Satu|Something In The Rain¦Awal

108 34 5
                                        

Vote sebelum membaca, komentar setelah membaca 😉

Mentari pagi sudah memperlihatkan sinarnya yang mulai terik,menembus pada tirai jendela di dalam kamar bernuansa ungu pastel itu. Membuat seorang gadis cantik terbangun dari tidurnya. Dilihatnya jam weker diatas nakas yang menunjukan pukul 5:20 pagi.
Segera ia menyiapkan diri untuk bergegas ke sekolah.

"Sarapan dulu, Sayang.. Nanti berangkatnya bareng Papah." Kata seorang lelaki dewasa yang tak lain adalah ayahnya, Riko.
Kalimat itu membuat Raina duduk di meja makan, didepannya sudah terdapat hidangan makanan yang disiapkan oleh asistennya, Mbo Lastri.

"Ohh iya.. Tentang kepindahan kamu ke sekolah baru disana, Papah sudah urus semuanya. Tinggal kamu siapkan barang barang kamu sendiri yg akan dibawa, kalau perlu bantuan,minta tolong saja sama Mbok Lastri," kata Riko memulai pembicaraan.

"Iyaa, Pah ...." jawab Raina.

"Kamu benar benar tidak keberatan kan tentang kepindahan kita?" tanya Riko lagi.

"Nggak apa-apa kok, Pah, Raina ngikut aja, " jawab Raina.

"Makasih udah ngerti ya, Nak.. Yaudah, kalau udah selesai sekarang kita berangkat, sekolah yang bener, sekalian pamit ke teman teman dan gurunya," kata Riko.

"Siap komandan!" jawab Raina lengkap dengan gerakan hormatnya. Meskipun dihatinya ada sedikit perasaan mengganjal karena tidak ingin berpisah dengan teman temannya dan juga kekasihnya di sekolah.

_____________

Setelah berpamitan dengan Ayahnya, ia langsung berjalan menuju ke arah kelasnya. Langkahnya kurang bersemangat, mengingat hari hari ini akan menjadi hari hari terakhirnya di sekolah ini.

Ia memasuki ruang kelasnya. XI IPA 2, masih sedikit orang yang berada dalam, mungkin sebagian masih bergelut dengan kasur empuknya.
Raina duduk di kursinya, mengeluarkan ponselnya untuk mengirim pesan pada seseorang.

Pagii Faturnya aku!
Read.

Pacar ❤
Pagi..
Ntar sore ada waktu gak?
Ketemuan yuk, ada yang mau aku omongin..

Ok sip.. Mau ketemuan dimana?
Read.

Pacar ❤
Di Cafe biasa aja, kamu datangnya sendiri ya,ga usah manja. Soalnya aku ga bisa jemput.

Iya iyaa bawel deh
Read.

Raina merasa ada sesuatu yang berbeda dari kekasihnya itu. Tak biasanya Fatur secuek ini padanya, bahkan Fatur yang selalu menjemputnya jika mereka ingin bertemu. Tapi pemikiran itu segera ditepis jauh olehnya, ia meyakinkan diri bahwa semuanya baik baik saja.

"Dia mau ngomongin apa ya? Jadi penasaran.. Mungkin juga dia lagi sibuk, makanya gak bisa jemput. Ah sudahlah Rai, yg penting nanti sore harus tampil cantik buat ketemu dia," katanya pada dirinya sendiri.

Kringggg...

Tak berapa lama bel masuk berbunyi. Kelas yang tadinya sepi, kini mulai ramai dan hampir semua murid hadir. Termasuk Aulia, sahabatnya sejak SMP yang kini menjadi teman sebangkunya dalam kelas yang sama. Seorang pria memasuki ruangan kelas, lengkap dengan tas berisi buku buku paket. Tak lain dan tak bukan, ia adalah pak Daran, guru Bahasa Indonesia.

"Selamat pagi anak anak ... " kata Pak Daran.

"Pagiii, Pak... " jawab semua siswa serentak.

"Baiklah, sekarang kita mulai pelajarannya, buka buku paketnya halaman 125," katanya lagi. Semua siswa membuka buku sesuai yang diperintahkan, dan pelajaran pun berlangsung.

*******
Bel pertanda jam istirahat baru saja berbunyi, membuat para siswa riuh. Ada yg berlarian pergi ke kantin, ada yang pergi ke toilet, perpustakaan, dan lain lainnya.

"Rain.. kantin yuk!! Lu pasti laper kan daritadi belajar mulu," kata Aulia.

"Hmm iya juga sih, tapi lagi gak mood makan nih ..." sahut Raina sambil merapikan bukunya.

"Yahh kok lu gitu sih, gue traktir lemon tea deh, biar lu segerr," kata Aulia.

"Nah, kalo gitu hayuukk!! Lo emang sahabat yang paling ngertiin gue deh, luuv yuu," kata Raina sambil mengeluarkan cengiran andalannya saat mendengar kata lemon tea.

"Iya iyaa.. Giliran ditraktir aja langsung semangat lu," ledek Aulia yg masih dibalas cengengesan oleh Raina, sahabatnya.
......
Di kantin, Raina duduk bersama dengan Aulia. Keadaan kantin bisa dibilang cukup ramai, hingga Raina dan Aulia hanya mendapat tempat duduk yang berada dipojok ruangan itu.

Saat menikmati lemon teanya, mata Raina tak sengaja menatap sosok seseorang yang sangat ia kenal. Ya, itu adalah Fatur dan sahabat sahabatnya.
Mata Fatur dan Raina bertemu, namun Fatur malah memutus pandangannya dan berlalu begitu saja,meninggalkan Raina yang masih tersenyum melihatnya.

"Kok Fatur jadi cuek gini ya? Jelas jelas tadi dia liat gue kok, tapi langsung pergi gitu aja, " batin Raina.

"Eh ngeliatin apaan sih lo?" kata Aulia yang membuyarkan lamunan Raina.

"Hehe, itu tadi ngeliatin Fatur, tapi doi malah pergi gitu aja," katanya.

"Mungkin dia gak liat lu kali," kata Aulia.

"Hmm iya sih, yaudah lu lanjut makannya gih, napa jadi diem?" tanya Raina yang dijawab anggukan oleh sahabatnya itu.

--------------------------
Segini dulu ya, hehe 😅
NEXT or END??

Jangan lupa vote and comment..

Something In The Rain ☔ Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang