Terlambat : Enam

1.4K 184 28
                                        


Sudah tiga hari Hyunjin tidak melihat Jisung. Bukan karena dia tidak mau menjenguk Jisung, tapi sejak seharian tidak melakukan tugas rutinnya, Hyunjin diberi tugas cukup banyak. Belum tugas sekolah yang juga .

Dan, baru tiga hari mereka tidak bertemu, Hyunjin rindu. Dia melihat ke arah meja kosong di sampingnya.

"Jin.. tugas udah selesai?"

"Hyunjin?"

"Hyunjin! Woy! Jawab gue!" Itu Felix yang sejak tadi berusaha memanggil temannya itu. Sejak tadi Hyunjin mendengar suaranya, tapi dia malas menanggapi. Dagunya masih menopang di tangannya, memandangi ke arah meja Jisung.

"Wah.. gue doain budeg beneran lo."

"Berisik Lix. Semua tugas udah selesai, tinggal rindu gue yang belum." Ucap Hyunjin nelangsa.

Felix hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, begini nih Hyunjin kalau udah suka sama orang.

Bucin!

Garis hard!

"Lo beneran udah move on dari si Seungmin?" Hyunjin mengangguk pasrah.

"Lah.. katanya mau jadi pelakor, kok mundur?"

"Kan gue udah bilang mau pindah ke Jisung." Felix tau, cuma dia hanya mau menguji keseriusan Hyunjin. Ternyata, ya memang temannya ini sangat serius.

"Gak nyangka gue, Seungmin yang lo kejar-kejar kayak kesetanan dulu, bisa lo lepasin juga." Ucap Felix akhirnya. Akhirnya Hyunjin menoleh padanya.

"Iya juga ya lix. Kok bisa ya? Padahal Jisung baru banget mangkal di hidup gue."

"Lo kata Jisung tukang ojek?" Hyunjin tertawa kecil.

"Bukan gitu maksud gue. Gue heran aja, itu anak pake pelet apa ya. Kok bisa gue segininya ke dia."

"Begonya.." Felix menepuk Jidatnya. Akhirnya dia duduk di bangku Jisung.

"Ya namanya lo naksir, wajar lah kayak gitu. Tapi, Jisungnya gimana? Lo bilang dia gak belok." Hyunjin jadi tertunduk lesu. Mengingat fakta jika Jisung seperti tidak suka berhubungan sesama jenis, membuat semangatnya hampir patah.

Iya, hampir.

Karena bagi Hyunjin, selama Jisung belum ada yang punya atau mengusirnya, dia tidak akan menyerah.

"Gue bakal buat dia jadi milik gue, Lix. Harus!" Hyunjin mengepalkan kedua tangannya semangat. Membuat Felix tersenyum lebar melihat tingkah temannya itu.

"Eh Lix, guru udah masuk. Balik ketempat duduk lo." Ucap Hyunjin saat melihat guru mereka masuk.

"Anjrit! Gue lupa mau nyalin pr lo, bangsat! Mampus gue, mampus!" Jerit Felix tertahan. Kali ini Hyunjin berusaha menahan tawanya melihat ekspresi panik temannya itu.

Begitulah teman yang sebenarnya, menertawakan di saat-saat genting.

Tidak kok, Hyunjin lantas melemparkan buku tugasnya pada Felix. Semua tergantung kecepatan tangan Felix nantinya.






●●●●●






Sebenarnya Jisung sudah baik-baik saja. Tetapi dia masih malas mau pergi ke sekolah. Dengan alasan sakitnya, dia membantu bibi Kim untuk membuka cafe kecil di rumah mereka. Awalnya bibi Kim ragu, namun berkat Changbin yang turut meyakinkannya, dia mengikuti saran Jisung. Apalagi barista amatiran yang memang memiliki bakat ini, memang telah membuktikan kemampuannya.

Kalau kata Changbin, apasih yang gak bisa kalau udah di tangan Jisung?

Anak itu memang terlahir dengan berbagai bakat. Termasuk bakat membuatnya masih dugun-dugun, meski tau Jisung tak mempunyai rasa lebih dari sekedar teman.

Terlambat [HyunSung] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang