Sepuluh|Something In The Rain¦Without him

44 19 3
                                        

Haii semuanya.. Ada yang kangen Rian dan Raina?

Jangan lupa vote sebelum membaca dan komentar setelah membaca yaa..

Bantu aku nemuin typo ya..

-------Udah vote? Cuusss------

"Sesuatu yang keberadaannya kau remehkan, bisa jadi sesuatu yang paling kau tunggu kehadirannya saat dia tak ada"
_Raina Dwi Azrilia

Raina sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, dan pagi ini gadis yang mengenakan baju seragam sekolah berwarna ungu muda lengkap dengan atributnya sebentar lagi akan berangkat sekolah. Ayahnya sebenarnya melarang , namun Raina dengan segala bujuk rayunya tentu akan meluluhkan hati sang Ayah.

"Kamu yakin mau berangkat sekolah?" tanya Riko.

"Yaiyalahh,masa udah cantik pake seragam gini mau ternak lele?" jawab Raina

"Maksud Papah itu, kamu udah gak lemes? Apa ga mau istirahat di rumah dulu? urusan sekolah, nanti Papah yang atur."

"Nggak pah. Raina mau sekolah, bosan kalo di rumah. Lagi juga nih pah, Raina tuh kuatt," jawab Raina sambil mengangkat kedua lengannya seakan tengah menunjukkan otot otot yang berada di sana.

"Ngapain gitu? kayak punya otot aja. Ini baru namanya otot," kata Riko meniru gerakan Raina menunjukkan otot lengannya. Tak bisa dipungkiri, Riko, ayah Raina itu memang masih terlihat muda diumurnya yang saat ini hampir 40. Terlihat badannya yang masih bugar tegap, lengkap dengan otot- otot yang terjaga karena rajin olahraganya.

"Iya iyaaa terserah Papah. Gak usah banyak gaya, udah tua juga. Anterin Raina ke sekolah gih, nanti telat lagi."

"Anak siapa sih ini?" kata Riko sambil mengelus dadanya drama.

"Ya anaknya Papah Riko ganteng lah," jawab Raina cengengesan.

---
Setelah berpamitan dengan ayahnya, Raina melangkahkan kakinya dengan gontai menuju kelasnya. Saat hendak menuju ruang kelas, Raina dikejutkan dengan seseorang yang menepuk bahunya.

"Pagi Raina," sapa Devan.

"Pagi juga Dev," balas Raina kemudian pergi melanjutkan langkahnya menuju kelas.

Devan yang melihat itu hanya diam. "Mungkin Raina masih marah dengan kejadian waktu itu" batin Devan bermonolog.

Raina memasuki ruangan yang bertuliskan XII. IPA 3. Baru saja ia mendaratkan bokongnya di tempat duduknya, seseorang datang dari samping dan memeluknya erat.

"RAINAAA!!! masih idup juga lu ternyata,kirain udah ga ada." Suara cempreng Oliv memekik di telinga Raina.

"Baru rencana sih," jawab Raina.

"Lah? lo mau meninggal beneran? Jangan gitu deh Raina, kasian Oliv yang imut ini nanti kangen."

"Bangke! sembarangan lu kalo ngomong!"

"Kan lo yang bilang tadi masih rencana maemunah."

"Rencana nyemplungin elu di empang sih iya."

Something In The Rain ☔ Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang