"Goblok. Lo mau terlambat lagi Sung?" Jisung mengabaikan suara yang baru masuk ke rumahnya. Suara yang sangat ia hapal. Siapa lagi kalau bukan, Changbin.
"Berisik bang. Nih minum." Changbin memutar bola matanya malas, setelah Jisung menyodorkan secangkir kopi padanya.
Semalam niatnya mengajak Jisung keluar malam, gagal. Padahal dia sudah menyuruh temannya untuk menemani abangnya Jisung. Tapi akhirnya, keduanya menjadi korban Jisung. Lebih tepatnya, lidah mereka yang menjadu korban.
"Sung, please. Tadi pagi perut gue rasa di puter-puter gegara kopi lo. Gue.." mendapat deathglare dari Jisung, membuat Changbin menutup mulutnya.
"Lo kudu coba lagi bang. Kalau lo bilang gak enak, gue bakal buatkan lagi yang lain." Changbin meneguk ludahnya kasar. Mau sampai kapan? Tapi dia tidak mungkin berbohong pada Jisung.
Cicipan pertama, cappucino.
Mata Changbin membulat, "Sung, sumpah ini cappucino buatan lo? Bukan lo beli kan?" Jisung yang antusias melihat wajah Changbin ketika meminum cappucino buatannya, seketika berwajah datar. Ia menjitak kepala yang lebih tua hingga Changbin mengusap kepalanya. Sadar jika benar itu buatan Jisung.
"Gimana rasanya? Jangan tanya yang lain." Sungut Jisung.
"Udah lo berhenti sekolah aja, gue jamin ini tempat bakalan rame. Ini enak banget, Sung. Sumpah dah." Mata Jisung berbinar, reflek dia memeluk Changbin yang ada di depannya. Sedikit oleng, namun Changbin lantas membalas pelukan Jisung setelah meletakkan cangkir kopi di atas meja bar.
"Sekarang, yang.."
"Sekolah Jisung sayang. Nanti abang cicipin lagi, ok?" Jisung jadi mengerucutkan bibirnya tanpa sadar, begini nih jika dia sudah semangat namun dipatahkan karena sekolah.
"Iya iya, habisin itu yang ada di meja. Pulang sekolah, gue tunggu review dari elo, bang." Jisung melepas pelukannya pada Changbin.
Menyambar tas nya dengan segera, baru kembali melihat Changbin.
"Lo juga sekolah bang. Jangan bolos mulu. Udah kelas tiga." Selepasnya, Jisung berlari keluar rumahnya. Dia bisa ketinggalan bus kalau tidak berlari.
Dan, benar saja. Bus sudah berjalan ketika Jisung tiba di halte. Dengan langkah seribu, Jisung mengejar bus itu. Untungnya sang supir bus sadar jika ada yang mengejar busnya, ia berhenti dan membiarkan Jisung masuk.
"Makasih pak." Ucap Jisung setelah naik ke dalam bus. Supir bus tersebut hanya mengangguk dan tersenyum padanya.
Jisung lantas berjalan ke bagian dalam bus. Ia tidak kebagian kursi lagi, hingga Jisung akhirnya berdiri di dekat tiang yang ada di dalam bus.
Sejak Jisung masuk hingga bus berhenti di depan halte sekolah, ada seseorang yang memperhatikannya. Setelah turun dari bus, orang itu ikut turun setelah Jisung. Ia berjalan mengikuti Jisung dengan langkah perlahan.
Sebenarnya Jisung tau jika dia di ikuti, ingin rasanya dia memergoki orang di belakangnya. Tapi ia sadar, pintu gerbang sekolah sudah mau tutup. Bisa-bisa dia terlambat lagi.
Jisung mempercepat langkahnya, hingga hampir di depan pintu gerbang sekolah..
Greb!
Tangan Jisung ditahan orang tadi, "tunggu Jisung. Abang mau ngomong."
Jisung menghela nafas berat. Ia menoleh pada orang tersebut.
"Ngomong apa bang? Gue mau masuk. Entar aja, kalau gue udah pulang." Ketus Jisung.
"Bunda sakit. Dia nyariin kamu terus. Ikut abang pulang Jisung." Sejenak rasa kasihan menyelimuti hati Jisung. Tapi mengingat seseorang di tempat ia tinggal sekarang, egonya kembali berkuasa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Terlambat [HyunSung]
FanfictionHan Jisung yang suka sekali terlambat bertemu dengan Hwang Hyunjin yang membawanya pada lembar masa lalu yang ingin ia lupakan. Genre : School-Life, Romance, Hurt-Comfort, Yaoi Main Cast : - Hwang Hyunjin - Han Jisung Support Cast : - Seo Changbin ...
![Terlambat [HyunSung]](https://img.wattpad.com/cover/213172352-64-k704543.jpg)