Mulai sekarang belajar mencintai diri sendiri,menghargai diri sendiri dan tau diri.
Akira terbangun dari tidurnya, tangannya mencari benda pipih yang biasa ia taruh di samping ranjangnya,matanya mengerjap beberapa kali mengumpulkan nyawanya kembali "shitt" umpat Akira kesal. Akira melirik jam walker disampingnya "Masi jam 11?? gua kira uda pagi"batin akira menghembuskan nafas gusar Akira membuka salah satu notif diponselnya.
"Alexdongo"
Ra kerumah gw lah
Kangen
Akira tersenyum,pasalnya sudah biasa ia menerima pesan rindu dari sahabat kecilnya itu. "Lucu dan menggemaskan" batin Akira membalas pesan alexio.
Akira
Lebay lu😌
Iya besok gua kerumah lu
Akira menaruh ponselnya kembali mematikan lampu kamarnya dan kembali merangkai mimpi indahnya.....
v_v
Esok paginya Akira merapikan diri berniat mengunjungi rumah alexio. kemeja kotak-kotak rambut coklat legam yang dikuncir ala kadarnya mata sipit dan bibir tipis merahnya membuat penampilan Akira si cuek terkesan lebih cantik dari biasanya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sesampainya didepan rumah alexio Akira melihat sekeliling "tidak ada yang berubah" batin Akira perlahan membuka pintu rumah itu pelan, setengah terbuka Akira mendengar suara yang tak asing ditelinganya,kakinya melangkah kearah ruang tengah dilihatnya empat manusia yang membuat kakinya terpaku ditempat Jay , billy ,Arga ,alexio sedang asik bermain PlayStation dan bercanda ria tatapan mereka teralihkan menatap gadis cantik didepanya
"Woo Akira!" Sapa Billy seantusias seperti biasa.
Akira tersenyum canggung melirik Jay ,yang dilirik tampak acuh.
"Ngapain lu diem aja disitu" Arga menimpali. Alexio nyengir
"Sini bego duduk samping gua" ujar alexio menepuk sofa disampingnya yang jelas berjejeran dengan haiden Akira menggigit bibirnya berjalan pelan mengikuti arahan alexio.
"Diem mulu lu,bisu?" Billy menoel Akira
"Suka-suka gua lah" Akira mendorong billy hingga tersungkur memeluk Arga
"Setan lu" Arga kembali mendorong billy bertubi-tubi.
"Setan lu berdua,Jay liat gua dibully" ucap billy soimut kearah haiden,haiden menaikan alisnya jiji,Billy mengerucutka bibirnya
"Iuh gay!" Keras Akira
Haiden dan Billy sontak menatap akira,Akira nyengir tanpa dosa.
Alexio bangkit dari duduknya "ga, bil ikut gua keblakang bikin makanan"
"Ngapa kudu sama gua" balas Billy
"Ogah, cape!" lanjutnya sambil berbaring
"Lu mau gua usir?" Alexio menarik Billy "aaaaaanj!" Keras Billy malas mengikuti alexio dan arga.
Tinggal Akira dan haiden disana suasana nampak hening, canggung tidak ada yang berinisiatif memulai obrolan 7menit berlalu Akira berdehem mencairkan suasana.
"Jay" haiden menatap akira.
"Gimana urusan lu sama bella"
"Udah selesai"
"Cepet banget kok gua gatau"
"Bukan urusan lu kan"
Akira menggigit bibir tipis bawahnya,haiden menatap dalam manik mata didepanya.
"Ekhem gimana ceritanya,gua pen tau ish lu mah gamau bagi-bagi"
"Salah paham, mesum mulu pikiranya"
"Barangkali lu mantep-mantep sama bella" lirih Akira
"Woiiiiiii ngapain lu!" Billy datang membawa minuman dan cemilan ditangannya ,Akira menjauh memasang wajah kesal kearah Billy diblakangnya alexio dan arga membawa nampan berisi minuman dan cemilan ringan ikut duduk ditengah-tengah Akira dan haiden ,Akira memasang wajah musam sedangkan haiden tampak acuh memakan cemilan diatas meja,berjam-jam berlalu Akira hanya diam memperhatikan setiap obrolan lelakinya disana "semuanya nampak whatthefuck" batin Akira geram,"ga ada tanda-tanda dia suka sama gua" batin Akira berbica dengan diri sendiri.
Lanjut?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.