25. Membeli Jaket!

1.6K 265 122
                                        

"Aku tidak percaya kau masih ingat, Tuan Muda," ucap Luhan, matanya bersinar karena rasa terima kasih.

"Warung mie di bawah standar yang kita kunjungi sebelumnya adalah satu-satunya alasan mengapa aku mengingat janjiku. Itu hanya kenangan yang tidak mengenakan," ucap Oh Sehun, sambil mengambil langkah besar masuk ke dalam restoran.

"..."

Dengan napas pendek, Luhan mengikuti di belakangnya, menghalangi apa yang baru saja dikatakannya.

Restoran didekorasi dengan mewah. Dari semua warung mie yang pernah dia kunjungi sebelumnya, perabotan di sini melebihi semuanya.

"Bukannya kau mengatakan restoran ini memiliki mie yang enak, Tuan muda Oh, bagaimana bisa sesepi ini?"

"Aku memesan seluruh tempat," ucap Oh Sehun tanpa basa-basi. Dia duduk di sebuah meja dan memanggil pelayan. "Tolong, dua mangkuk mie daging sapi, dengan daging sapi terbaik."

"Tuan muda, apakah kau harus memesan seluruh tempat hanya untuk memakan mie?" Luhan duduk di depan Oh Sehun, terdengar tidak senang.

Oh Sehun menyilangkan tangan di depan dada. "Tentu saja."

Tidak mungkin dia akan berpuas diri pada kencan pertama, jika diganggu oleh orang-orang di sekitar.

"Mengapa?"

"Aku hanya punya terlalu banyak uang dan terlalu sedikit untuk dibelanjakan."

Luhan terdiam. Dia tidak punya argumen yang bagus untuk menentang alasan itu.

Dia mulai menyibukkan diri dengan sekeliling restoran, dengan hati-hati memperhatikan desain interior. Kemudian, dia melihat tanda yang bertuliskan, 'Mie Daging Sapi - 200.000 won'.

Luhan heran. "Mie ini ... bukankah sangat mahal?"

"Mahal?" Oh Sehun tertawa kecil. "Daging sapi di sini diimpor langsung dari Australia dan Jepang, segar dan murni. Hidangan terbaiknya adalah sup, diperas dari berbagai bagian hewan selama lebih dari 12 jam di bawah suhu yang dikontrol dengan cermat, proses yang sangat kompleks dan melelahkan. Nantinya, master akan menguleni mie menjadi bentuk dan memasaknya di depan kita. Koki di sini juga menjadi viral di internet baru-baru ini."

Luhan mengernyitkan matanya. "Tuan muda ... kau mentlaktirku makan terakhir kali di warung mie, kau tidak mengharapkan aku ... untuk ganti mentlaktirmu, kan?"

"Tentu saja, kau harus membalas budi." Oh Sehun menatapnya penuh harap.

Luhan menggigit bibirnya dan berdiri. "Aku tidak bisa membeli makanan di sini!"

Bibir Oh Sehun melengkung membentuk senyuman, "Aku yang tlaktir, duduk."

Luhan menghela nafas lega. "Aku akan membelikanmu mie yang sama lain kali ketika aku mendapatkan banyak uang," ucapnya, ketika dia berusaha menyembunyikan rasa malunya.

"Tidak perlu." Lengan Oh Sehun masih bersilang di depan dadanya. "Aku tidak pernah membiarkan wanita memperlakukanku dengan cara seperti itu."

Oh Sehun sudah memikirkannya, jika Luhan menyukai tempat ini, dia akan meminta Kangin membeli restoran ini. Lalu, dia akan mengenalkan ke seluruh dunia. Dia bahkan sudah memikirkan namanya. 'Se Lu Noodle Restoran', hadiah pertunangan yang sempurna.

Ide yang sempurna.

Dia sudah bisa membayangkan keterkejutan Luhan. Mudah-mudahan, Luhan tidak akan menangis saking bahagianya.

Sementara itu, Luhan memikirkan cara untuk membalas kebaikannya. Dia pikir Oh Sehun akan membiarkan dia memilihkan jaket yang dia inginkan nanti, bahkan jika itu berarti harus melunasi hutang kartu kredit untuk waktu yang lama setelahnya.

MR.ARROGANT [HunHan GS]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang