Hari ini Hyunjin datang lebih cepat. Benar saja, dia lewat dari penutupan pagar. Ia bergegas memarkirkan sepedanya dan berjalan menuju kelasnya. Dan seperti biasanya, Hyunjin menjadi pusat perhatian. Lewat dengan tatapan dan bisikan-bisikan. Sebagian besar, bisik-bisik tentang wajahnya.
"Oy Hyun, tunggu gue." Hyunjin menoleh pada temannya yang tengah berlari menghampirinya.
"Tumben telat, Lix." Ucap Hyunjin saat temannya, Felix tepat di sampingnya.
"Tadi gue habis lihat ada yang berantem disana," Felix mendekatkan wajahnya ke telinga Hyunjin.
"Si anak baru di keroyok." Mata Hyunjin membelalak kaget.
"Kok lo tinggalin? Ayo kita tolong.."
Suara bel masuk menghentikan langkah Hyunjin. Dia tidak ingin buat masalah, namun rasanya dia harus menolong Jisung.
"Udah tenang aja. Bentar lagi dia bakalan datang." Felix menarik tangan Hyunjin untuk berjalan menuju kelas mereka.
"Kok lo bisa yakin gitu, Lix?" Tanya Hyunjin saat berjalan menuju kelas mereka.
"Percaya sama gue." Akhirnya Hyunjin diam. Mungkin benar ucapan Felix jika teman mereka itu akan baik-baik saja.
Setelah sampai di kelas, Hyunjin melirik meja yang di tempati Jisung. Meja itu tepat berada di seberang tempatnya duduk. "Kenapa gue penasaran sama elo, Han." Gumamnya.
Tidak lama kemudian, guru mata pelajaran pertama masuk. Kelaspun di mulai tanpa kehadiran Jisung. Membuat Hyunjin jadi sedikit khawatir. Tunggu, lumayan banyak.
Namun, kekhawatiran Hyunjin tidak lama. Dia melihat yang tadi di khawatirkannya datang ke kelas dengan kondisi-
Sangat baik-baik saja.
Hyunjin melirik Felix, temannya itu hanya membuat ekspresi 'apa gue bilang, bener kan?'.
"Kamu terlambat, Han Jisung. Jangan masuk kelas, lari 10 kali keliling lapangan, sekarang." Jisung menghela nafas.
"Setelah itu, saya boleh masuk?" Tanyanya dengan nada datar. Guru mereka hanya mengangguk.
"Ya, masuklah jika sudah selesai."
Sang guru melihat ke arah Hyunjin.
"Hyunjin, awasi dia, hitung putaran larinya." Inilah akibatnya jika menjadi murid kesayangan, Hyunjin jadi banyak di suruh ini itu. Tapi tetap saja, dia tidak bisa menolaknya.
"Baik pak." Ia beranjak dari kursinya. Menghampiri Jisung dan memerintahkan teman baru di kelasnya itu untuk segera melaksanakan hukumannya.
"Lo itu hobi terlambat ya?" Ucap Hyunjin saat berjalan menuju lapangan bersama Jisung.
Jisung memutar malas matanya, "bukan urusan lo." Jawabnya ketus.
"Iya bukan urusan gue, tapi kasian lo kalau dihukum terus."
"Lo mau gantiin gue buat lari?" Hyunjin menggelengkan kepalanya.
"Gue gak bisa bohong."
"Ya udah kalau gitu, jangan berisik." Jisung berjalan mendahului Hyunjin. Meninggalkan teman sekelasnya itu yang hanya bisa menghela nafas pasrah.
"Gimana caranya bisa temenan sama dia ya?" Gumam Hyunjin yang menatap punggung Jisung.
●●●●●
Sepertinya lari keliling lapangan 10 kali bukan perkara sulit untuk Jisung. Walau badan lelaki itu penuh dengan keringat, tapi ia berhasil mengelilingi lapangan sesuai perintah gurunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Terlambat [HyunSung]
FanfictionHan Jisung yang suka sekali terlambat bertemu dengan Hwang Hyunjin yang membawanya pada lembar masa lalu yang ingin ia lupakan. Genre : School-Life, Romance, Hurt-Comfort, Yaoi Main Cast : - Hwang Hyunjin - Han Jisung Support Cast : - Seo Changbin ...
![Terlambat [HyunSung]](https://img.wattpad.com/cover/213172352-64-k704543.jpg)