Terlambat : Enam Belas

1K 143 43
                                        

Jisung tengah belajar untuk ujian. Namun, fokusnya sedikit terganggu mengingat peristiwa belakangan ini. Ia meletakkan pena di tangannya. Menarik laci belajarnya dan mengeluarkan sebuah buku. Membuka halaman khusus yang berisikan sebuah foto. Jisung memandangi foto tersebut dan membuat ingatannya melayang pada beberapa waktu lalu.

Flashback

"Kak ayo kita foto bareng, sebentar lagi kakak bakal tamat." Yang termuda menarik tangan yang paling tua di antara mereka.

"Dasar! Ada aja alasan buat alay dek." Yang termuda hanya menunjukkan cengirannya.

"Jisung ayo foto. Mumpung suasananya bagus. Kapan lagi kan?" Jisung tersenyum melihat dua orang yang merupakan sahabat dekatnya itu.

"Oke, ayo kita foto bareng." Kamera polaroid yang di bawa oleh si termuda di antara mereka segera menangkap moment langka yang hanya bisa di abadikan sekali.

"Yah! Kalau cuma satu siapa yang megang dong?" Saat foto berhasil keluar, Jisung segera mengambil foto tersebut.

"Pokoknya buat gue. Kalian di lain moment ok?" Jisung mengantongi foto jepretan tadi.

"Jisung parah! Kan belum ada aba-abanya buat rebutan foto." Ini yang tertua yang memarahi dirinya.

"Bodoamat kak. Pokoknya buat gue fotonya." Jisung menjulurkan lidahnya.

"Ya udah, simpen loh Sung. Kalau ilang, nyawa lo ilang juga." Ancam yang termuda di antara mereka.

"Galak amat sih. Iya iya bakal gue simpen. Tenang aja." Kemudian percakapan mereka di akhiri dengan kegiatan bermain untuk menghabiskan waktu bersama-sama. Saling berbagi tawa dan bercanda bagai tak ada hari esok.

Flashback off

Jisung menenggelamkan wajahnya di atas tangannya yang kini terlipat. Foto itu ia letakkan di sampingnya.

"Kak Minho,  gue rindu elo kak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kak Minho,  gue rindu elo kak. Maafin gue." Ia terisak di antara tangannya yang terlipat. Jisung mengangkat kepalanya kemudian. Masih belum terlalu sore, Jisung memutuskan membawa foto di tangannya. Ia mengusap air matanya dan bersiap-siap untuk pergi.

Di luar ia melihat abangnya yang tengah menonton tv. "Loh dek, mau kemana?" Mark terlihat bingung saat melihat Jisung yang tampak akan pergi.

"Jisung mau pergi sebentar bang."

"Kemana? Sendiri aja?" Jisung mengangguk.

"Iya sendiri bang. Mau ketemu temen." Mark akhirnya memberi izin pada adik terkecilnya itu.

"Ya udah hati-hati dek. Kalau butuh jemputan bilang aja ke bang Young." Jisung kembali mengangguk cepat dan berjalan keluar dari rumah mereka.







●●●●●








Jisung menyempatkan diri membeli bunga krisan putih di toko bunga. Setelah itu ia meminta taksi yang ia tumpangi pergi ke sebuah pemakaman.

Terlambat [HyunSung] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang