Hampir di sepanjang pelajaran, fokus Hyunjin menjadi terbagi. Antara ingin memperhatikan guru, atau melihat Jisung. Padahal anak itu hanya menoleh pada buku dan guru yang tengah menjelaskan.
"Hyunjin?" Hyunjin kembali hilang fokus, dan memperhatikan Jisung hingga gurunya memanggil.
Para penghuni kelas jadi menoleh padanya, termasuk Jisung. Ia mengira jika dirinya ketahuan melihat Jisung, hingga ia salah tingkah. Nyatanya, mata Jisung mengode padanya untuk melihat ke depan.
Terkejut saat seluruh pandangan terarah padanya, Hyunjin merasa pipinya memanas karena malu.
"Coba kerjakan soal ini." Ucap guru itu padanya. Jisung menarik sudut bibirnya, ia meyakini jika Hyunjin tak mengetahui jawaban soal di depan. Karena sejak tadi Hyunjin hanya sibuk melihatnya, dia tau itu.
Namun saat sang juara kelas maju kedepan, dan dengan lancarnya menulis jawaban, Jisung diam. Bahkan jawaban Hyunjin sangat detail dan memang benar.
Hyunjin yang telah selesai mengerjakan soal, melihat ke arah gurunya. Terlihat ekspresi bangga bercampur dengan kesal disana.
"Lain kali perhatikan ibu, jangan hanya melihat pada Jisung. Duduk kamu."
Hyunjin hanya cengengesan, "maaf bu." Ucapnya sebelum kembali ke tempat duduknya.
Terdengar bisik-bisik memuji dari teman sekelasnya. Belum lagi tatapan kagum yang semakin menjadi pada Hyunjin. Sedikit banyaknya terdengar di telinga Jisung. Ia baru menyadari jika saingannya kini adalah teman pertamanya di sekolah ini.
Senyum ceria Hyunjin ia lemparkan untuk Jisung. Namun, Jisung hanya menatapnya datar tanpa ekspresi apapun. Gaya khas Jisung meski mereka sudah berteman baik.
Begitu duduk, dengan percaya dirinya Hyunjin berbicara pada Jisung, "Han, kalau gak ngerti, tanya gue aja ya." Jisung menoleh padanya dengan tatapan datarnya lagi.
"Gak usah, gue udah paham kok." Kembali Jisung memperhatikan guru yang mengajar. Sementara Hyunjin yang tampak sedikit kecewa hanya melakukan aktifitasnya,
Belajar sambil mencuri pandang pada Jisung.
●●●●●
Saat pulang sekolah, Jisung kembali ditemani Hyunjin. Alasannya, karena ia ingin mengambil motor. Keduanya kembali menaiki bus menuju tempat Jisung tinggal.
Kali ini keduanya mendapat tempat untuk duduk, meski harus berada di paling belakang. Jisung berada di paling pinggir, sementara Hyunjin disampingnya.
Daritadi mereka hanya diam, sampai Jisung duluan yang melihat ke arah Hyunjin. "Kalau udah sampai, bangunin gue." Ucapnya sambil menyandarkan kepala ke kursi dengan sedikit rileks.
"Iya, entar gue bangunin." Belum lama Jisung tertidur, kepalanya kini bersandar ke lengan Hyunjin. Membuat Hyunjin tersenyum dan mengusap pelan rambut Jisung.
Tanpa disadari Hyunjin, ia pun tertidur dengan merebahkan kepalanya diatas kepala Jisung. Halte tempat pemberhentian Jisung tinggal pun telah terlewat begitu saja. Hingga satu per satu penumpang turun dari bus itu.
Di pemberhentian terakhir, akhirnya Jisung terbangun. Ia menoleh pada pemilik kepala yang bersandar padanya. Diam-diam Jisung tersenyum.
"Malah ikut tidur juga.." gumamnya.
"Hyunjin, bangun." Jisung menepuk-nepuk pelan paha Hyunjin. Untungnya Hyunjin memang bukan type yang susah di bangunkan. Ia membuka mata dan mengangkat kepalanya dari Jisung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Terlambat [HyunSung]
FanfictionHan Jisung yang suka sekali terlambat bertemu dengan Hwang Hyunjin yang membawanya pada lembar masa lalu yang ingin ia lupakan. Genre : School-Life, Romance, Hurt-Comfort, Yaoi Main Cast : - Hwang Hyunjin - Han Jisung Support Cast : - Seo Changbin ...
![Terlambat [HyunSung]](https://img.wattpad.com/cover/213172352-64-k704543.jpg)