehkan untuk langsung pulang. Eunsang tengah melangkah kan kakinya menuju parkiran dimana ia akan pulang bersama junho. Sampai di parkiran, belum ada junho yang biasa menunggu nya. Namun tak sampai lima menit junho sudah terlihat diparkiran.

"Gimana ujiannya? Lancar?" tanya junho. Ia mengambil kunci mobil lalu membukakan pintu untuk eunsang. Lalu menyusul masuk"

Eunsang mengangguk sebagai jawaban. "Kalau juno? Bisa jawabnya?"

Junho memutar kemudi mobilnya, menjalankan keluar dari lingkungan sekolah. "Seperti biasa, mengarang indah" jawabnya bercanda.

"Juno ish, pelajaran matematika disuruh mikir malah ngarang. Nanti pelajaran bahasa disuruh ngarang malah mikir" lalu keduanya tertawa.

"Kita ke apartemen aku sebentar ya? Ganti baju dulu baru cari makan" ujar junho.

"Makan disana sekalian aja, beli bahan masak. Nanti eunsang yang masak" tawarnya.

Junho mengiyakan eunsang. Ia memelankan laju mobilnya, celingak celinguk kesamping mencari mini market.
Keduanya masuk disalah satu mini market dipinggir jalan. Junho membawa keranjang dan mengisinya dengan beberapa cemilan dan minuman soda untuknya dan minuman susu untuk eunsang.

"Kak dongbin?"

"Eh? Eunsang? Cari apa disini dek?"

Eunsang tersenyum, menunjukan keranjangnya yang berisi beberapa bahan makanan, "cari bahan makanan kak. Kakak sendiri?" dongbin masih berdiri di depan rak cemilan tersenyum manis, "cari cemilan dek, lagi pengen nyemil eh ketemu kamu disini. Kamu gimana udah gak lari lari lagi kan? Gak jatuh lagi?" tanyanya. Dan dijawab gelengen malu oleh eunsang.

"Ehem!"

Dongbin dan eunsang yang tengah asik mengobrol menolehkan pandangannya kebelakang, dimana junho tengah berdiri menatap keduanya datar. Junho mendekati eunsang dengan keranjang yang penuh dengan cemilan, "udah kamu nyarinya?" tanyanya kepada eunsang. Dan eunsang mengangguk. "Udah, ayo bayar."

Dongbin jelas tau siapa yang bersama eunsang sekarang. Senyumnya sedikit luntur, namun ia masih berpura pura tersenyum didepan eunsang. "Duluan ya dek" ujarnya dan tersenyum manis.

"Iya kak, hati hati." jawab eunsang dan membuat junho dongkol. Junho yang sudah cemberut melihat eunsang terkihat akrab dengan pria tadi makin menekuk wajahnya. "Apaan senyumnya kayak om om, gantengan juga gue. Manisan juga gue, tajiran juga gue" gumam junho.

"Juno ngomong apa?".

"Enggak, udah ayo bayar"

Dikasir junho melirik pria tadi yang sudah keluar dari mini market dengan tatapan jengkel. Junho merasakan tanda tanda bahaya dari pria itu. Sedikit kesal karna tampaknya ia sudah mengenal eunsang jauh. Kenapa jika dipikirkan malah membuatnya semakin dongkol? Ck benar benar. Cemburu kah dirinya? Ia baru saja melihat eunsang mengobrol dekat dengan orang lain selain teman temannya. Dan eunsang juga sangat baik kepada orang itu, lagi lagi membuat junho semakin kesal.

Didalam mobil junho melirik eunsang yang nampak biasa aja setelah pertemuan dengan orang tadi, namun diri nya kesal karna menurutnya eunsang terlalu baik kepada orang lain. "Kamu kenal sama orang tadi? Kayaknya akrab banget malah" tanyanya.

Eunsang menolehkan pandangannya, "eh? Itu kakak kelas disekolah. Eunsang kira juno tau" jawabnya.

"Jangan dekat dekat sama dia lagi" ujar junho.

Eunsang menatap junho bingung, kenapa tiba tiba junho menyuruh untuk jangan dekat dekat dengannya, "kenapa? Kak dongbin baik kok juno"

"Aku gak suka. Kamu gak usah dekat dekat sama dia. Ingat kamu punyanya aku ya"



*TBC*

Apa apaan senyum ke pacar gue? Gantengan gue kemana mana juga-junho

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Apa apaan senyum ke pacar gue? Gantengan gue kemana mana juga-junho

fvckboy ; junsangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang