Aku takut jatuh kedalam pesonanya tuhan, Dan kini ketakutanku terjadi....
Aku tak setegar khodijah aku hanya mampu seperti aisyah yang cemburu melihat kau denganya, aku hanya mampu layaknya fatimah yg mencintaimu dalam diam ku....
Laysa put...
Lupakanlah hal yang patut dilupakan Luapkanlah segala isi hatimu jika itu membuat beban itu luruh Menangislah jika air matamu mampu menetes bersama rasa kecewamu.
Laysa POV.
Setelah kemarin aku mendengar tentang perjodohan itu aku tak ambil pusing, toh jodoh tidak akan lepas kan. Walaupun masih sedikit kecewa.
Dan sekarang setelah shalat dzuhur,aku madrasah dan katanya yang mengajar tentang tamu bulanan itu ning salma, dia menggantikan ustadzah nara. Huh.....
"assalamualaikum semua"salam ning salma ketika memasuki kelas kami.
"walaikumsalam"jawab kami.
"saya disini menggantikan ustadzah nara mengajar risalatul makhid, semoga kalian tertib dan disiplin dalam proses belajar ini, fahimtum? " Ujar ning salma,
"fahimna ustadzah"jawab kami.
"kalian jangan panggil saya ustadzah, panggil saya itu NING, paham" Ucapnya dengan kepala besar huhhh sombongnya dia.
....... Dan sampailah ning salma menyebut namaku, tapi ketika dia menyebutku, raut wajahnya kaget,dan setelah itu tersenyum tapi kecut sekali. "laysa putri bahanan"
"hadiroh"jawabku.
.....
.
.
"zahrana anfa"
"hadiroh" "dan sekarang mari kita mulai materi kali ini"ning salma.
"ya udah yura ikut ke pulau impian nya"kata yura, dasar somplak, ternyata dia ikutan aku, TIDUR
Terlelap......
Tak lama kemudian......
"laysa putri basyaiban, bangun kamu!" Tiba tiba ada suara ning salma, dan spontan akupun langsung terbangun dan berdiri, ternyata seluruh kelas menatapku dan sicunguk yura diapun bangun sepertiku.
Ning salma menggebrak meja kita woy... Sadesss.
"iya kenapa ning? "tanyaku polos.
"keluar dan bersihkan seluruh halaman pesantren putri ,tapi sambil jongkok dan cuci baju takziran dan tak ada bantahan"ucap ning sombong itu,
Wahhh yang benar saja, gila sumpah.
Aku yang malas berdebat pun mengiyakan, dan keluar dari kelas tapi ketika aku baru sampai diambang pintu....
"ning kok laysa dihukumnya berat banget, kan saya juga tidur kenapa hanya laysa saja?, saya rasa hukuman yg ning berikan sangat berlebihan, lagian juga baju takziran kan banyak sekali dan dulu juga umi pernah bilang, tidak boleh menghukum santri seperti itu ning" Itu suara yura. Wowww hebat juga dia.
"terserah saya, sekarang kamu keluar dan kamu hanya mengawasinya saja tidak boleh membantunya"ujar ning salma, mungkin dia sedang halangan.
Yura pun berjalan mendekatiku tanpa salam terlebih dahulu pada ning salma, dan langsung menariku keluar kelas.
Tak lama kemudian aku mendengar suara........
"LAysaaaa,, yuraaaa tungguin kita"lah itu suara toa masjid gilaaa melengking seqali.
Ya dira dan mini menyusul kami. Entah apa yg merasuki mereka sehingga mereka ingin ikut dengan aku dan yura, sungguh aneh.
"eh kita ikut ya"ucap mini yg sudah berada didekatku dan yura.dan tentu saja nambah satu curut lagi, dira.
"iya nih, gabut tahu, ning sombong itu tuh kayaknya idiot deh"ucap dira.